Tragis! Pekerja Asal Rohil Tewas Seketika Tertimpa Kapal Kayu di Batu Bara

Sabtu, 20 Juni 2026

Warga mengevakuasi tubuh korban dari bawah kapal kayu yang terguling. (sumber: mistar.id)

BEDELAU.COM --Duka menyelimuti keluarga Iskandar Muda, warga asal Rokan Hilir, Riau, yang meninggal dunia saat bekerja di kawasan tangkahan kapal Desa Bandar Rahmat, Tanjung Tiram,  Batu Bara Sumatera Utara.

Peristiwa tragis itu sempat menyita perhatian warga karena korban ditemukan berada di bawah kapal kayu yang sedang diperbaiki. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi memastikan kejadian tersebut merupakan kecelakaan kerja murni.

Korban diketahui bernama Iskandar Muda, pria berusia 29 tahun yang selama ini bekerja di kawasan pesisir Tanjung Tiram. Meski berasal dari Rokan Hilir, korban telah menetap dan bekerja di wilayah tersebut selama sekitar satu dekade. Kehidupannya dikenal sederhana dan dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolsek Talawi, AKP Arianto Sitorus, menjelaskan, insiden terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026. Saat itu korban sedang melakukan perbaikan pada bagian bawah kapal kayu yang berada di area tangkahan. Aktivitas tersebut merupakan pekerjaan rutin yang biasa dilakukan para pekerja kapal.

Menurut hasil penyelidikan, korban berada tepat di bawah badan kapal ketika musibah terjadi. Tanpa diduga, kapal yang sedang dalam proses perbaikan kehilangan keseimbangan. Dalam waktu singkat kapal itu terguling dan menimpa tubuh korban.

“Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Semua fakta mengarah pada kecelakaan kerja yang terjadi saat proses perbaikan kapal berlangsung,” kata AKP Arianto Sitorus, Sabtu, 20 Juni 2026.

Kejadian itu langsung mengundang kepanikan warga sekitar. Beberapa pekerja dan masyarakat yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan secepat mungkin. Mereka berusaha mengangkat kapal dan menggali lumpur untuk mengeluarkan korban yang terjepit di bawah badan kapal.

Proses evakuasi berlangsung penuh ketegangan. Warga bekerja bersama-sama menggunakan peralatan seadanya untuk menyelamatkan korban. Namun setelah berhasil dikeluarkan, kondisi korban sudah sangat kritis.

Upaya penyelamatan terus dilakukan. Sayangnya, nyawa Iskandar Muda tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialami setelah tertimpa kapal.

Peristiwa tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Kabar duka dengan cepat menyebar hingga ke kampung halaman korban di Rokan Hilir. Banyak kerabat dan kenalan yang menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi.

Polisi kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk memastikan kronologi peristiwa. Hasilnya menunjukkan tidak ada unsur kesengajaan maupun tindakan kriminal dalam insiden tersebut.

“Kami juga berkoordinasi dengan keluarga korban dan mereka menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarga berharap proses dapat diselesaikan secara baik tanpa memperpanjang persoalan,” ujar Arianto.

Pihak keluarga diketahui telah menyatakan menerima kejadian tersebut dengan ikhlas. Mereka juga meminta agar kasus itu tidak dilanjutkan ke proses penyelidikan yang lebih jauh. Permintaan tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan aparat setelah seluruh fakta lapangan dikumpulkan.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan evaluasi terhadap aspek keselamatan kerja yang ada di lokasi. Insiden ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan perbaikan kapal memiliki risiko tinggi apabila tidak didukung sistem pengamanan yang memadai. Kondisi penyangga kapal menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum pekerjaan dimulai.

Arianto menegaskan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemilik kapal maupun para pekerja perlu memastikan setiap prosedur keamanan diterapkan secara disiplin. Langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Keselamatan tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Pemeriksaan terhadap kondisi kapal dan kekuatan penyangga harus dilakukan sebelum aktivitas perbaikan dimulai,” tegasnya.

Tragedi yang menimpa Iskandar Muda menjadi pengingat bahwa risiko kerja dapat muncul kapan saja. Di balik aktivitas ekonomi pesisir yang terus berjalan, terdapat pekerja yang setiap hari berhadapan dengan berbagai potensi bahaya. Karena itu, budaya keselamatan kerja menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

 

 

Sumber: SM News.com