<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://bedelau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://bedelau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15492/sudah-antre-3-jam-pengendara-pekanbaru-malah-tak-kebagian-solar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar terjadi di SPBU Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, Jumat (4/9/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah pengendara mengaku kecewa setelah harus mengantre berjam&#45;jam, namun ketika mendekati giliran mengisi BBM, mereka justru mendapat informasi bahwa stok solar telah habis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Antrean kendaraan terjadi sejak siang dan mengular dari Jalan Arifin Achmad hingga masuk ke area SPBU. Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara yang telah lama menunggu merasa kesal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Salah seorang pengendara, Rendi Anggi, mengaku sudah mengantre lebih dari tiga jam untuk mendapatkan solar. Namun, saat kendaraannya hampir mendapat giliran, petugas menyampaikan bahwa BBM telah habis.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Udah antre dari habis magrib tadi. Tiba&#45;tiba pas giliran saya, katanya habis minyak,&quot; kata Rendi mengungkapkan kekesalannya, Sabtu pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rendi mengaku sempat menanyakan kepada petugas apakah solar benar&#45;benar telah habis atau pengisian memang dihentikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal itu karena pengisian BBM di SPBU tersebut disebut biasanya dihentikan menjelang pukul 22.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Tadi sempat tanya ke petugas, eh dia marah. Kan aneh karena kita sudah berjam&#45;jam antre,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Rendi, kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Ia mengaku sudah dua malam berturut&#45;turut mengantre solar di SPBU tersebut dan mendapatkan informasi stok BBM habis menjelang pukul 22.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Malam kemarin saya juga antre di sini, tepat di waktu yang sama jelang jam 22.00 juga. Malam kemarin itu tinggal tiga atau lima kendaraan depan saya dan ini pas tinggal kendaraan saya,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rendi semakin kecewa karena menurutnya tidak ada pemberitahuan sejak awal mengenai kondisi stok BBM. Padahal, kendaraan masih terlihat mengantre panjang di SPBU.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Enggak ada pemberitahuan, langsung dibilang minyak habis. Waktu kita tanya dia lari,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah pengendara lain yang sempat mengantre disebut juga terlihat kesal. Mereka mencoba menanyakan kondisi BBM kepada petugas sebelum akhirnya meninggalkan SPBU.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/65032056322-3.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 19:40:06 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15492/sudah-antre-3-jam-pengendara-pekanbaru-malah-tak-kebagian-solar</guid></item><item><title>Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15491/belasan-tahun-tak-tersentuh-perbaikan-pemko-pekanbaru-aspal-jalan-pesisir-rumbai</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Penantian panjang warga di kawasan Jalan Pesisir, Kecamatan Rumbai, untuk mendapatkan akses jalan yang layak akhirnya mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kini menggesa perbaikan ruas jalan tersebut yang disebut telah belasan tahun tidak tersentuh pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Perbaikan dilakukan dengan pengaspalan ulang atau overlay di sejumlah bagian ruas Jalan Pesisir. Pembangunan ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Pekanbaru dalam membenahi infrastruktur jalan, termasuk di wilayah pinggiran kota.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pembangunan Jalan Pesisir merupakan salah satu kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jalan Pesisir kita juga lakukan pembangunan jalan. Ini memang harapan masyarakat, sejak dibangun dulu belum pernah diperbaiki,&quot; kata Agung, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Agung, pembangunan infrastruktur di Kota Pekanbaru tidak hanya diarahkan ke kawasan pusat kota. Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap infrastruktur di wilayah pinggiran yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk pembangunan Jalan Pesisir tersebut, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran mencapai Rp11 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Agung berharap perbaikan jalan ini tidak hanya membuat akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan aman, tetapi juga mampu memperlancar mobilitas serta mendorong aktivitas ekonomi warga di sekitar kawasan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Harapannya dengan perbaikan ini mobilitas masyarakat semakin lancar dan perekonomian warga sekitar juga meningkat,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia menegaskan, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama Pemko Pekanbaru saat ini. Selain infrastruktur, pemerintah juga tengah memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sekarang kita fokus memperbaiki infrastruktur dan pendidikan,&quot; jelas Agung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/29206584584-2.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 19:35:59 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15491/belasan-tahun-tak-tersentuh-perbaikan-pemko-pekanbaru-aspal-jalan-pesisir-rumbai</guid></item><item><title>Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15490/cek-karhutla-meluas-kapolda-riau-dan-pangdam-tuanku-tambusai-turun-ke-siak</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Polda Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyusul tingginya temuan hotspot di sejumlah wilayah, Sabtu (5/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan laporan hotspot pagi ini, empat kabupaten menjadi perhatian. Indragiri Hulu (Inhu) tercatat memiliki 59 hotspot, Indragiri Hilir (Inhil) 48 hotspot, Pelalawan 22 hotspot dan Siak 20 hotspot.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo bahkan turun langsung mengecek penanganan Karhutla di areal PT Bumi Siak Pusako, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengecekan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan kesiapan personel, peralatan, proses pemadaman hingga pendinginan berjalan optimal.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Herry mengatakan keberadaan hotspot tidak serta&#45;merta menunjukkan seluruh titik tersebut merupakan kebakaran aktif. Karena itu, jajaran kewilayahan diperintahkan melakukan pengecekan langsung atau ground check.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Hari ini saya bersama Pangdam turun langsung melihat kondisi di Siak. Sementara untuk wilayah lain yang terpantau memiliki hotspot, jajaran sudah kita minta melakukan pengecekan di lapangan. Setiap indikasi harus segera ditindaklanjuti agar api tidak sampai meluas,&quot; kata Herry.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, apabila dari hasil pengecekan ditemukan api, personel harus segera melakukan pemadaman dan dilanjutkan dengan pendinginan hingga lokasi benar&#45;benar dinyatakan aman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tersebut dinilai penting, terutama di kawasan gambut yang memiliki karakteristik bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kondisi Karhutla sangat dinamis. Kita tidak boleh menunggu api membesar baru bergerak. Begitu ada hotspot, cek. Kalau ditemukan api, segera padamkan dan pastikan pendinginannya tuntas,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hingga 4 September 2026, luas lahan yang tercatat terbakar di Provinsi Riau mencapai 5.865,32 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kondisi tersebut membuat upaya pencegahan kembali diperkuat, terutama di desa&#45;desa rawan Karhutla, kawasan perkebunan, lahan gambut dan lokasi yang sebelumnya pernah terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Herry juga menyoroti masih adanya masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, sosialisasi mengenai larangan membakar lahan diminta dilakukan secara masif hingga tingkat desa dan dusun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bhabinkamtibmas bersama Babinsa akan menjadi ujung tombak pencegahan dengan turun langsung menemui masyarakat, kelompok tani hingga pemilik lahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sosialisasi dilakukan melalui kegiatan sambang dan door to door, patroli dialogis, kegiatan di tempat ibadah maupun ruang publik, serta pengecekan kembali plang larangan membakar di wilayah rawan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pencegahan harus dimulai sebelum muncul api. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa harus mengetahui kondisi wilayah dan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. TNI&#45;Polri bersama pemerintah harus hadir sampai ke tingkat desa,&quot; tegas Herry.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Herry menekankan pendekatan kepada masyarakat tidak boleh hanya sebatas larangan membakar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, masyarakat yang perlu membuka maupun membersihkan lahan harus diberikan edukasi dan pendampingan agar kegiatan tersebut dilakukan tanpa menggunakan api.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jajaran di wilayah juga diminta membantu mencarikan alternatif sesuai kondisi setempat, termasuk dukungan peralatan apabila memungkinkan dan diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kita tidak ingin hanya datang dan mengatakan tidak boleh membakar. Kita juga harus memberikan solusi. Masyarakat tetap bisa mengelola lahannya, tetapi dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan Karhutla,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla tetap berjalan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran telah menangani 41 kasus Karhutla dan menetapkan 44 orang sebagai tersangka.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setiap lokasi kebakaran akan didalami untuk mengetahui penyebab serta pihak yang bertanggung jawab. Jika ditemukan unsur pidana, proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Pencegahan kita perkuat, pemadaman kita lakukan maksimal, tetapi penegakan hukum tetap berjalan. Kalau ditemukan unsur pidana, tentu akan kita proses,&quot; tegas Herry.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel TNI&#45;Polri dan tim gabungan yang terus menangani Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apresiasi disampaikan kepada BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pemerintah daerah, perusahaan, relawan hingga masyarakat yang terlibat dalam penanganan Karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Herry, sinergi Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait akan terus diperkuat, baik dalam pemadaman maupun pencegahan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Fokus kita sekarang adalah mencegah kebakaran baru, memadamkan setiap api yang ditemukan dan memastikan tidak ada kebakaran yang meluas. Pada saat yang sama, keselamatan dan kesehatan seluruh personel yang bekerja di lapangan juga harus kita jaga,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/95302689704-1.