
BEDELAU.COM --Unjuk rasa mahasiswa Universitas Riau (Unri) berakhir ricuh, Rabu (12/8/2026). Mahasiswa yang tak sabar menunggu memaksa masuk dengan mendorong paksa gerbang kantor Gubernur Riau secara tiba-tiba.
Unjuk rasa yang sudah disepakati untuk menunggu video call dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, pada pukul 15.00 WIB berlangsung ricuh sebelum tenggat waktu yang diberikan.
Para mahasiswa tiba-tiba dikerahkan untuk mendorong pintu gerbang, saat kondisi sedang hening menunggu waktu video call dengan Plt Gubernur Riau.
Menangani kejadian itu, petugas keamanan dari kepolisian dan Satpol PP gerak cepat menahan gerbang yang didorong mahasiswa. Bahkan ada dua mahasiswa yang diamankan pihak kepolisian yang diduga dalang kerusuhan tersebut.
Tak hanya itu, mahasiswa yang memaksa masuk dengan mendorong gerbang berhasil didorong mundur oleh kepolisian.
Namun akibat kejadian itu, terdapat dua mahasiswa yang dikabarkan terluka. Satu orang di antaranya dibawa ke rumah sakit karena luka di bagian kepala.
Selain itu, kaca depan mobil pickup atau mobil komando dari mahasiswa Unri tersebut juga pecah. Dengan kondisi itu, ratusan mahasiswa Unri tersebut akhirnya mundur dan membubarkan diri dari aksi unjuk rasa.
Di samping itu, massa aksi juga meminta bantuan kepada Satpol PP untuk melakukan pengawalan diantar ke kampus Unri menggunakan mobil Satpol PP.
Sementara para gubernur dan presiden mahasiswa melakukan komunikasi dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang didampingi oleh Kepala Kesbangpol Riau Boby Rachmat dan Plt Biro Kesra Yan Dharmadi.
Dalam video call dengan mahasiswa, SF Hariyanto yang kini sedang dinas luar kota berjanji akan berdialog dengan mahasiswa Unri tersebut.
"Nanti kita akan jadwalkan untuk dialog bersama," ucapnya.
Sumber: cakaplah.com