BEDELAU.COM --Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Unilak Prof Dr Junaidi SS di lapangan bola Unilak, Rumbai, Rabu (8/10/2026).
PKKMB Unilak 2026 tahun ini menjadi sorotan karena Unilak kembali menegaskan diri sebagai kampus inklusif dengan menerima mahasiswa disabilitas. Selain itu, Unilak juga menerima 90 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit BPDPKS tahun 2026 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau H Erisman Yahya MH mengatakan Unilak telah menjadi contoh kampus swasta yang berperan besar dalam pembangunan SDM di Riau.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang telah memilih Universitas Lancang Kuning sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan dan menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi.
Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk senantiasa mengingat tujuan utama berada di perguruan tinggi, yakni menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan.
"Mahasiswa semua berangkat dari rumah dengan niat untuk menuntut ilmu. Jangan sampai waktu selama kuliah justru banyak dihabiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Banyak pengaruh dari lingkungan maupun perteman," pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membekali diri dengan keterampilan atau skill sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kompetensi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Setiap tahunnya Pemprov Riau berkomitmen menyiapkan beasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, pada tahun ini Pemprov Riau juga memberikan dukungan melalui program Beasiswa Sawit.
"Alhamdulillah, sekitar 90 mahasiswa di Universitas Lancang Kuning mendapatkan Beasiswa Sawit. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini semakin memberikan semangat kepada semua untuk terus belajar. Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh mendorong pendidikan tinggi. 2.900 mahasiswa baru Unilak hari ini adalah aset daerah Bumi Lancang Kuning yang harus kita jaga dan dukung bersama," tegas Erisman Yahya.
Sementara itu Rektor Unilak Prof Junaidi menyampaikan kebanggaan atas bergabungnya mahasiswa baru tahun ini. Menurutnya, Unilak kini tidak hanya menjadi kampus hijau dan kampus budaya, tetapi juga kampus bersahabat (green, multikultural, friendly) yang inklusif dan ramah disabilitas.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru Prof Junaidi juga memperkenalkan jajaran pimpinan Universitas yang hadir Wakil Rektor I Assoc Prof Dr Zamzami, Wakil Rektor II Assoc Prof Dr Jeni Wardi, Wakil Rektor III Dr Hardi serta seluruh pimpinan fakultas.
"Unilak memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk sahabat-sahabat disabilitas," ujar Prof Junaidi.
Di kesempatan itu Rektor berdialog dengan mahasiswa dari berbagai daerah dan memperkenalkan seluruh jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Pelaksanaan PKKMB berlangsung dengan riang gembira, mahasiswa baru tampak senang dan menikmati kegiatan yang berlangsung tiga hari 7-9 Oktober 2026.
Kegiatan diisi dengan kegiatan positif, diantaranya gerakan anti narkoba, literasi anti perundungan, kegiatan pencegahan kekerasan seksual, dan literasi keuangan dari bank Indonesia.
Tahun ini Unilak kembali menerima mahasiswa disabilitas melalui jalur istimewa. Sejak 2022, Unilak konsisten membuka akses bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan Pusat Layanan Psikologi dan Disabilitas (PLPD), pendamping bahasa isyarat, serta Prodi Pendidikan Khusus.
Mahasiswa baru tahun ini sangat beragam, berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Jawa, NTT, hingga Papua.
"Unilak adalah kampus hijau, kampus budaya, dan kampus bersahabat yang inklusif. Kami memberikan kesempatan yang sama kepada semua anak bangsa, termasuk sahabat disabilitas," kata Prof Junaidi.
Sementara Presiden Mahasiswa Unilak Desman Anugrah Natahulu menyambut hangat keluarga baru tersebut.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada adik adik mahasiswa baru, terimakasih atas dukungan Rektor, Polda Riau, BNN kota Pekanbaru dan para Mitra yang bergabung dalam mensukseskan PKKMB Unilak 2026," ucapnya.
Sementara itu Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Pol Dr Wawan SH MH menyampaikan pentingnya membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, mahasiswa merupakan bagian penting dalam mewujudkan generasi yang sehat, produktif dan memiliki masa depan.
Karena itu, upaya pencegahan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga harus diperkuat dengan edukasi dan kepedulian bersama.
“Mahasiswa harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba. Jangan sampai rasa ingin tahu, pergaulan maupun bujuk rayu justru menghancurkan masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
"Lingkungan yang sehat dan kepedulian antarsesama menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman narkotika," pungkasnya.
Sumber: cakaplah.com