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 19:33:40 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15490/cek-karhutla-meluas-kapolda-riau-dan-pangdam-tuanku-tambusai-turun-ke-siak</guid></item><item><title>Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15489/tim-sar-gabungan-temukan-korban-tabrakan-dua-speedboat-di-perairan-sialang-pasung</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM&lt;/strong&gt;&#45;&#45;Pencarian terhadap Bima Zulkarnain, korban kecelakaan laut yang melibatkan dua speedboat di Perairan Selat Air Hitam, Kepulauan Meranti, akhirnya membuahkan hasil. Setelah tiga hari disisir tim SAR gabungan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (5/9) sekitar pukul 10.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://bedelau.com/gambar/images/6a9bc3ec20d70.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bima ditemukan di perairan Desa Sialang Pasung, Kepulauan Meranti. Lokasi penemuan berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan yang terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kecelakaan tersebut melibatkan SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak kejadian, pencarian terhadap Bima terus dilakukan dengan menyisir kawasan perairan di sekitar lokasi kejadian hingga area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., melalui Kasat Polairud IPTU Abdul Roni, S.H., membenarkan bahwa korban yang sebelumnya dinyatakan belum ditemukan akhirnya berhasil dievakuasi. &quot;Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sialang Pasung,&quot; ujar Abdul Roni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pencarian pada hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan terlebih dahulu melakukan pengecekan personel dan sarana pendukung, kemudian membagi sektor pencarian sebelum bergerak menyisir perairan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebanyak 21 personel terlibat dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari lima personel Satpolairud Polres Kepulauan Meranti, tiga personel Ditpolairud Polda Riau, dua personel TNI AL, lima personel Basarnas, serta enam anggota keluarga korban.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://bedelau.com/gambar/images/6a9bc3fe8bfd4.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyisiran tidak dilakukan secara sembarangan. Tim memperhitungkan kondisi arus, cuaca, serta karakteristik perairan untuk memperkirakan kemungkinan arah hanyut korban.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hingga akhirnya, sekitar pukul 10.00 WIB, informasi keberadaan korban diterima tim. Setelah dilakukan pengecekan, korban yang ditemukan diduga kuat merupakan Bima Zulkarnain.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Korban ditemukan pada koordinat 1° 1&apos; 35.097&quot; N, 102° 41&apos; 26.170&quot; E. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Bima diketahui berusia 28 tahun. Korban merupakan warga Parit I/II Sungai Apit, Kabupaten Siak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan ditemukannya Bima, pencarian terhadap korban yang hilang dalam kecelakaan laut tersebut dinyatakan selesai. Selanjutnya, tim gabungan berkoordinasi dengan keluarga dan instansi terkait untuk proses identifikasi serta penanganan korban.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Abdul Roni mengatakan, seluruh rangkaian pencarian hingga evakuasi berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://bedelau.com/gambar/images/6a9bc40dbc766.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kecelakaan laut antara SB Eagle 11 dan SB Four Brother 03 sendiri terjadi pada Kamis (3/9) sekitar pukul 15.10 WIB di Perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi. Sejak laporan kecelakaan diterima, pencarian dilakukan secara berkelanjutan oleh tim SAR gabungan hingga korban terakhir ditemukan pada hari ketiga.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/91523759351-img-20260905-wa0008.jpg"/><pubDate>Sat, 05 Sep 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15489/tim-sar-gabungan-temukan-korban-tabrakan-dua-speedboat-di-perairan-sialang-pasung</guid></item><item><title>Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15488/pelebaran-jalan-tuanku-tambusai-ditargetkan-rampung-desember-simpang-ska-bakal-ditutup</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR&#45;PKPP) Riau mulai melakukan persiapan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tahap awal pekerjaan ditandai dengan pembongkaran puluhan pohon di sekitar lokasi pelebaran. Pohon&#45;pohon tersebut tidak ditebang, melainkan dipindahkan dan akan ditanam kembali di kawasan Tenayan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR&#45;PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan pekerjaan fisik pelebaran jalan baru dilakukan setelah proses pemindahan pohon selesai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,&quot; kata Zulfahmi, Kamis (3/9/2026).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menjelaskan, pelebaran akan dilakukan pada ruas Jalan Tuanku Tambusai di sekitar Rumah Sakit Hermina. Nantinya, jalan tersebut memiliki lebar 14 meter untuk masing&#45;masing arah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali dua jalur. Dengan masing&#45;masing empat lajur,&quot; ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pekerjaan pelebaran jalan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Setelah proyek rampung, Pemprov Riau berencana melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses lampu lalu lintas di Simpang SKA sebelum memasuki 2027.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,&quot; katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;strong&gt;Urai Kemacetan Simpang SKA&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;Zulfahmi mengatakan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai sekaligus rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai upaya mengurai kemacetan di persimpangan Jalan Soekarno&#45;Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai atau Simpang SKA Pekanbaru.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;https://www.riauterkini.com/berita/info_grafis_ rekayasa_lalin.jpeg&quot;&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, kawasan tersebut kerap mengalami antrean kendaraan panjang, terutama pada jam sibuk dan akhir pekan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam&#45;jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,&quot; ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan pelebaran jalan dan perubahan pola arus lalu lintas, Pemprov Riau berharap kapasitas jalan di kawasan tersebut meningkat sehingga mampu mengurangi kepadatan kendaraan dan memperlancar mobilitas masyarakat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Jika sesuai target, pekerjaan fisik pelebaran dituntaskan sebelum pergantian tahun dan penutupan Simpang SKA mulai diberlakukan menjelang 2027.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/36371388441-5.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:44:45 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15488/pelebaran-jalan-tuanku-tambusai-ditargetkan-rampung-desember-simpang-ska-bakal-ditutup</guid></item><item><title>Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15487/polisi-tangkap-9-tersangka-penyerangan-warga-rohul-pelaku-dibayar-rp300-ribu</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangkap 9 pelaku penyerangan terhadap pilihan warga di Kecamatan&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasubdit Jatanras Direktorat Resere Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau AKBP Roy Noor mengatakan penanganan perkara tersebut dilakukan Subdit 3, setelah diambil alih dari Polres Rohul.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Penanganan perkara pencurian dengan kekerasan yang dilaporkan di Polsek Tambusai Utara, sudah diambil alih oleh Polda Riau. Dalam penyidikan, polisi telah memeriksa 17 orang saksi dan mengamankan sembilan tersangka&quot; jelas Roy, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari tangan para tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam, senapan angin, serta pistol softgun berbentuk pistol.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy mengungkapkan, dari sembilan tersangka yang diamankan, satu orang diduga berperan sebagai penerima dana yang kemudian diteruskan kepada delapan tersangka lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Roy, berdasarkan keterangan sementara para tersangka, mereka diperintahkan untuk mengusir para korban dari kawasan Afdeling 15, 19, dan 21.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para tersangka juga disebut mendapatkan bayaran untuk menjalankan aksi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Rata&#45;rata dibayar Rp300 ribu per kepala, dari keterangan sementara yang dari sembilan orang,&quot; ungkap Roy.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy menjelaskan, pihaknya tidak hanya mendalami peran sembilan tersangka yang telah diamankan, tetapi juga memburu pihak yang diduga berada di balik perintah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Untuk sementara kita memang masih mengejar aktor intelektual,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pita di Lengan Jadi Penanda Kelompok&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam aksi penyerangan tersebut, para pelaku disebut menggunakan pita yang dipasang di lengan kanan dan kiri.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy menjelaskan, berdasarkan keterangan tersangka, pita tersebut digunakan sebagai tanda untuk membedakan anggota kelompok pelaku agar tidak salah sasaran saat menjalankan aksinya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Ini sebagai tanda untuk para pihak yang bagian dari pelaku bahwa itu bagian dari mereka. Jadi intinya tidak salah sasaran pada saat kejadian,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut dalam aksi tersebut. Penyidikan dilakukan bersama tim Polda Riau dan Polres Rohul.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasus tersebut bermula dari penyerangan terhadap warga yang berada di kawasan perkebunan kelapa sawit di Tambusai Utara pada Jumat (14/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebanyak 25 warga jadi korban.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sejumlah korban mengalami luka pada bagian kepala, tangan, kaki, rusuk hingga mata. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapatkan perawatan dan menjalani visum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sehari setelah kejadian, sejumlah korban mendatangi Polsek Tambusai Utara untuk melaporkan kasus tersebut sekaligus menjalani pemeriksaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy memastikan kondisi para korban saat ini mulai membaik. &quot;Untuk para korban sudah bisa keluar dari rumah sakit, klinik juga. Sudah dilakukan pemeriksaan. Sudah mulai membaik intinya,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyerangan tersebut terjadi di tengah persoalan pengelolaan lahan perkebunan yang melibatkan masyarakat dan PT Agrinas Palma Nusantara.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Juru bicara masyarakat Abdul Azis, sebelumnya menyebut konflik berkaitan dengan pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat di kawasan Afdeling 19 dan 21.