BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lancang Kuning (Unilak) di depan Kantor Gubernur Riau, Selasa (20/10/2026), diwarnai pembacaan puisi yang sarat kritik dan harapan terhadap perubahan.
Puisi berjudul Wahai Pemuda Mana Telurmu? karya Sutardji Calzoum Bachri dibacakan Elsa Dewiyanti, Bendahara BEM Unilak, sebagai bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa.
Salah satu bait yang dibacakan berbunyi, "Apa gunanya merdeka, kalau tak bertelur. Apa gunanya bebas, kalau tak menetas?"
Penggalan puisi tersebut mengajak pendengar merenungkan arti kemerdekaan dan kebebasan, serta pentingnya mewujudkan keduanya melalui tindakan nyata.
Seruan kepada generasi muda juga muncul dalam bait, "Wahai para pemuda, wahai garuda, menetaslah, lahirkan lagi bapak bagi bangsa ini!"
Pesan itu menggambarkan harapan agar generasi muda tidak berhenti menyampaikan kritik, tetapi turut melahirkan gagasan dan perubahan bagi bangsa.
Pembacaan puisi berlangsung di tengah aksi mahasiswa yang menyoroti sejumlah persoalan di Provinsi Riau, termasuk kejelasan program beasiswa dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada lingkungan serta kualitas udara.
Melalui orasi dan pembacaan puisi, mahasiswa menyampaikan kritik sekaligus mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka angkat.
Mahasiswa berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai tuntutan dalam demonstrasi, tetapi ditindaklanjuti pemerintah melalui langkah konkret.
Sumber: Riauaktual.com