Banjir Bandang Sumbar: 98 Tewas, 93 Masih Hilang

Ahad, 30 November 2025

Evakuasi korban banjir bandang di Malalak, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (27/11/2025). (Basarnas)

BEDELAU.COM --umlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar) kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru pascabencana, sebanyak 98 orang dilaporkan meninggal dunia dan 93 orang masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan memperkirakan angka tersebut berpotensi bertambah karena proses pencarian masih berlangsung di sejumlah titik yang sulit dijangkau.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf menyampaikan, laporan terbaru diterima pada Sabtu (29/11/2025) pukul 09.00 WIB. Jumlah korban tewas mengalami kenaikan signifikan, terutama di wilayah Kabupaten Agam yang menjadi lokasi dengan temuan korban terbanyak.

“Korban jiwa bertambah menjadi 98 orang, terbanyak ditemukan di Kabupaten Agam. Pencarian terus dilakukan karena masih banyak yang belum ditemukan,” katanya.

Menurut Era Sukma, masih banyak warga yang belum dapat dihubungi, terutama mereka yang tinggal di kawasan yang terkena banjir bandang dan longsor secara bersamaan. Kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu memperlambat upaya pencarian.

Untuk mempercepat penyaluran bantuan dan evakuasi korban, pemerintah telah mengerahkan helikopter guna menjangkau wilayah terisolasi. Beberapa jalur darat di kabupaten terdampak terputus total karena tertimbun material longsor setinggi beberapa meter.

Selain jalan, sejumlah jembatan penghubung antarkecamatan di Agam dan Padang Pariaman dilaporkan ambruk. Kerusakan infrastruktur ini membuat proses evakuasi, distribusi logistik, dan penanganan darurat menjadi semakin menantang bagi petugas.

Jaringan komunikasi juga mengalami gangguan di beberapa wilayah akibat kerusakan jaringan listrik dan tumbangnya tiang telekomunikasi. Hal ini menyulitkan warga untuk melaporkan kondisi keluarga mereka maupun mengakses informasi resmi dari pemerintah.

Sejumlah posko darurat telah didirikan mulai dari tingkat kota hingga kecamatan untuk menerima laporan orang hilang, menampung pengungsi, dan menyalurkan bantuan makanan serta kebutuhan dasar lainnya.

Dengan prediksi cuaca yang masih labil dan beberapa daerah terdampak belum sepenuhnya dapat diakses, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dan BNPB memperingatkan jumlah korban jiwa kemungkinan masih dapat bertambah. Upaya pencarian akan terus diperluas hingga seluruh laporan orang hilang terverifikasi.

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com