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Masyarakat juga menduga adanya keterlibatan pihak perusahaan dalam penyerangan tersebut. Namun, Polda Riau belum menyimpulkan pihak yang menjadi aktor intelektual di balik aksi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy mengatakan penyidik masih fokus pada laporan dugaan pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Untuk sementara memang fokus penanganan penyidikan ini pada LP yang sudah dibuat terkait dengan Pasal 365 ayat 1 maupun ayat 2 itu,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Terkait informasi mengenai surat dari pihak perusahaan kepada Polres Rohul sebelum kejadian, polisi juga masih melakukan pendalaman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Roy mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Rohul dan Polsek Tambusai Utara untuk memastikan keberadaan serta isi surat yang dimaksud. &quot; Itu akan kami dalami lebih lanjut,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/47136088661-4.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:39:57 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15487/polisi-tangkap-9-tersangka-penyerangan-warga-rohul-pelaku-dibayar-rp300-ribu</guid></item><item><title>Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15486/pertamina-tegaskan-beli-bbm-tak-perlu-tunjukkan-stnk</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;&#45;PT Pertamina Patra Niaga menegaskan masyarakat tidak diwajibkan menunjukkan STNK saat membeli BBM di SPBU. Ketentuan pembelian BBM tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa informasi mengenai kewajiban menunjukkan STNK sebagai syarat untuk pembelian BBM di SPBU bukan merupakan kebijakan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menanggapi informasi yang telah berkembang luas dan menimbulkan keresahan di masyarakat, Pertamina Patra Niaga memutuskan untuk membatalkan rencana implementasi mekanisme tersebut. Ketentuan pembelian BBM tetap mengacu pada regulasi dan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyampaikan perusahaan sangat memperhatikan respons dan masukan masyarakat atas informasi yang tersebar dari wilayah Sumatera Selatan dan meluas sehingga menjadi pembahasan secara Nasional, dan menimbulkan ketidaknyamanan pada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami memahami respons dan perhatian masyarakat terhadap informasi yang beredar. Untuk itu, kami meminta Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan untuk membatalkan implementasi mekanisme tersebut. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat informasi yang berkembang dan menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak secara Nasional,&quot; ujar Kitty dalam siaran pers yang diterima CAKAPLAH.com, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pertamina Patra Niaga memastikan setiap kebijakan terkait penyaluran BBM yang berkaitan dengan masyarakat akan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan regulator, khususnya BPH Migas, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap lembaga penyalur.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sepanjang Januari hingga 3 September 2026, Pertamina Patra Niaga telah melakukan pembinaan kepada lebih dari 900 SPBU di seluruh wilayah operasional.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Apabila terbukti terdapat pelanggaran, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran, mulai dari peringatan tertulis, skorsing, hingga pemutusan hubungan usaha. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mendorong penindakan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain pengawasan di lapangan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan melalui penggunaan QR Code Subsidi Tepat pada aplikasi MyPertamina untuk mendukung penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang berhak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/5682386696-3.jpeg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:35:46 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15486/pertamina-tegaskan-beli-bbm-tak-perlu-tunjukkan-stnk</guid></item><item><title>Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15485/janji-loloskan-anak-masuk-ipdn-warga-pekanbaru-ditipu-rp600-juta</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Seorang pria berinisial ID diamankan polisi di Pekanbaru terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan dapat membantu meloloskan anak korban masuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan ID diamankan pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan atau penggelapan yang terjadi pada 7 Juni 2025.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Telah diamankan satu orang laki&#45;laki yang diduga sebagai pelaku tindak pidana penipuan dan atau penggelapan,&quot; kata Anggi, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peristiwa tersebut bermula pada Mei 2025. Korban berinisial JL disebut dikenalkan kepada ID oleh seseorang berinisial I.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Setelah mendapatkan nomor telepon ID, korban kemudian berkomunikasi dengannya terkait rencana memasukkan anak korban ke IPDN.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Dalam komunikasi tersebut, ID diduga menjanjikan bisa membantu meloloskan anak korban masuk IPDN. Untuk keperluan tersebut, korban diminta menyediakan uang sebesar Rp 600 juta,&quot; ujar Anggi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada 7 Juni 2025, korban bertemu dengan ID di rumahnya. Dalam pertemuan tersebut, korban menyerahkan uang secara bertahap sebanyak dua kali.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut polisi, korban dan ID disebut memiliki kesepakatan bahwa uang tersebut akan dikembalikan seluruhnya apabila anak korban dinyatakan tidak lolos masuk IPDN.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Korban dan ID disebut memiliki kesepakatan bahwa uang tersebut akan dikembalikan seluruhnya apabila anak korban dinyatakan tidak lolos masuk IPDN,&quot; terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, pada 12 Agustus 2025, anak korban dinyatakan tidak lulus seleksi IPDN.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Korban kemudian meminta agar uang sebesar Rp600 juta yang telah diserahkan kepada ID dikembalikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Perkara tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Barang bukti itu di antaranya satu lembar kuitansi penyerahan uang, satu lembar surat pernyataan serta satu lembar rekening koran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Atas perbuatannya, ID diduga dijerat Pasal 492 dan/atau Pasal 486 Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang&#45;Undang Hukum Pidana (KUHP),&quot; tutup Kasat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/48880909244-1.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:32:57 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15485/janji-loloskan-anak-masuk-ipdn-warga-pekanbaru-ditipu-rp600-juta</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15484/pemko-pekanbaru-perketat-pengawasan-aktivitas-lgbt-yang-meresahkan-ditindak</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, termasuk dugaan pesta LGBT yang berlangsung di tempat hiburan malam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Langkah tegas Pemko Pekanbaru ini mencuat setelah sekelompok orang diduga menggelar pesta LGBT di New Paragon KTV, Pool and Cafe pada akhir Januari 2026. Aktivitas tersebut kemudian menjadi sorotan karena dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebagai tindak lanjut, Pemko Pekanbaru menghentikan sementara aktivitas tempat hiburan malam tersebut. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru bahkan sempat melakukan penyegelan terhadap pintu depan lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan pemerintah masih menerima laporan masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kami masih menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas LGBT di Kota Pekanbaru ini,&quot; tegas Markarius, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, pemerintah tidak akan membiarkan aktivitas yang dinilai menimbulkan keresahan berlangsung tanpa tindakan. Pemko Pekanbaru, kata dia, siap melakukan penertiban hingga mengambil langkah hukum apabila aktivitas tersebut memenuhi unsur pelanggaran.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Apalagi Presiden RI, Prabowo Subianto juga sudah menetapkan penyebaran LGBT merupakan satu ancaman non militer di Indonesia,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Markarius memastikan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum akan ditindak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Kalau memang meresahkan, kita siap mengambil tindakan hukum,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Markarius juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan sosial maupun kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia turut menyinggung persoalan HIV di Pekanbaru. Menurutnya, kelompok lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL) merupakan salah satu kelompok yang berkontribusi terhadap penularan HIV di Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sisi lain, Satpol PP Kota Pekanbaru memastikan pengawasan terhadap tempat hiburan malam terus diperketat. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasatpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, mengingatkan seluruh pengelola tempat hiburan malam agar bertanggung jawab mengawasi operasional usahanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengelola diminta memastikan tempat hiburan tidak menjadi lokasi peredaran narkoba maupun kegiatan lain yang melanggar ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Sekarang yang jadi persoalan bukan cuma narkoba, tapi LGBT,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Satpol PP pun terus menyisir sejumlah lokasi, terutama tempat hiburan malam yang dinilai rawan. Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru menjaga ketertiban dan memastikan tempat hiburan malam beroperasi sesuai aturan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan pengawasan yang diperketat, Pemko Pekanbaru menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap aktivitas di tempat hiburan yang dinilai mengganggu ketenteraman masyarakat. Pemerintah juga membuka ruang bagi laporan warga sebagai dasar untuk melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/58221213891-2.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:32:10 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15484/pemko-pekanbaru-perketat-pengawasan-aktivitas-lgbt-yang-meresahkan-ditindak</guid></item><item><title>Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15483/alhafiz-kh-ariful-makhali-hadir-di-bahar-mulya-kades-m-saidiner-tegaskan-dukungan-untuk-palestina</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MUARO JAMBI, BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; — Safari dakwah bersama Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., berlangsung di Desa Bahar Mulya, Kecamatan Bahar Mulya, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Bahar Mulya M. Saidiner, Kepala Desa Talang Datar Syamsul Hadi, Ketua BKMT Ibu Istiyah, para ulama, tokoh agama serta masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam sambutannya, Kepala Desa Bahar Mulya M. Saidiner menyampaikan dukungan terhadap kegiatan dakwah sekaligus kepedulian kepada masyarakat Palestina yang hingga kini masih menghadapi kondisi yang memprihatinkan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;M. Saidiner mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menunjukkan kepedulian terhadap Palestina, baik melalui doa maupun bantuan kemanusiaan sesuai kemampuan masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, kepedulian terhadap Palestina bukan hanya persoalan jarak dan wilayah, tetapi merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sementara itu, Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali dalam tausiyahnya mengajak jamaah meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak melupakan penderitaan masyarakat Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pesan kepedulian Palestina tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) Pekanbaru melalui Program Peduli Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan safari dakwah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Kehadiran para ulama, kepala desa, pengurus BKMT dan masyarakat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian sosial.