
Petugas gabungan mengevakuasi korban kecelakaan lalulintas di Kelok Sembilan, Sabtu sore, 4 Juli 2026. (sumber: SAR Sumbar)
BEDELAU.COM --Mobil yang melaju di kawasan Flyover Kelok Sembilan mendadak hilang kendali. Kendaraan itu terjun ke jurang sedalam sekitar 40 meter. Dua penumpangnya berhasil selamat setelah dievakuasi tim SAR gabungan.
Kecelakaan terjadi di Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Peristiwa berlangsung pada Sabtu sore, 4 Juli 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Jalur tersebut memang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi.
Korban merupakan ayah dan anak yang sedang melakukan perjalanan. Mereka berangkat dari Pekanbaru menuju Limapuluh Kota. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah Bukittinggi.
Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Roni Nur, menyebut jalan licin diduga menjadi pemicu kecelakaan. Kendaraan kehilangan kendali sebelum akhirnya masuk jurang. Dugaan itu masih menjadi dasar penyelidikan awal.
"Kondisi jalan menjadi faktor yang harus diwaspadai setiap pengendara," ujar Roni Nur, Minggu, 5 Juli 2026.
Benturan keras tidak merenggut nyawa kedua korban. Isra, 54 tahun, mengalami luka robek di belakang kepala. Putranya, Aris Munandar, 19 tahun, mengalami luka lecet dan cedera bahu.
Informasi kecelakaan segera diterima petugas SAR. Lima personel Pos SAR Limapuluh Kota langsung diberangkatkan. Tim bergerak menuju lokasi tanpa menunda waktu.
Setibanya di lokasi, tantangan besar langsung terlihat. Mobil berada jauh di bawah badan jalan. Medan curam membuat proses penyelamatan tidak bisa dilakukan sembarangan.
Tim gabungan menyiapkan perlengkapan ekstrikasi. Peralatan evakuasi gunung juga digunakan. Seluruh langkah dilakukan secara hati-hati. "Keselamatan korban dan petugas menjadi prioritas utama selama proses berlangsung," kata Roni.
Evakuasi berlangsung sekitar 20 hingga 30 menit. Setiap gerakan harus diperhitungkan dengan cermat. Kesalahan kecil dapat membahayakan semua pihak.
Kerja sama lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi. Personel Basarnas bergabung bersama BPBD dan pemadam kebakaran. Polisi, Babinsa, PMI, serta warga sekitar turut membantu.
Kolaborasi tersebut mempercepat proses penyelamatan. Kedua korban akhirnya berhasil diangkat dari dasar jurang. Mereka langsung mendapat pertolongan medis. "Kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat," ujar Roni Nur.
Setelah keluar dari jurang, korban dibawa ke RS Adnan WD Payakumbuh. Tim medis segera memberikan penanganan lanjutan. Kondisi korban terus dipantau.
Operasi penyelamatan berakhir sekitar pukul 19.05 WIB. Seluruh personel kembali ke satuan masing-masing. Misi dinyatakan selesai setelah korban dipastikan tertangani.
Kelok Sembilan selama ini dikenal sebagai jalur vital. Ribuan kendaraan melintas setiap harinya. Cuaca dan kondisi jalan sering berubah dalam waktu singkat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting. Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan saat melintasi jalur pegunungan. Kewaspadaan menjadi perlindungan pertama sebelum bantuan datang.
Jalan licin sering terlihat sepele. Namun dalam beberapa detik, situasi dapat berubah menjadi bencana. Beruntung, kali ini kecepatan respons tim SAR berhasil mengalahkan ancaman maut.
Sumber: SM News.com