Keluarga Bantah ASN Pemko Dituding Selingkuh

Sabtu, 31 Januari 2026

IlustrasI, foto: Riauterkini.com

BEDELAU.COM --Pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan dan penelantaran anak-istri oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berinisial RR mendapat tanggapan dari pihak keluarga. 

Sebelumnya, RR diberitakan diduga menjalin hubungan dengan perempuan lain serta tidak menafkahi anak dan istrinya, sehingga memicu perhatian publik.

Menanggapi hal tersebut, keluarga RR memberikan klarifikasi dan membantah sejumlah tuduhan yang beredar. Kakak kandung RR, Eva Febriani, didampingi Mardiyah, menegaskan bahwa informasi yang berkembang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Eva, hubungan rumah tangga RR dan mantan istrinya, RM telah berakhir sejak Maret 2025 secara agama dan akan segera disahkan dalam gugatan di Pengadilan Agama. Karena itu, tuduhan perselingkuhan yang dialamatkan kepada RR dinilai tidak benar.

"RR dan mantan istrinya sudah bercerai secara agama sejak Maret 2025. Jadi tuduhan perselingkuhan itu tidak benar," ujar Eva, Sabtu (31/1/26). 

Ia juga meluruskan keberadaan perempuan yang terlihat bersama RR dalam foto yang beredar di media sosial. Eva menegaskan perempuan tersebut bukan selingkuhan, melainkan teman RR.

"Wanita yang ada di foto itu hanya temannya. Tidak ada hubungan seperti yang dituduhkan," jelasnya.

Terkait isu penelantaran anak dan tidak adanya nafkah, keluarga RR membantah tuduhan tersebut. Mardiyah menyebut RR tetap menjalankan kewajibannya sebagai ayah, meski telah berpisah tempat tinggal dengan RM.

"Nafkah anak tetap diberikan, baik dalam bentuk uang tunai maupun kebutuhan bayi. Saat anaknya sakit, kami sekeluarga juga datang ke rumah sakit untuk memberikan perhatian. Dan saat itu terlihat adik kami sangat dekat dengan anaknya," katanya.

Pihak keluarga berharap klarifikasi ini dapat menjadi penyeimbang atas pemberitaan sebelumnya dan mencegah berkembangnya opini yang dinilai merugikan RR. 

"Kami berharap fakta disampaikan secara utuh dan berimbang agar tidak ada pihak yang dirugikan," tutup Mardiyah. **

 

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com