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat dakwah dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat, termasuk dukungan kemanusiaan bagi saudara&#45;saudara di Palestina.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/87354827398-img-20260904-wa0099.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 21:28:43 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15483/alhafiz-kh-ariful-makhali-hadir-di-bahar-mulya-kades-m-saidiner-tegaskan-dukungan-untuk-palestina</guid></item><item><title>KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15482/kh-ariful-makhali-hadir-di-sma-negeri-3-muaro-jambi-laksanakan-salat-istisqa-dan-ceramah-maulid-nabi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MUARO JAMBI &#45; BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; — Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dalam rangkaian kegiatan keagamaan berupa Salat Istisqa dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat, Kepala SMA Negeri 3 Muaro Jambi Haris Haikal, Bhabinkamtibmas, guru agama Ustaz Muhammad Toni, para guru serta para siswa dan siswi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama kepada Allah SWT agar diturunkan hujan yang membawa manfaat serta diberikan keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Usai Salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., menyampaikan tausiyah di hadapan keluarga besar SMA Negeri 3 Muaro Jambi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam ceramahnya, KH. Ariful Makhali mengajak para pelajar untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, terutama dalam membangun akhlak, menghormati orang tua dan guru, menjaga pergaulan serta bersungguh&#45;sungguh dalam menuntut ilmu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kalau kita mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus diwujudkan dalam akhlak dan perilaku. Hormati orang tua, muliakan guru, rajin belajar dan jadilah generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan sesama,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Safari Dakwah Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) Pekanbaru melalui Program Peduli Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam rangkaian tersebut, Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., menjadi salah satu wasilah dalam menyampaikan pesan kepedulian terhadap Palestina. Para pelajar juga diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang tengah menghadapi persoalan kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Guru agama SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Ustaz Muhammad Toni, turut mendampingi rangkaian kegiatan bersama para guru dan siswa. Kehadiran tokoh agama, unsur pemerintahan dan pihak sekolah menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan serta karakter para pelajar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala SMA Negeri 3 Muaro Jambi Haris Haikal bersama jajaran guru dan para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui momentum Maulid Nabi, Salat Istisqa dan Program Peduli Palestina tersebut, para pelajar diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW, memiliki akhlak yang baik serta tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan sosial dan kemanusiaan.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/2134415209-img-20260904-wa0033.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 14:04:15 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15482/kh-ariful-makhali-hadir-di-sma-negeri-3-muaro-jambi-laksanakan-salat-istisqa-dan-ceramah-maulid-nabi</guid></item><item><title>Jum’at Berkah Subuh Kembali Berlanjut di Meureudu, Peduli Marbot dan Pembersih Jalan</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15481/jum’at-berkah-subuh-kembali-berlanjut-di-meureudu-peduli-marbot-dan-pembersih-jalan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; – Rangkaian kegiatan Jum’at Berkah Subuh kembali berlanjut di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Masjid Baitul Maghfirah, Gampong Blang Awee, Jumat (4/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan tersebut dikoordinatori Iskandar Idris dan menjadi bagian dari rangkaian Jum’at Berkah Subuh yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah masjid di wilayah Kecamatan Meureudu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tidak hanya menghidupkan suasana Subuh dengan salat berjamaah dan silaturahmi bersama jamaah, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada marbot Masjid Baitul Maghfirah serta petugas pembersih jalan di Kecamatan Meureudu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemberian perhatian tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap mereka yang selama ini bekerja menjaga kebersihan, kenyamanan dan fasilitas yang digunakan masyarakat setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Marbot memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesiapan masjid, sementara petugas pembersih jalan turut menjaga lingkungan dan fasilitas umum agar tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Suasana kegiatan di Masjid Baitul Maghfirah Gampong Blang Awee berlangsung dalam nuansa kebersamaan. Jamaah mengikuti rangkaian kegiatan Subuh sekaligus mempererat silaturahmi antara masyarakat, pengurus masjid, marbot dan para petugas kebersihan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jum’at Berkah Subuh diharapkan terus berlanjut dari masjid ke masjid di Kecamatan Meureudu, sehingga semangat memakmurkan masjid dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial terhadap masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin tumbuh kesadaran untuk saling berbagi, menghargai dan memperhatikan mereka yang setiap hari bekerja memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/56883854683-img-20260904-wa0005.jpg"/><pubDate>Fri, 04 Sep 2026 07:13:56 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15481/jum’at-berkah-subuh-kembali-berlanjut-di-meureudu-peduli-marbot-dan-pembersih-jalan</guid></item><item><title>Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA. Beri Tausiyah kepada Santri Nurul Iman Muaro Jambi</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15480/alhafiz-kh-ariful-makhali-mh-sqi-cmq-cma-beri-tausiyah-kepada-santri-nurul-iman-muaro-jambi</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MUARO JAMBI, BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; — Pondok Pesantren Nurul Iman Muaro Jambi menggelar kegiatan tausiyah bersama Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., Kamis (3/9/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB tersebut diikuti para santri dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Iman. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) Pekanbaru sebagai bagian dari kegiatan dakwah dan kepedulian sosial.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman, Nyai Hj. Raden Ayu Siti Bachriyah Al&#45;Khafidzah, turut hadir bersama para ustadz dan ustadzah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam tausiyahnya, KH. Ariful Makhali menyampaikan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Para santri dan santriwati diajak memanfaatkan masa belajar di pesantren dengan sebaik&#45;baiknya serta menjaga adab kepada guru dan orang tua.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia juga mengingatkan bahwa menuntut ilmu membutuhkan kesabaran, ketekunan dan keikhlasan. Pendidikan di pesantren tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak dan kepribadian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di sela kegiatan, para santri dan santriwati juga menyaksikan pemutaran video mengenai kondisi Palestina. Tayangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyampaikan pesan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Para santri menyaksikan tayangan tersebut dengan penuh perhatian. Momentum itu menjadi pengingat agar generasi muda memiliki kepedulian terhadap penderitaan sesama dan turut mendoakan saudara&#45;saudara yang mengalami kesulitan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para santri dan santriwati mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para santri semakin bersungguh&#45;sungguh dalam menuntut ilmu, menjaga adab serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap sesama.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/31041552454-img-20260903-wa0126.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 23:09:55 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15480/alhafiz-kh-ariful-makhali-mh-sqi-cmq-cma-beri-tausiyah-kepada-santri-nurul-iman-muaro-jambi</guid></item><item><title>Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15479/bawa-1020-tanda-tangan-warga-rupat-desak-imigrasi-deportasi-wn-malaysia-chua-cin-heng</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Persoalan konflik agraria yang melibatkan warga di Kecamatan Rupat kembali mencuat. Kali ini, tokoh masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Warga Tiga Desa mendatangi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bengkalis, Kamis (3/9/26).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kedatangan warga dari Desa Darul Aman, Batu Panjang dan Tanjung Kapal tersebut untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendesak Imigrasi melakukan tindakan terhadap Chua Cin Heng, warga negara Malaysia yang dinilai masyarakat telah menimbulkan keresahan terkait konflik lahan di Rupat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam pertemuan itu, masyarakat menyerahkan laporan beserta berkas dukungan yang memuat sedikitnya 1.020 tanda tangan warga. Mereka meminta Chua Cin Heng dideportasi dan dimasukkan dalam daftar penangkalan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masyarakat juga meminta pihak Imigrasi melakukan kajian dari aspek keimigrasian terkait keberadaan, izin tinggal, serta aktivitas Chua Cin Heng selama berada di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kedatangan warga didampingi penasihat hukum, Dr Elviriadi. Mereka diterima Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Bengkalis, I Ketut Wedha Andi Nata Lona, bersama sejumlah pejabat Imigrasi lainnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Elviriadi mengatakan, persoalan yang melibatkan Chua Cin Heng bukan merupakan konflik baru. Menurutnya, polemik tersebut telah muncul sejak 1999 dan kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Ini sudah dari tahun 1999 mulai viral saudara Chua sampai 2026. Ada upaya pengambilan lahan masyarakat melalui skema kelompok tani yang sebenarnya tidak ada landasan hukum,” kata Elviriadi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia mengungkapkan, dalam sekitar dua bulan terakhir kembali muncul dugaan upaya penguasaan lahan yang selama ini dikuasai atau digarap masyarakat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Sudah dua bulan lalu mereka datang lagi untuk pengambilan lahan. Ini harus serius kita tangani. Saya mendukung masyarakat karena masyarakat tidak punya jaringan,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Elviriadi juga menyinggung dugaan adanya upaya penguasaan lahan yang dikaitkan dengan hubungan perkawinan Chua dengan seorang warga setempat bernama Siti Azizah. Namun, ia menegaskan persoalan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi di tingkat kecamatan. Namun, ia menilai belum terdapat langkah tegas pemerintah untuk menyelesaikan polemik tersebut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Ini sangat meresahkan. Sepertinya belum ada sikap tegas dari pemerintah,” katanya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menambahkan, Chua Cin Heng diketahui memiliki izin tinggal di Indonesia. Karena itu, pihaknya meminta Imigrasi memeriksa secara menyeluruh status dan aktivitas WN Malaysia tersebut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Warga Khawatir Konflik Membesar&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketua Solidaritas Warga Tiga Desa, Afrizal, mengatakan keresahan masyarakat kembali muncul setelah adanya orang&#45;orang yang menurut masyarakat diduga diperintah untuk mengambil alih lahan yang selama ini dikuasai atau digarap warga.