BEDELAU.COM --Antrean buka tutup di lokasi proyek Jalan Lintas Timur (Jalintim) KM 77-86 Kabupaten Pelalawan kembali dikeluhkan masyarakat.
Kali ini keluhan tersebut disampaikan Anggota DPRD Pelalawan Nasarudin, S.H., M.H, Minggu (8/11/2026.
Menurut Nasarudin, pengaturan di lokasi buka tutup dinilai semrawut. Banyak pengendara yang menerobos antrean hingga menyebabkan kemacetan lama.
"Pengaturan semrawut. Banyak yang terobos antrean. Hingga menyebabkan kemacetan lama," ujar Nasarudin.
Ia menilai, jika pengemudi mau sedikit bersabar, otomatis buka tutup tidak akan berlangsung lama.\
"Kalau lah pengemudi mau sedikit bersabar, otomatis tak akan lama buka tutup," katanya.\
Untuk itu, Nasarudin yang juga politisi Golkar Kabupaten Pelalawan ini meminta Satlantas Polres Pelalawan untuk kembali melakukan tindakan yang pantas terhadap penerobos antrean.
"Kita minta Satlantas Polres Pelalawan melakukan kembali tindakan yang pantas terhadap penerobos tersebut. Karena beberapa waktu lalu pernah dilakukan tindakan tegas, hingga ditilang," tegasnya.
Nasarudin dengan tegas meminta kembali pihak Kepolisian melakukan tindakan tegas agar pengendara tidak lagi menerobos antrean dan arus lalu lintas di lokasi proyek dapat berjalan tertib.
Proyek Rekonstruksi Rp 177,4 Miliar Diketahui, kemacetan di Jalintim ini tidak lepas dari adanya proyek raksasa perbaikan dan rekonstruksi Jalintim yang membentang dari KM 74 hingga KM 84. Sistem buka tutup arus lalu lintas di kawasan ini sudah bergulir selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Proyek tersebut merupakan bagian dari agenda besar Kementerian PU RI melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dengan tajuk Rekonstruksi Jalan Simpang Lago - Sorek I. Proyek ini menelan dana mencapai Rp 177,4 Miliar, mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 8,55 Kilometer serta rehabilitasi jalan sepanjang 1 Kilometer.
Mega proyek ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Global Jaya Maritimindo, dengan masa pelaksanaan hingga 600 hari kalender.
Ruas Jalintim KM 73-82 sendiri dikenal sebagai titik rawan banjir yang kerap memutus akses jalan. Oleh sebab itu, proses penimbunan dan perbaikan jalan harus digesa agar mobilitas warga serta rantai distribusi logistik tidak lumpuh saat musim penghujan tiba.
Sebelumnya, Satlantas Polres Pelalawan juga sudah mengambil tindakan tegas. Tercatat sudah ada 15 kendaraan yang ditilang karena menerobos antrean buka tutup arus lalu lintas di Jalintim.
"Jangan biarkan penerobos ini merugikan pengendara lain yang sudah sabar mengantre. Harus ada tindakan tegas lagi," tutup Nasarudin.*
Sumber: Riauterkini.com