
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memastikan program beasiswa bagi mahasiswa dan penghafal Al-Qur'an (Tahfidz) akan kembali berlanjut pada tahun depan. Anggaran yang disiapkan masih sama seperti tahun ini, yakni sebesar Rp10 miliar.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, program beasiswa tahun 2026 telah selesai melalui tahapan seleksi. Lebih dari seribu peserta dari kategori mahasiswa dan tahfidz dinyatakan lolos dan akan menerima bantuan pada September 2026.
"Untuk beasiswa sudah diumumkan, dan kami akan mengkoreksi masukan-masukan terkait penilaian IPK," ujar Agung, Sabtu (22/8/2026).
Ia menyebut, Pemko Pekanbaru menerima sejumlah masukan terkait sistem penilaian penerima beasiswa, terutama terkait penggunaan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai salah satu indikator utama.
Menurutnya, penilaian ke depan dapat diperluas dengan mempertimbangkan faktor lain, seperti akreditasi perguruan tinggi.
Agung menjelaskan, evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program beasiswa berikutnya. Pemko juga berencana membuka proses pendaftaran beasiswa tahun 2027 lebih awal agar tahapan seleksi dapat berjalan lebih maksimal.
"Untuk pendaftaran yang kita buka tahun ini, kita memasukkan kategori yang menjadi salah satu penilaian, tidak hanya IPK tapi juga akreditasi dari kampus itu sendiri. Tahun depan alokasi anggaran beasiswa tetap Rp10 miliar yang akan kita berikan," jelasnya.
Program beasiswa Pemko Pekanbaru menyasar mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai diploma hingga doktoral. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada penghafal Al-Qur'an dengan kategori hafalan 10 hingga 30 juz.
Agung berharap program tersebut dapat membantu meringankan biaya pendidikan masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa dan tahfidz asal Pekanbaru untuk terus meningkatkan prestasi.
Sumber: cakaplah.com