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Mereka mengutus orang untuk melakukan pengambilan lahan. Orang&#45;orang dia bilang ke masyarakat, &quot;stop, ini punya Chua Chin&quot;,” ujar Afrizal.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia khawatir apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani, konflik di tengah masyarakat akan semakin besar.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kalau ini dibiarkan bisa membesar. Hari ini kami berharap ada tindakan cepat. Kami khawatirnya ada tindakan masyarakat yang anarkis,” katanya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Imigrasi Tegaskan Sengketa Lahan Bukan Kewenangannya&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Imigrasi Bengkalis, I Ketut Wedha Andi Nata Lona, mengatakan pihaknya menerima laporan dan aspirasi masyarakat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, ia menegaskan bahwa persoalan kepemilikan maupun sengketa lahan bukan merupakan kewenangan Imigrasi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kami menerima baik warga masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi. Namun berkaitan dengan persoalan agrarianya, itu bukan ranah kami,” ujarnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkait status keimigrasian Chua Cin Heng, Ketut mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya pernah mempertimbangkan tindakan deportasi terhadap WN Malaysia tersebut karena persoalan administrasi keimigrasian.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Chua Chin ini dulu sempat ingin kami deportasi karena tidak melapor. Namun karena ada penyesuaian kementerian, dia mendapat diskresi,” jelasnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski demikian, Imigrasi Bengkalis memastikan laporan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran keimigrasian, tindakan akan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;“Kami akan bertindak adil dan bijaksana sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. Sampaikan salam kami kepada masyarakat. Pasti kami panggil Chua,” tegas Ketut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia menambahkan, penyelesaian konflik agraria tetap menjadi kewenangan instansi terkait. Sementara Imigrasi akan berfokus pada aspek keimigrasian, termasuk legalitas izin tinggal dan aktivitas Chua Cin Heng selama berada di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan adanya laporan tersebut, masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait dapat segera mengambil langkah untuk mencegah konflik agraria di Rupat semakin meluas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, Cua Chin Heng ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler oleh awak media untuk dikonfirmasi belum memberikan jawaban.*&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/82588864605-6.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:37:44 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15479/bawa-1020-tanda-tangan-warga-rupat-desak-imigrasi-deportasi-wn-malaysia-chua-cin-heng</guid></item><item><title>Yusril Tegaskan Hukum Tak Boleh Tebang Pilih, Termasuk Jika Ormas Terbukti Terlibat Kericuhan</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15478/yusril-tegaskan-hukum-tak-boleh-tebang-pilih-termasuk-jika-ormas-terbukti-terlibat-kericuhan</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan penanganan hukum terhadap kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 harus dilakukan tanpa pandang bulu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Siapa pun yang nantinya terbukti melakukan tindak pidana harus diproses sesuai hukum, baik perorangan, kelompok, maupun organisasi kemasyarakatan (ormas).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Yusril mengatakan aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi setelah aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyelidikan tersebut antara lain berkaitan dengan meninggalnya Bambang serta dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa kelas 12 bernama Faturrohman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Polda Metro Jaya kini sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut,” kata Yusril dalam keterangannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurut Yusril, aparat tidak hanya perlu mengungkap siapa yang melakukan kekerasan di lapangan. Penyidik juga harus menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menyuruh atau menggerakkan terjadinya tindakan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Pendalaman sedang dilakukan untuk sampai pada kesimpulan siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan. Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Termasuk Ormas Jika Terbukti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penegasan Yusril berarti proses hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku yang melakukan tindakan secara langsung.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Jika dalam penyelidikan ditemukan bukti adanya keterlibatan kelompok atau pihak tertentu yang mengorganisasi, mengarahkan, atau melakukan tindak pidana, keterlibatan tersebut juga harus ditelusuri berdasarkan alat bukti yang sah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Hal yang sama berlaku apabila seseorang yang terlibat diketahui memiliki hubungan dengan sebuah ormas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Namun, Yusril menegaskan aparat tidak boleh menuduh seseorang atau organisasi tanpa bukti.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu,” kata Yusril.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dengan demikian, keterlibatan ormas maupun organisasi tertentu tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sebaliknya, apabila penyidik menemukan bukti yang cukup mengenai keterlibatan pihak tertentu, proses hukum harus dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kericuhan Terjadi Setelah Demo&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Yusril menjelaskan, peristiwa penganiayaan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia serta penganiayaan terhadap Faturrohman terjadi setelah para pendemo meninggalkan kawasan Gedung DPR.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pada saat itu, terjadi bentrokan antarkelompok warga di kawasan Pejompongan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Karena itu, Yusril meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri maupun melakukan aksi balasan yang berpotensi memicu kekerasan baru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia meminta seluruh pihak memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap perkara tersebut secara objektif.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Yusril juga mengapresiasi mahasiswa dan peserta demonstrasi yang menyampaikan aspirasi secara damai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap harus dihormati. Namun, kebebasan menyampaikan aspirasi tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan atau tindak pidana.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tunggu Hasil Penyelidikan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Yusril mengajak seluruh komponen masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemerintah, kata dia, menyerahkan proses pengungkapan perkara kepada aparat penegak hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap secara terang siapa yang melakukan kekerasan, siapa yang memerintahkan atau menggerakkan apabila memang ada, serta pihak mana saja yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Prinsipnya, hukum harus berlaku sama kepada setiap orang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tidak boleh ada pihak yang diproses hanya karena tekanan publik, tetapi tidak boleh pula ada pihak yang lolos dari pertanggungjawaban apabila keterlibatannya terbukti secara hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Termasuk apabila dalam proses penyelidikan nantinya ditemukan keterlibatan anggota, kelompok, atau ormas tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“ Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang,” kata Yusril.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penegakan hukum yang berdasarkan bukti, transparan, dan tidak tebang pilih menjadi kunci agar penanganan kericuhan tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber; SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/16810513356-5.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:35:54 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15478/yusril-tegaskan-hukum-tak-boleh-tebang-pilih-termasuk-jika-ormas-terbukti-terlibat-kericuhan</guid></item><item><title>Beruang Liar Nongol di Dekat Rumah Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15477/beruang-liar-nongol-di-dekat-rumah-warga-bbksda-riau-pasang-perangkap</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Seekor beruang berkeliaran di sekitar permukiman warga Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Kemunculan satwa liar itu berlangsung sejak Sabtu malam hingga Rabu pagi, 2 September 2026. Situasi tersebut mendorong BBKSDA Riau mengirim tim ke lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas membawa &lt;i&gt;box trap &lt;/i&gt;untuk menangani keberadaan beruang tersebut. Tim tiba di lokasi pada Rabu dan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat. Petugas kemudian memeriksa sejumlah titik yang dilaporkan warga.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kemunculan beruang berlangsung cukup lama untuk membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Satwa itu dilaporkan berada di sekitar permukiman selama beberapa hari. Jalur pergerakannya kemudian menjadi perhatian petugas konservasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan laporan warga menjadi dasar penanganan. Petugas menerima informasi kemunculan beruang sejak Sabtu malam. Satwa tersebut masih terlihat hingga Rabu pagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Menurut laporan warga, beruang tersebut berada di sekitar permukiman sejak Sabtu malam hingga Rabu pagi,” kata Ujang, Kamis, 3 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tim kemudian menentukan lokasi pemasangan box trap berdasarkan potensi jalur kemunculan satwa. Perangkat tersebut dipasang pada titik yang dinilai strategis. