
BEDELAU.COM --Puluhan massa yang tergabung dalam Laskar Melayu Bersatu (LMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kamis (9/7/2026).
Dalam aksinya, massa mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 menyusul dugaan adanya intervensi oknum tertentu, praktik titip-menitip, serta penyalahgunaan wewenang dalam proses penerimaan siswa di sejumlah sekolah negeri.
Koordinator LMB Indra Gunawan mengatakan, pihaknya menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dengan adanya intervensi oknum tertentu dalam proses SPMB. Menurutnya, dunia pendidikan harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari praktik nepotisme.
"Kami ingin pendidikan di Riau berjalan secara profesional, bersih, dan tidak bisa dimainkan. Jangan sampai ada budaya titip-menitip yang merugikan anak-anak yang sudah berjuan melalui jalur resmi. Pendidikan tidak boleh ditawar-tawar dan tidak boleh diatur oleh kepentingan tertentu," ujar Indra, Kamis (9/7/2026).
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima LMB, terdapat dugaan adanya anak pejabat, aparat penegak hukum, maupun pihak tertentu yang memperoleh perlakuan khusus dalam proses penerimaan disejumlah sekolah negeri. Meski demikian, pihaknya masih menumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat dugaan tersebut sebelum disampaikan kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, organisasi tersebut memastikan akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dengan melaporkan dugaan pelanggaran beserta bukti-bukti yang telah dikumpulkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, serta Kmenetrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
LMB turut mendesak KPK dan Kejaksaan Agung mengusut serta menindak tegas oknum yang diduga terlibat dalam praktik yang mencederai integritas pelaksanaan SPMB di Provinsi Riau.
Indra mengatakan, setelah menggelar aksi di Riau, pihaknya berencana melanjutkan aksi penyampaian aspirasi ke Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026, dengah mendatangi KPK, Kejaksaan Agung, dan Kemendisdakmen.
"Kami akan terus mengawal persoaan ini sampai tuntas. Semua dugaan akan kami lengkapi dengan bukti-bukti. kami ingin hak anak-anak yang berprestasi tetap terlindungi dan proses penerimaann siswa berlangsung secara adil," tegasnya.
Berikut tuntutan LMB dalam aksinya:
Sumber: cakaplah.com