
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan. Foto : Istimewa
BEDELAU.COM --Penundaan pengumuman dipicu lonjakan pendaftar pada SPMB SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Jumlah pendaftar mencapai 11.206 calon murid, meningkat dibandingkan 9.945 pendaftar tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat panitia membutuhkan waktu tambahan menyelesaikan pemeriksaan seluruh dokumen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, menjelaskan verifikasi dilakukan secara teliti. “Jumlah pendaftar meningkat cukup besar sehingga verifikasi seluruh berkas membutuhkan tambahan waktu agar hasil benar-benar akurat,” ujar Alek. Proses tersebut menjadi prioritas demi menjaga transparansi pelaksanaan seleksi.
Panitia juga menyinkronkan data bersama sekolah swasta mitra Pemerintah Kota Pekanbaru. Sinkronisasi menyasar peserta yang belum memenuhi persyaratan administrasi, terutama masa berlaku Kartu Keluarga. Langkah tersebut membuka peluang penempatan peserta sesuai daya tampung sekolah tersedia.
Dinas Pendidikan memastikan seluruh calon murid tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. Daya tampung sekolah masih mencukupi sehingga peserta tetap diupayakan memperoleh sekolah tujuan. Kebijakan tersebut diharapkan mencegah munculnya anak putus sekolah akibat kendala administrasi.
Orang tua diminta tetap tenang sambil menunggu pengumuman resmi hasil seleksi. Data nominatif peserta tetap dapat dipantau secara terbuka melalui laman resmi SPMB. Transparansi tersebut memberi kesempatan masyarakat memantau perkembangan proses seleksi secara langsung.
Alek juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan selama pelaksanaan SPMB. “Seluruh tahapan SPMB dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Jangan percaya oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang,” tegasnya. Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat segera melaporkan praktik mencurigakan kepada pihak berwenang.
Sumber: SM News.com