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengamankan warga dan satwa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kemunculan beruang dekat permukiman memang bukan urusan yang bisa dianggap remeh. Satwa liar dapat berubah agresif ketika merasa terancam. Warga karena itu diminta menjaga jarak dari lokasi kemunculannya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas BBKSDA Riau juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kuntu. Warga diminta tidak mendekati beruang jika kembali terlihat. Mereka juga dilarang melakukan tindakan yang dapat memancing reaksi satwa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Imbauan tersebut penting karena rasa penasaran kadang lebih cepat berlari daripada akal sehat. Beruang bukan hewan peliharaan yang bisa diajak berfoto. Jarak aman menjadi pilihan paling masuk akal ketika satwa kembali muncul.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Warga juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri untuk mengusir beruang. Informasi mengenai kemunculan satwa perlu segera diteruskan kepada pihak berwenang. Laporan cepat dapat membantu petugas menentukan langkah berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Segera laporkan kepada perangkat desa atau pihak BKSDA jika kembali melihat keberadaan beruang,” pesan Ujang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pemasangan box trap kini menjadi strategi BBKSDA Riau menangani situasi tersebut. Petugas tetap memantau lokasi setelah perangkat dipasang. Penanganan diarahkan agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa membahayakan satwa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kemunculan beruang di sekitar permukiman juga mengingatkan warga soal ruang hidup satwa liar. Perubahan kondisi habitat dapat mendorong satwa mendekati kawasan manusia. Karena itu, kewaspadaan warga menjadi bagian penting dalam penanganan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk sementara, warga Desa Kuntu diminta tidak mengambil risiko. Jika beruang muncul lagi, jangan mendekat apalagi mengejar. Cukup laporkan lokasi kemunculannya dan biarkan petugas menangani tamu berbulu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/33913894346-4.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:33:55 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15477/beruang-liar-nongol-di-dekat-rumah-warga-bbksda-riau-pasang-perangkap</guid></item><item><title>Garap Kawasan Suaka Marga Satwa Giam Siak Kecil, Kakek 76 Tahun Ditangkap</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15476/garap-kawasan-suaka-marga-satwa-giam-siak-kecil-kakek-76-tahun-ditangkap</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Polres Bengkalis menetapkan pria berinisial JP (76) sebagai tersangka dugaan menduduki dan menggarap kawasan hutan tanpa izin yang sah di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penetapan tersangka tersebut merupakan pengembangan dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Km 75, Dusun II Tanjung Potai, Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Penetapan JP sebagai tersangka dilakukan setelah gelar perkara Rabu kemarin, Selasa, 2 Agustus,” terang Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian S Siregar, Kamis (3/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Fahrian menjelaskan, kasus bermula ketika polisi menerima informasi adanya titik api di wilayah Dusun II Tanjung Potai, Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Polisi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Di sana ditemukan aktivitas pembukaan lahan menggunakan dua unit alat berat serta bibit tanaman kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Petugas kemudian melakukan pengecekan terhadap status kawasan. Hasilnya, lokasi tersebut berada di dalam kawasan hutan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Berdasarkan hasil pengecekan penyidik, lokasi tersebut berada di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil,” kata Fahrian.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan aktivitas penggarapan lahan yang diduga dipersiapkan untuk perkebunan kelapa sawit.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Luas lahan yang direncanakan mencapai sekitar 270 hektare, sementara lahan yang telah dikerjakan diperkirakan sekitar 2 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;JP diamankan bersama sejumlah barang bukti, yakni dua unit ekskavator Hitachi PC 138 dan PC 110, satu unit chainsaw, serta enam bundel surat tanah berupa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) dengan total luas sekitar 246 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berdasarkan hasil pemeriksaan, JP disebut telah membeli lahan seluas 270 hektare dengan nilai sekitar Rp2,7 miliar pada 2024. Lahan tersebut kemudian diterbitkan surat tanah berbentuk SKGR dengan dasar surat hibah ninik mamak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Atas perkara ini, JP dijerat dengan sejumlah ketentuan pidana terkait konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, kehutanan, serta pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana tercantum dalam laporan penyidikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyidik masih melanjutkan proses hukum dengan memeriksa tersangka, melengkapi administrasi berkas perkara, mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Penyidik akan meminta keterangan ahli, termasuk ahli Laboratorium Forensik (Labfor) dan ahli perkebunan, untuk melengkapi proses penyidikan,&quot; ungkap Fahrian.***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/49953422865-3.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:28:44 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15476/garap-kawasan-suaka-marga-satwa-giam-siak-kecil-kakek-76-tahun-ditangkap</guid></item><item><title>Pemkab Siak Buka Sayembara Desain Logo Hari Jadi ke&#45;27, Ini Syaratnya</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15475/pemkab-siak-buka-sayembara-desain-logo-hari-jadi-ke27-ini-syaratnya</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) membuka sayembara desain logo hari jadi Siak ke&#45;27.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Masyarakat diajak menuangkan kreativitas melalui karya logo yang merepresentasikan budaya melayu, kearifan lokal, serta semangat kelestarian daerah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Logo yang dihasilkan diharapkan memiliki karakter yang kuat dan mampu menggambarkan identitas budaya melayu serta kearifan lokal,” ungkap Kadiskominfo Siak, Rozi Chandra, Kamis (3/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rozi mejelaskan, tema yang diusung dalam sayembara tersebut adalah “Siak Harmoni Melayu Lestari”. Peserta diwajibkan menyertakan deskripsi, makna, dan filosofi dari desain logo yang dibuat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk peserta wajib melampirkan bukti identitas berupa foto KTP Kabupaten Siak. Sementara peserta yang berusia di bawah 17 tahun atau masih berstatus pelajar dapat melampirkan Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga (KK).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya logo. Karya yang dikirim juga harus merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan secara komersial maupun diikutsertakan dalam sayembara serupa,” kata dia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain itu, peserta juga wajib membuat surat pernyataan bermaterai atau e&#45;meterai Rp10.000 yang menyatakan bahwa karya tersebut merupakan karya asli, bukan hasil Artificial Intelligence (AI), bukan modifikasi logo lain, dan bukan tiruan dari karya yang sudah ada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Silahkan masyarakat Kabupaten Siak, yang memiliki keterampilan dibidang desain mengikuti sayembara ini, kami akan menyiapkan hadiah bagi yang terpilih juara 1, 2 dan 3,” kata Rozi lagi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam surat pernyataan tersebut, peserta juga menyatakan tidak akan menggugat keputusan dewan juri. Surat pernyataan dapat diunduh melalui tautan yang telah disediakan panitia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari sisi teknis, desain logo harus dikirim dalam salah satu format file asli .ai, .psd, atau .cdr, serta hasil ekspor dalam format PDF, PNG, dan JPG. File harus memiliki resolusi tinggi dengan ketentuan 300 dpi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peserta juga diwajibkan mencantumkan kode warna yang digunakan dalam desain. Jika menggunakan font yang dibuat sendiri, font tersebut harus disertakan dalam folder pengiriman.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain desain utama, peserta wajib melampirkan panduan teknis pengaplikasian logo untuk berbagai media, seperti baliho, spanduk, banner, twib bon, media sosial, kaus, hingga mockup lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Seluruh berkas administrasi dan karya desain harus dikumpulkan dalam satu folder dengan format nama NAMALENGKAP_SAYEMBARALOGO27KABSIAK. Berkas tersebut kemudian dikirim melalui email sayembaralogohutsiak@gmail.com.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Berkas yang dikirim meliputi file logo asli, filosofi logo, identitas kependudukan, buku rekening Bank Riau Kepri Syariah atas nama peserta, surat pernyataan, serta NPWP jika ada.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Panitia menegaskan karya yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, SARA, dan politik tidak diperbolehkan. Peserta yang tidak memenuhi ketentuan administrasi maupun teknis dapat didiskualifikasi.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Adapun karya yang ditetapkan sebagai pemenang nantinya menjadi hak Pemerintah Kabupaten Siak. Pemerintah daerah juga memiliki hak untuk melakukan penyesuaian, perubahan, atau modifikasi terhadap desain logo terpilih.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Keputusan dewan juri dalam penentuan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Melalui sayembara tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya berkompetisi dalam kreativitas, tetapi juga ikut menghadirkan identitas visual yang merefleksikan karakter Kabupaten Siak pada momentum Hari Jadi ke&#45;27.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rozi Chandra mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dan menghasilkan karya terbaik yang mencerminkan semangat Siak Harmoni Melayu Lestari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Panitia akan menerima hasil karya sayembara di mulai tanggal 3 sampai dengan 10 September 2026. Selanjutnya, pada tanggal 11 sampai dengan 13 September 2026, panitia melakukan penilaian, sementara itu, untuk pengumuman pemenang dilakukan pada tanggal 15 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/33021481293-2.