Kanal

Rusli Efendi Luncurkan Buku, Ajak Generasi Muda Rawat Jati Diri Melayu-Islam

BEDELAU.COM — Tokoh Riau, Dr. KH. Rusli Efendi, S.Pd.I., S.E., M.A., meluncurkan buku berjudul “Menyalakan Kembali Cahaya Melayu Islam dari Riau”. Karya tersebut menjadi bagian dari gagasan untuk memperkuat kembali identitas Melayu yang berpijak pada nilai-nilai Islam.

Peluncuran buku berlangsung dalam rangkaian kegiatan Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI). Melalui karya tersebut, Rusli Efendi menuangkan pemikiran mengenai pentingnya menjaga warisan budaya Melayu sekaligus mempertahankan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman.

Menurut gagasan yang dituangkan dalam buku itu, kemelayuan tidak hanya berkaitan dengan adat, bahasa, budaya dan tradisi. Lebih dari itu, identitas Melayu juga tercermin melalui karakter, akhlak serta kehidupan masyarakat yang berpedoman pada nilai-nilai agama.

Rusli Efendi mendorong agar nilai Melayu-Islam tidak berhenti sebagai simbol kebudayaan maupun kegiatan seremonial. Nilai tersebut diharapkan tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Riau sendiri dikenal memiliki akar budaya Melayu dan tradisi Islam yang kuat. Karena itu, menjaga warisan tersebut dinilai menjadi tanggung jawab bersama agar tidak tergerus oleh perubahan sosial, perkembangan teknologi dan arus globalisasi.

Buku tersebut juga membawa pesan agar kemajuan zaman tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan penguatan nilai agama.

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, generasi muda dinilai membutuhkan fondasi karakter yang kuat agar tetap mengenal akar budaya dan sejarah daerahnya.

Rusli Efendi yang juga aktif dalam Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) berharap buku yang diluncurkannya dapat menjadi bahan refleksi sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat.

Ia ingin gagasan mengenai Melayu-Islam dari Riau tidak hanya dibaca, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui buku ini, pesan yang dibangun adalah pentingnya menjadikan budaya dan nilai agama sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat.

Terlebih bagi generasi muda Riau, penguatan identitas dinilai penting agar mereka mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

Peluncuran “Menyalakan Kembali Cahaya Melayu Islam dari Riau” pada akhirnya tidak sekadar menjadi momentum memperkenalkan sebuah karya. Buku tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga budaya, adat, akhlak dan nilai-nilai keislaman.

Dari Riau, gagasan tentang Melayu-Islam diharapkan terus berkembang dan menjadi bagian dari warisan yang dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.***(achir)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER