BEDELAU.COM ---Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menegur keras Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Riau Erisman Yahya dan para kepala SMA/SMK/SLB negeri terkait persoalan pengadaan baju seragam sekolah.
Teguran itu disampaikan SF Hariyanto usai melantik 77 kepala SMA/SMK/SLB negeri di Pekanbaru, Selasa (26/5/2026). Ia mengingatkan agar pihak sekolah tidak bermain-main dalam pengadaan seragam siswa karena telah ditemukan dugaan persoalan serius.
"Saya ingatkan, ini ada temuan bapak, luar biasa, angkanya bukan main sedikit. Kalau tidak hati-hati selesai bapak. Saya ingatkan, tuntaskan. Saya tidak main-main," tegas SF Hariyanto.
Ia meminta Kadisdik dan kepala sekolah berhati-hati serta tidak "bermain api" dalam pengelolaan pengadaan seragam sekolah. Menurutnya, nilai uang yang harus dipertanggungjawabkan tidak sedikit.
"Saya berulang kali mengingatkan, hati-hati jangan bermain api. Oleh sebab itu saya ingatkan Kadisdik, jangan sampai apinya besar. Bukan sedikit uang yang harus dikembalikan," ujarnya.
SF Hariyanto juga menyoroti keluhan orang tua siswa terkait pengadaan seragam tahun lalu. Ia menyebut banyak siswa telah membayar mahal untuk seragam, namun ukuran pakaian yang diterima tidak sesuai sehingga harus dijahit ulang dengan biaya tambahan.
"Coba bayangkan, tahun kemarin anak SMA negeri sudah disuruh membayar baju, diukur tapi tidak muat atau kebesaran. Padahal sekian ratus ribu hingga satu jutaan mereka membayar, tapi karena tidak muat orang tua siswa harus merombak ulang jahitannya. Itu artinya uang keluar lagi bagi mereka," katanya.
Ia bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk pemerasan terhadap orang tua murid dan bertolak belakang dengan janji pemerintah untuk meringankan beban pendidikan masyarakat.
"Jangankan membantu gratis, tapi diperas orang tua murid. Kan sadis pak. Janji kampanye gratiskan baju, ini malah diperas pula orang tua murid," tegasnya.
Karena itu, SF Hariyanto meminta seluruh uang yang telah dipungut dalam pengadaan seragam bermasalah tersebut segera dikembalikan kepada orang tua siswa.
"Ini saya minta kembalikan uangnya kepada orang tua murid. Itu anak-anak kita semua," katanya.
Ia juga menegaskan agar kepala sekolah tidak lagi terlibat dalam pengadaan seragam sekolah demi menghindari persoalan serupa di kemudian hari.
"Saya ingatkan jangan terlibat kepala sekolah pengadaan baju. Semua pulangkan uangnya," pungkasnya.
Sumber: cakaplah.com