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:26:36 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15475/pemkab-siak-buka-sayembara-desain-logo-hari-jadi-ke27-ini-syaratnya</guid></item><item><title>Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Dimulai, Pemprov Riau Targetkan Rampung Desember Mendatang</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15474/pelebaran-jalan-tuanku-tambusai-dimulai-pemprov-riau-targetkan-rampung-desember-mendatang</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPR&#45;PKPP) Riau melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Di mana, saat ini telah dilakukan pembongkaran terhadap puluhan pohon di sekitar lokasi pelebaran, yang kemudian dipindahkan atau ditanam kembali di kawasan Tenayan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR&#45;PKPP Riau, Zulfahmi menyebutkan proses pelebaran jalan akan dilakukan setelah pemindahan pohon selesai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Saat ini, DLHK Kota Pekanbaru tengah melakukan pembongkaran pohon, yang nanti akan ditanam lagi di Tenayan. Kalau sudah selesai, baru kita kerja untuk pelebaran,&quot; katanya, Kamis (3/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dikatakan Zulfahmi, nantinya pada ruas jalan yang berada di sekitaran Rumah Sakit Hermina, akan memiliki lebar hingga 14 meter pada setiap jalurnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Untuk spesifikasi pelebaran, nantinya akan menjadi 14 meter dikali 2 jalur. Dengan masing&#45;masing 4 lajur,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Untuk penyelesaian pekerjaan, dikatakannya, ditargetkan rampung pada Desember mendatang. Sehingga penutupan traffic light pada Simpang SKA dapat dilakukan sebelum pergantian tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Target kita Desember sebelum akhir tahun sudah selesai. Jadi sebelum masuk tahun 2027, sudah diberlakukan penutupan Simpang SKA,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Zulfahmi menjelaskan, pelebaran dan rekayasa arus lalulintas itu guna mengurai kemacetan di simpang empat Jalan Soekarno&#45;Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai (Simpang SKA Pekanbaru) tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Karena ini sudah menjadi atensi pimpinan agar kita harus gerak cepat. Sebab di saat jam&#45;jam sibuk, persimpangan tersebut seringkali terjadi antrean panjang hingga macet, terutama saat akhir pekan, dan ini sering dikeluhkan warga,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauaktual.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/13201276826-1.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 19:24:27 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15474/pelebaran-jalan-tuanku-tambusai-dimulai-pemprov-riau-targetkan-rampung-desember-mendatang</guid></item><item><title>Maulid Nabi di Desa Olak, Yayasan Rabbani Bersama KH. Ariful Makhali Sampaikan Pesan Dakwah dan Kepedulian Palestina</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15473/maulid-nabi-di-desa-olak-yayasan-rabbani-bersama-kh-ariful-makhali-sampaikan-pesan-dakwah-dan-kepedulian-palestina</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BATANG HARI, BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Baitul Ihsan, Desa Olak, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Rabu malam (2/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut menghadirkan KH. Ariful Makhali, S.Pd.I., M.Pd., bersama Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mengambil teladan dari akhlak dan perjuangan beliau dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Turut hadir dalam kegiatan tersebut Datuk Kades Olak Muzakir, S.E., Ketua BPD Olak Janadin, Pegawai Syara&apos; Desa Olak, Da&apos;i Desa Olak Baihaqi, seluruh Ketua RT Desa Olak, serta Ketua Musholla Baitul Ihsan Desa Olak.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam tausiyahnya, KH. Ariful Makhali mengajak jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut, menurutnya, hendaknya diwujudkan dengan meneladani akhlak Rasulullah serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain tausiyah keagamaan, kegiatan tersebut juga membawa pesan kemanusiaan melalui program Peduli Palestina. Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) turut menyuarakan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Palestina dan mengajak jamaah untuk terus mendoakan serta membantu saudara&#45;saudara Muslim yang tengah menghadapi penderitaan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pesan kepedulian terhadap Palestina tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi yang terus digaungkan Yayasan Rabbani. Melalui momentum Maulid Nabi, masyarakat diajak untuk tidak hanya meningkatkan hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap sesama manusia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kehadiran unsur pemerintahan desa, tokoh agama, para Ketua RT dan masyarakat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang sekaligus membawa pesan sosial dan kemanusiaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Rangkaian Maulid Nabi di Musholla Baitul Ihsan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan kekhidmatan. Diharapkan momentum tersebut dapat mempererat ukhuwah masyarakat Desa Olak serta menumbuhkan semangat untuk terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dan peduli terhadap sesama.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/70841590397-img-20260903-wa0014.jpg"/><pubDate>Thu, 03 Sep 2026 01:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15473/maulid-nabi-di-desa-olak-yayasan-rabbani-bersama-kh-ariful-makhali-sampaikan-pesan-dakwah-dan-kepedulian-palestina</guid></item><item><title>Dari Talang Bukit untuk Palestina, Maulid Nabi Bersama KH. Ariful Makhali Satukan Dakwah dan Kepedulian</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15472/dari-talang-bukit-untuk-palestina-maulid-nabi-bersama-kh-ariful-makhali-satukan-dakwah-dan-kepedulian</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MUARO JAMBI, BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; — Masjid Nurul Jami’, Desa Talang Bukit, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Selasa (1/9/2026).&lt;br&gt;Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB tersebut terasa istimewa. Selain diisi dengan tausiyah keagamaan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Palestina.&lt;br&gt;Al&#45;Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA., hadir menyampaikan tausiyah di hadapan jamaah. Dai nasional tersebut mengajak masyarakat mengambil hikmah dari perjalanan kehidupan Rasulullah SAW dan menjadikan ajaran beliau sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kasih sayang dan kepedulian.&lt;br&gt;Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bahar Utara, Kepala Desa Talang Bukit bersama perangkat desa, Ketua DKM Masjid Nurul Jami’ H. Bambang, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga setempat.&lt;br&gt;Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat peringatan Maulid Nabi berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Masyarakat tidak hanya berkumpul untuk mendengarkan tausiyah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menyatukan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.&lt;br&gt;Yayasan Rabbani (Rumah Berbagi Kebaikan Indonesia) Pekanbaru turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Melalui gerakan Peduli Palestina, Rabbani membawa pesan bahwa semangat memperingati Rasulullah SAW juga harus tercermin dalam kepedulian kepada orang&#45;orang yang sedang mengalami kesulitan.&lt;br&gt;Palestina menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Jamaah diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap penderitaan yang dialami masyarakat Palestina. Doa, kepedulian dan bantuan menjadi bentuk nyata yang dapat dilakukan umat sesuai dengan kemampuan masing&#45;masing.&lt;br&gt;Pesan tersebut sejalan dengan nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, yakni membangun kepedulian, kasih sayang dan persaudaraan. Karena itu, Maulid Nabi di Talang Bukit tidak berhenti pada peringatan sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi diarahkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat berbagi.&lt;br&gt;Ketua DKM Masjid Nurul Jami’, H. Bambang, bersama masyarakat menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Masjid menjadi ruang bertemunya dakwah, silaturahmi dan kepedulian sosial masyarakat.&lt;br&gt;Sementara itu, kehadiran Camat Bahar Utara serta Kepala Desa Talang Bukit beserta perangkat desa menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.&lt;br&gt;Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, pesan yang diharapkan terus dibawa pulang oleh jamaah adalah kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui akhlak, persaudaraan dan kepedulian kepada sesama.&lt;br&gt;Dari Masjid Nurul Jami’ Talang Bukit, semangat Maulid Nabi pun dipadukan dengan kepedulian untuk Palestina, menjadi bagian dari ikhtiar kecil masyarakat dalam menghadirkan nilai&#45;nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.*&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/21538701267-img-20260901-wa0044.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 18:00:00 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15472/dari-talang-bukit-untuk-palestina-maulid-nabi-bersama-kh-ariful-makhali-satukan-dakwah-dan-kepedulian</guid></item><item><title>Diterkam Buaya Saat Cari Kepiting, Nelayan Kuala Enok Inhil Selamat Bertahan di Atas Pohon</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15471/diterkam-buaya-saat-cari-kepiting-nelayan-kuala-enok-inhil-selamat-bertahan-di-atas-pohon</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Seorang nelayan Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, harus dilarikan ke rumah sakit setelah selamat dari terkaman buaya berukuran besar saat mencari kepiting di tengah Sungai Selat Bantal Besar, Desa Selat Nama, Minggu dini (30/8/2026)&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Peristiwa bermula ketika korban hendak mengambil parangnya yang terjatuh ke dalam sungai, saat sedang cari kepiting pada jam 01.00 Wib dini hari.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, saat hendak naik kembali ke atas pompong, kaki kanannya tiba&#45;tiba disambar oleh buaya yang diperkirakan memiliki panjang mencapai lima meter.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski sempat digigit berkali&#45;kali, korban dengan keberanian luar biasa melakukan perlawanan dan berhasil menyelamatkan diri dengan memanjat serta berpegangan pada sebuah pohon di dekat lokasi kejadian.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Korban harus bertahan selama enam jam di atas pohon tersebut hingga pagi sambil menunggu air surut dan satwa liar itu pergi menjauh.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Setelah situasi aman, ia naik kembali ke pompongnya, membalut 12 luka gigitan di kakinya menggunakan seadanya, lalu bergegas pulang ke rumah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saat ini, korban Arbain yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif atas luka&#45;luka serius yang dideritanya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba&#45;tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi,&quot; ujar Arbain, korban serangan buaya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menanggapi insiden yang terus berulang ini, Camat Tanah Merah Mulyadi mengatakan bahwa pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat pesisir dan para nelayan agar lebih berhati&#45;hati saat beraktivitas di perairan sungai.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi dalam bulan ini di Tanah Merah. Kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sungai, terutama pada malam hingga pagi hari, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal&#45;hal yang memicu serangan satwa liar,&quot; tegasnya.**&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: Riauterkini.