Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL

Kamis, 23 Juli 2026

Ilustrasi, foto: SM News.com

BEDELAU.COM --Dinas kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat, selama kurun waktu Januari-Desember 2025 telah dilakukan testing Human Immunodeficiency Virus (HIV) kepada 195.298 orang. Dari jumlah testing tersebut, ditemukan sebanyak 1.170 orang yang positif.

Kepala Diskes Riau Zulkifli mengatakan, dari 1.170 orang positif tersebut kelompok yang paling tinggi kasus HIV adalah

Lelaki Seks Lelaki (LSL) yaitu sebanyak 462 (39,48 persen). Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah melakukan berbagai langkah dan upaya.

“Di antaranya dengan melakukan sosialisasi pencegahan HIV ke sektor Kementerian Agama Provinsi Riau dengan membekali  Penghulu, Penyuluh Agama (semua agama Islam, Katolik , Kristen,Hindu, Budha) pengawas madrasah (termasuk pengawas pesantren, untuk menyampaikan pesan ke masyarakat terkait bahaya HIV serta pentingnya memperkuat iman dan taqwa di arus globalisasi saat ini,” katanya, Kamis (23/7/2026).

Dinas Kesehatan juga telah bekerja sama dengan Persatuan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Cabang Pekanbaru, dan telah melakukan Sosialisasi Pencegahan HIV dan Infeksi Penyakit Menular Seksual (IMS) kepada seluruh lapisan masyarakat. Yakni dengan mengedukasi sebanyak 5.609 orang secara langsung dan serentak serta telah meraih rekor MURI sebagai Sosialisasi Pencegahan HIV dan IMS serentak terbanyak pada bulan Januari 2026 lalu.

“Kemudian Dinas Kesehatan Provinsi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Riau, juga telah melakukan audiensi ke beberapa kampus besar di kota Pekanbaru seperti UNRI, UIR, UIN, UMRI,PCR, Lancang Kuning, Abdurrab, Universitas Hang Tuah untuk bekerjasama serta dukungan pencegahan penularan HIV di lingkungan kampus,” paparnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau juga telah melakukan Sosialisasi Pencegahan HIV ke Pengurus PKK Provinsi Riau dan Pengurus PKK Kota Pekanbaru dengan harapan meningkatkan peran keluarga sebagai benteng pertahanan agar terhindar dari perilaku-perilaku yang bisa mengakibatkan tertular HIV.

“Kami juga melakukan upaya perluasan layanan pengobatan dan layanan perawatan dukungan pengobatan yang saat ini telah tersebar di 12 kabupaten/kota se Provinsi Riau,” jelasnya.

 

 

 

Sumber: SM News.com