Perdana, MPD ICMI Bersama Pemuda ICMI Bengkalis Gelar Silaturahmi Sekaligus Buka Puasa Bersama

Senin, 09 Maret 2026

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Majelis Pengurus Daerah (MPD) ICMI Kabupaten Bengkalis bersama Pemuda ICMI menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang mengusung tema “Manifesto Ramadan : Meneguhkan Sinergi Cendekiawan sebagai Akselerator Pembangunan Daerah Berbasis Nilai Islam” tersebut dilaksanakan di Café Resto D’Ulek, Jalan Pramuka, Senggoro, Bengkalis, Riau, Senin (7/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum perdana yang mempertemukan pengurus ICMI dan Pemuda ICMI dalam satu ruang kebersamaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga reflektif dan intelektual, dalam rangka memperkuat konsolidasi gagasan, nilai serta arah gerakan organisasi di tengah dinamika pembangunan daerah. Suasana kekeluargaan dan kehangatan tampak menyelimuti kegiatan tersebut.

Hadir dalam acara itu Ketua ICMI Bengkalis Dr. Zulfan Ikhram yang didampingi Sekretaris H. Khairi Fahrizal, S. T., M. Pwk, jajaran pengurus, pengurus Pemuda ICMI, serta para Dewan Pakar yang turut memberikan pandangan dan arahan strategis bagi pengembangan organisasi.

Secara substansial, kegiatan ini bertujuan mempererat relasi sosial dan intelektual antara pengurus ICMI periode 2021–2026 dengan Pemuda ICMI periode 2026–2028, sekaligus memperkuat kesinambungan kaderisasi cendekiawan Muslim di Kabupaten Bengkalis.

Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan rangkaian sambutan dari Ketua ICMI Bengkalis Dr. Zulfan Ikhram dan Ketua Pemuda ICMI Saddam Dewana, M. Pd.

Ketua Pemuda ICMI menjelaskan bahwa kehadiran Pemuda ICMI merupakan manifestasi dari kesadaran generasional untuk melanjutkan tradisi intelektual dan gerakan sosial yang telah dibangun oleh para senior di ICMI." Kata Sadam Dewana

Ia juga mengisahkan proses historis terbentuknya Pemuda ICMI Bengkalis yang berawal dari ruang-ruang diskusi sederhana, namun sarat dengan semangat intelektual dan idealisme kebangsaan.

“Finalisasi pembentukan Pemuda ICMI Kabupaten Bengkalis bermula dari diskusi sederhana di Kedai Kopi Update, Jalan Antara, tepat pada momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025. Saat itu kami bersama-sama menyaksikan pidato Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan bangsa,” ujar Saddam.

Menurutnya, secara filosofis kehadiran Pemuda ICMI tidak sekadar menjadi wadah organisasi, melainkan sebagai ruang dialektika pemikiran yang mampu mengintegrasikan energi intelektual generasi muda dengan pengalaman kebijaksanaan para senior.

“Pemuda ICMI hadir untuk memperkuat sinergi antara generasi senior dan generasi muda sebagai stok kaderisasi strategis organisasi. Di sisi lain, organisasi ini juga menjadi ruang akomodasi gagasan konstruktif yang lahir dari dinamika intelektual kaum muda,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Pemuda ICMI Bengkalis dihimpun dari berbagai latar belakang profesi, disiplin ilmu, dan pengalaman sosial yang berbeda, sehingga berpotensi menjadi kekuatan epistemik dalam merumuskan gagasan pembangunan.

“Selain sebagai stok kader ICMI, Pemuda ICMI juga berfungsi sebagai wadah intelektual yang berorientasi pada advokasi kebijakan publik, pengembangan pendidikan, serta penguatan kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam. Dengan demikian, kehadiran Pemuda ICMI diharapkan mampu berkontribusi secara aktif dalam pembangunan daerah sebagai mitra strategis pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua ICMI Bengkalis Dr. Zulfan Ikhram dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi generasi dalam tubuh organisasi.

Menurutnya, keberlanjutan gerakan intelektual tidak hanya ditentukan oleh gagasan, tetapi juga oleh kesinambungan kaderisasi dan konsolidasi nilai.

“ICMI pada hakikatnya adalah rumah besar cendekiawan Muslim yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Karena itu, kolaborasi antara ICMI dan Pemuda ICMI menjadi sangat penting agar proses regenerasi pemikiran dan gerakan organisasi dapat berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini ICMI Bengkalis tengah menjalankan sejumlah program prioritas yang berorientasi pada penguatan literasi intelektual dan kontribusi pemikiran bagi masyarakat. “Kami telah menjalankan program pengisian dialog intelektual di RRI setiap hari Kamis, serta sedang menyiapkan penerbitan buku yang berisi gagasan dan refleksi pemikiran para pengurus ICMI Bengkalis sebagai bentuk kontribusi intelektual bagi pembangunan daerah,” tuturnya

Menurutnya, pembangunan daerah tidak semata-mata bertumpu pada dimensi material dan ekonomi, tetapi juga memerlukan fondasi nilai, moralitas, dan kesadaran intelektual yang kuat.

“Pembangunan yang berkelanjutan harus berakar pada nilai-nilai etika dan spiritualitas. Di sinilah peran cendekiawan menjadi penting sebagai penjaga nalar publik sekaligus pengarah moral dalam proses pembangunan,” tegasnya.

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah singkat yang disampaikan oleh Dewan Pakar ICMI, di antaranya Prof. Haris Riadi, M. Ag dan Dr. Jarir, M. Ag.

Dalam tausiah tersebut disampaikan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual individual, tetapi juga ruang refleksi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperdalam kesadaran kolektif, serta memperkuat komitmen pengabdian kepada umat dan bangsa.

Secara filosofis, keberadaan ICMI dipandang sebagai gerakan intelektual yang mengintegrasikan dimensi iman, ilmu, dan amal dalam satu kesatuan praksis sosial. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan Shalat Magrib berjamaah Nurul Hidayah, sebelum akhirnya ditutup dengan ramah tamah serta sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun konsolidasi pemikiran, solidaritas organisasi, serta sinergi strategis antara generasi cendekiawan senior dan pemuda dalam upaya mewujudkan pembangunan daerah.