Diskon Gila-Gilaan! Beras, Minyak, Hingga Daging Murah Meriah di TVRI Pekanbaru

Rabu, 11 Maret 2026

Ilustrasi: foto: SM News.com

BEDELAU.COM --- Masyarakat Kota Pekanbaru hari ini, Rabu 11 Maret 2026, memadati halaman Stasiun TVRI di Jalan Durian sejak pagi hari. Keramaian ini bukan tanpa alasan, sebab Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (PTPH) sedang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara besar-besaran. Inisiatif nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI ini hadir sebagai jawaban atas kekhawatiran warga terhadap fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Kegiatan GPM ini dilaksanakan secara serentak di 32 provinsi di seluruh pelosok Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Riau, pusat keramaian sengaja ditempatkan di halaman Stasiun TVRI Pekanbaru guna memudahkan akses masyarakat dari berbagai penjuru kota. Pelaksana Tugas Kepala Dinas PTPH Riau, Roni Bowo Leksono, menjelaskan antusiasme warga membuktikan program ini sangat dibutuhkan masyarakat.

"Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Untuk di Provinsi Riau, fokus utama pelaksanaan dipusatkan di halaman Stasiun TVRI, Jalan Durian Kota Pekanbaru," ujar Roni pada Rabu, 11 Maret 2026.

Tujuan utama dari penyelenggaraan acara ini adalah menjamin ketersediaan pasokan pangan yang berkualitas dengan harga lebih terjangkau. Dinas PTPH Riau ingin memastikan seluruh keluarga dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang tanpa harus terbebani biaya kebutuhan dapur yang tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi proaktif pemerintah dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.

Sebelumnya, menjelang masa transisi menuju Ramadan, Dinas PTPH Riau memang sudah rutin melaksanakan program serupa di beberapa titik. Pengalaman tersebut membuat tim penyelenggara lebih siap dalam mengelola antrean dan pasokan barang di lapangan. Fokus utama saat ini tetap pada menjaga ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasar tradisional maupun ritel modern.

Penyediaan komoditas pangan dalam GPM kali ini melibatkan banyak mitra strategis dari berbagai sektor. Pihak penyelenggara bekerja sama dengan Perum Bulog Wilayah Riau untuk penyediaan beras SPHP, gula, minyak goreng, hingga beras kelas premium. Sinergi ini memastikan stok barang yang tersedia dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan ratusan warga yang datang berbelanja.

BUMD Pangan Provinsi Riau juga turut berkontribusi aktif dengan menyediakan komoditas pangan segar yang sering dicari ibu rumah tangga. Produk seperti telur ayam, aneka cabai, bawang merah, bawang putih, kentang, hingga tepung terigu disediakan dengan harga sangat kompetitif. Kehadiran BUMD Pangan semakin memperkuat posisi pemerintah dalam mengintervensi harga pasar yang cenderung tidak menentu saat ini.

Selain kebutuhan pokok, PT PPI Riau juga mengambil bagian dengan menyalurkan minyak goreng kemasan merek Minyakita. Bagi warga yang mencari protein hewani, tersedia daging beku serta ayam potong berkualitas yang disediakan oleh Prima Food. Tidak ketinggalan, sayuran segar hasil panen Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat juga dipasarkan untuk mendukung produk pertanian lokal Riau agar semakin dikenal luas.

Roni menambahkan bahwa acara ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM di bidang olahan pangan untuk memamerkan produk mereka. Pemerintah menyediakan fasilitas tempat dan stan khusus supaya para pelaku usaha mikro bisa ikut terlibat dalam memeriahkan suasana. Harapannya, GPM tidak hanya menjadi tempat belanja murah, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha lokal di Kota Pekanbaru.

Terkait daftar harga, masyarakat bisa menikmati selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar normal. Beras SPHP dijual hanya dengan harga Rp59.000 untuk kemasan 5 kilogram, sementara beras premium dibanderol Rp75.000 untuk ukuran yang sama. Minyak goreng Minyakita dijual Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.000 per kilogram, dan telur ayam Rp49.000 per papan.

"Tepung terigu dijual Rp12.000 per kilogram, daging beku Rp100.000 per kilogram, dan ayam beku Rp30.000. Kami memastikan harga di bawah pasaran, baik untuk beras premium, cabai merah, rawit, bawang, kentang, aneka sayuran, hingga olahan ayam," tutur Roni memberikan rincian harga.

Pemerintah Provinsi Riau mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak panik terkait ketersediaan stok pangan di wilayah Riau. Langkah mitigasi telah disiapkan agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan kualitas yang sangat baik hingga hari raya tiba. Koordinasi dengan instansi terkait terus diperketat agar distribusi pangan tetap lancar ke daerah-daerah yang rawan mengalami kenaikan harga.

Selain faktor ketersediaan, GPM ini berfungsi sebagai instrumen pengendalian harga yang efektif menghadapi tekanan inflasi musiman. Jelang Idulfitri, permintaan terhadap bahan pangan biasanya akan meningkat drastis yang berpotensi memicu lonjakan harga jika tidak segera dikendalikan. Masyarakat diminta bijak dalam berbelanja sesuai kebutuhan agar manfaat program ini dapat dirasakan merata oleh seluruh warga yang hadir.

Keberhasilan program ini akan menjadi acuan bagi Dinas PTPH Riau dalam merancang agenda pangan murah pada masa-masa mendatang. Pemerintah berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi atas permasalahan kebutuhan pokok. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, serta pelaku usaha kecil terbukti mampu menciptakan ekosistem harga yang lebih stabil dan adil bagi konsumen di Riau.

Acara yang berlangsung di Jalan Durian ini direncanakan akan terus dipantau perkembangannya untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal. Warga tampak sangat puas dengan kemudahan akses dan harga murah yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung. Pemerintah berharap ketenangan dalam pasokan pangan dapat membuat masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan fokus pada pengembangan diri selama bulan Ramadan nanti.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com