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/65896259991-6.jpeg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:31:53 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15471/diterkam-buaya-saat-cari-kepiting-nelayan-kuala-enok-inhil-selamat-bertahan-di-atas-pohon</guid></item><item><title>Ibu Rumah Tangga Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare di Kampar</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15470/ibu-rumah-tangga-jadi-tersangka-karhutla-15-hektare-di-kampar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kampar, Riau merilis penetapan empat orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap total 17 hektare lahan di wilayah hukum setempat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari keempat nama tersebut, sosok N (54) alias NU, seorang ibu rumah tangga menjadi sorotan utama usai aksinya memicu kebakaran gambut dahsyat seluas 15 hektare. Peristiwa kebakaran yang melibatkan N bermula pada 10 Agustus 2026 di kawasan lahan gambut Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra menegaskan bahwa penindakan hukum yang dilakukan menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan memuat atau membersihkan lahan dengan cara membakar meski dalam skala kecil, memiliki risiko kehancuran ekologis yang sangat masif apabila diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain menetapkan sang ibu rumah tangga sebagai tersangka kasus terbesar, polisi turut mengamankan tiga pria lain dalam rangkaian tindak pidana karhutla di lokasi terpisah. Mereka adalah S dan Z serta R.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Penyidik menjerat para pelaku dengan Pasal 108 juncto Pasal 69 ayat (1) Undang&#45;Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta pasal&#45;pasal KUHP terkait kelalaian yang membahayakan umum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kepolisian mengimbau warga agar menghentikan sama sekali praktik pembakaran lahan dalam bentuk apa pun guna mencegah karhutla berulang.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: SM News.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/2660791597-5.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:29:15 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15470/ibu-rumah-tangga-jadi-tersangka-karhutla-15-hektare-di-kampar</guid></item><item><title>Perpanjangan Masa Jabatan, Bupati Kukuhkan 75 Kades di Bengkalis</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15469/perpanjangan-masa-jabatan-bupati-kukuhkan-75-kades-di-bengkalis</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM &lt;/strong&gt;&#45;&#45;Sebanyak 75 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bengkalis resmi dikukuhkan setelah mendapatkan perpanjangan masa. Pengukuhan langsung dilakukan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni di Balai Kerapatan Adat Wisma Daerah Sri Mahkota Bengkalis, Selasa (1/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dari 82 kepala desa yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan perpanjangan masa jabatan, sebanyak 75 Kades menyatakan bersedia melanjutkan masa jabatannya. Sementara selebihnya memilih tidak bersedia.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Dalam pengukuhan tersebut, Bupati Kasmarni menegaskan bahwa perpanjangan masa jabatan bukan sekadar tambahan waktu, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan untuk melanjutkan pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jabatan adalah amanah. Jangan sampai amanah yang telah diberikan ini diselewengkan. Laksanakan tugas dengan sebaik&#45;baiknya, utamakan kepentingan masyarakat dan jadilah pemimpin yang benar&#45;benar hadir untuk rakyat,&quot; tegas Kasmarni.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Ia meminta para Kades memanfaatkan perpanjangan masa jabatan untuk menyelesaikan berbagai program pembangunan yang belum terlaksana. Selain itu, Kades juga diminta melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan agar ke depan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasmarni juga mengingatkan agar seluruh Kades menjaga integritas, transparansi dan akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan anggaran desa.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&quot;Jangan sampai kepentingan pribadi maupun kelompok mengalahkan kepentingan masyarakat. Gunakan anggaran desa sesuai aturan dan pastikan setiap program memberikan dampak nyata,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menurutnya, keberadaan pemerintah desa harus mampu dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan publik yang baik, pembangunan yang tepat sasaran serta tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso, Pimpinan DPRD Kabupaten Bengkalis Septian Nugraha, Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Syaputra, Ketua Pengadilan Agama Bengkalis Rahmatullah Ramadan, Danposal Pos Bengkalis Nirwan Hastya, Pasilog Kodim 0303/Bengkalis Ucok Doni Samosir, Kapolsek Bengkalis Hendro Wahyudi, kepala perangkat daerah dan undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/16021567198-4.jpg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:26:48 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15469/perpanjangan-masa-jabatan-bupati-kukuhkan-75-kades-di-bengkalis</guid></item><item><title>Polisi Bongkar Lokasi Tambang Emas Tanpa Izin di Sungai Tanjung Permai Kampar</title><link>https://bedelau.com/news/detail/15468/polisi-bongkar-lokasi-tambang-emas-tanpa-izin-di-sungai-tanjung-permai-kampar</link><description>&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;BEDELAU.COM&lt;/strong&gt; &#45;&#45;Respon cepat dalam rangka penegakan hukum kembali ditunjukkan Kepolisian Resor Kampar melalui Kepolisian Sektor (Polsek) Kampar Kiri dengan menindaklanjuti segera laporan masyarakat berkaitan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) yang beroperasi sembunyi&#45;sembunyi di Desa Tanjung Permai, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Operasi pengungkapan berhasil dilaksanakan pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Keberhasilan aparat dalam menekan aktivitas yang merugikan negara&amp;nbsp; dan mengancam kerusakan lingkungan ini bermula laporan masyarakat yang diterima langsung oleh Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Rusyandi Z Siregar, SSos, MH pada Jumat (28/8/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Warga menyampaikan informasi terpercaya mengenai adanya aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai penambangan emas liar yang berlangsung di salah satu aliran sungai di Desa Tanjung Permai.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Merespons cepat sinyal warga yang mengkhawatirkan kerusakan alam tersebut, Kapolsek tidak menunda waktu. Ia&amp;nbsp;segera membentuk tim khusus yang terdiri dari tujuh personel yang disiapkan secara matang dan dipimpin langsung oleh pimpinan Polsek sendiri. Pukul 11.00 WIB keesokan harinya, tim berangkat menuju lokasi tersembunyi tersebut guna melakukan penyelidikan mendalam dan penindakan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim kepolisian mendapati bukti nyata aktivitas penambangan liar yang sedang berjalan. Di lokasi tersebut terparkir satu unit alat berat ekskavator merek Zoomlion tipe ZE215E berwarna abu&#45;abu yang terlihat jelas sedang digunakan untuk menggali aliran sungai. Tidak hanya alat berat, di sekitar lokasi juga ditemukan fasilitas pendukung kejahatan berupa kotak pemisah emas serta pondok darurat tempat istirahat para pekerja yang terlibat.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kedatangan petugas yang mendadak mengejutkan kelima orang pekerja yang berada di lokasi tersebut. Mereka berusaha melarikan diri ke berbagai arah guna menghindari proses hukum. Namun, berkat kesiapan fisik dan ketangkasan reaksi seluruh personel, satu orang berhasil dikepung dan diamankan.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Tersangka yang berhasil ditangkap bernama HS (24 tahun), warga Payakumbuh yang diketahui berperan penting sebagai operator alat berat dan saat kejadian sedang berada di ruang kemudi ekskavator tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Menanggapi pengungkapan kasus yang merugikan kekayaan alam ini, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, SIK kepada wartawan, Senin (31/8/226) menyampaikan kronologi kejadian serta penanganan yang dilakukan pihak kepolisian di lapangan agar berjalan profesional dan sah.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari tersangka di lokasi, saat tim kami tiba di lokasi, mesin ekskavator tersebut memang sedang mati dan sedang dalam proses perbaikan kerusakan. Hal ini juga dibuktikan secara langsung oleh petugas saat berupaya menyalakan kembali alat berat tersebut namun tidak berhasil hidup,” cakap Kapolres dengan lugas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Pihaknya hanya menyita kunci kontak alat berat sebagai barang bukti, sementara alat berat tetap berada di lokasi dengan pengamanan yang ketat dari personel untuk mencegah perpindahan atau penggunaan kembali.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Lebih lanjut, Kapolres menegaskan langkah tegas dan sistematis yang diambil terhadap sarana penunjang lain agar tidak bisa lagi digunakan untuk merusak alam.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Terhadap fasilitas penunjang dan peralatan penambangan yang tidak bergerak dan ditemukan berserakan di sekitar lokasi, kami melakukan pemusnahan dengan cara pembakaran di tempat. Hal ini dilakukan secara terukur untuk memutus mata rantai keberlanjutan aktivitas ilegal yang merusak ini, sehingga lokasi tersebut tidak bisa lagi dijadikan basis operasi baru,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Selain kunci kontak alat berat, barang bukti lain yang berhasil disita secara sah dan dibawa ke kantor Polsek Kampar Kiri untuk proses hukum selanjutnya meliputi: satu buah dulang berwarna hitam, satu lembar karpet penyaring emas berwarna hijau, serta satu unit timbangan elektronik merek Poket Scale.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kasus ini disangkakan melanggar Undang&#45;Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, khususnya Pasal 158.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Kapolres Kampar juga menegaskan komitmen teguh pihaknya dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam milik bangsa serta kelestarian lingkungan hidup masyarakat Kabupaten Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;“Kami tidak akan membiarkan sumber daya alam milik bangsa ini dieksploitasi secara liar tanpa izin resmi dan mengabaikan aspek kelestarian lingkungan yang berdampak panjang bagi masa depan warga. Langkah hukum terhadap pelaku akan kami lakukan secara berjenjang dan maksimal, mulai dari pelengkapan administrasi penyidikan, koordinasi erat dengan Kejaksaan Penuntut Umum, hingga pengiriman berkas perkara dan tersangka ke pengadilan untuk mendapatkan putusan yang berat,” pungkas AKBP Boby Putra dengan tegas.&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan secara utuh di Polsek Kampar Kiri guna menjalani serangkaian proses hukum yang berlaku di Indonesia.***&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text&#45;align:justify;&quot;&gt;Sumber: cakaplah.com&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://bedelau.com/assets//berita/original/7426071485-3.jpeg"/><pubDate>Tue, 01 Sep 2026 19:23:18 +0700</pubDate><guid>https://bedelau.com/news/detail/15468/polisi-bongkar-lokasi-tambang-emas-tanpa-izin-di-sungai-tanjung-permai-kampar</guid></item></channel></rss>