
BEDELAU.COM – Puncak peringatan Hari Lahir Genap 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Sabilal Muhtadin, Tembilahan, sejumlah pimpinan PWNU Riau menyampaikan pesan dan target ke depan.Sabtu (31/01),
Ketua PWNU Provinsi Riau, Dr H T Rusli Ahmad, SE MM menyebutkan momentum Harlah ke-100 tahun ini sangat sakral. Ke depan, NU Riau menargetkan kunjungan ke 12 kabupaten/kota untuk memperkuat peran organisasi.
“Hari ini adalah puncak kegiatan memeriahkan Harlah NU ke-100 tahun di Tembilahan, Indragiri Hilir. Kami hadir atas sambutan baik Ketua PCNU Inhil, K.H. Ali Azhar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian acara hari ini terdiri dari dua bagian: upacara internal NU dan upacara bersama pemerintah. “Ini menunjukkan komunikasi dan hubungan yang sangat baik antara PCNU dengan Bupati dan seluruh Forkopimda Inhil,” tambah Rusli.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan istigasah dan pemberian santunan kepada anak yatim, khususnya santri yatim. “Semoga ini menjadi wasilah dan berkah bagi kita semua,” harapnya.
Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Riau, Prof Dr KH Ilyas Hustiy MA menjelaskan bahwa kunjungan ke Inhil merupakan bagian dari program menjangkau 12 kabupaten/kota se-Riau. Fokusnya adalah memberikan perhatian kepada pondok pesantren, masjid, anak yatim, fakir miskin, dan musala.
“Ini untuk memberikan kesan bahwa NU hadir dan mengayomi masyarakat,” tegasnya. Ilyas juga menekankan pentingnya mewarisi tiga semangat pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari yakni Semangat meningkatkan SDM melalui pendidikan, khususnya pondok pesantren yang mengintegrasikan agama dan sains. "Harapannya lahir ulama yang saintis dan saintis yang ulama.”
Semangat jihad. Jika dulu berjihad melawan penjajah, kini jihad melawan tiga musuh kebodohan dengan pendidikan, kemiskinan dengan lembaga ekonomi, termasuk mendukung program pemerintah seperti makanan gratis, dan penyakit dengan hidup sehat.
Semangat kesehatan. “Al-aqlus salim fil jismis salim, akal yang cemerlang ada pada tubuh yang sehat. “Mudah-mudahan kehadiran kami memberikan semangat spiritual bagi santri dan masyarakat,” pungkasnya. Edy