Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026

Senin, 14 September 2026

BEDELAU.COM --Apa yang selama ini dianggap sebagai bagian dari limbah perkebunan justru membuka peluang baru bagi masyarakat Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. 

Di tangan Dewi Melinda, biji getah dikembangkan menjadi bahan pangan bernilai guna. Inovasi tersebut bahkan membawa nama Bengkalis ke tingkat nasional setelah masuk dalam 10 besar DPD RI Award 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan–Bidang Ketahanan Pangan. 

Dewi, yang sehari-hari berprofesi sebagai Guru IPS SMPN 1 Bantan, mengembangkan inovasi pangan berbahan dasar biji getah dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. 

Gagasan itu berangkat dari persoalan sederhana: bagaimana sesuatu yang belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. 

“Biji getah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan kami coba olah menjadi pangan. Harapannya, ini tidak hanya menjadi inovasi, tetapi juga bisa membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Dewi. 

Inovasi tersebut kemudian membawanya mengikuti seleksi DPD RI Award 2026. Dari ribuan peserta secara nasional, inovasi pangan biji getah yang dibawanya berhasil masuk dalam 10 besar. 

Selanjutnya, para finalis akan mengikuti tahapan presentasi dan wawancara di hadapan dewan juri independen untuk menentukan tiga besar pemenang. 

Bagi Dewi, pencapaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Masuknya inovasi pangan biji getah ke tingkat nasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Dari Desa Berancah ke Tingkat Nasional Inovasi Dewi memperlihatkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi. 

Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian desa, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat menjadi salah satu cara untuk menciptakan sumber daya baru. 

Bagi Kabupaten Bengkalis, capaian tersebut juga menjadi catatan tersendiri. Inovasi yang tumbuh dari sebuah desa di Kecamatan Bantan kini mendapat perhatian dalam ajang tingkat nasional. 

Kisah Dewi sekaligus menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi tinggi. Pengetahuan, kreativitas, dan keberanian mengolah potensi yang ada dapat menjadi awal dari sebuah perubahan. 

BRK Syariah Apresiasi Nasabah Perjalanan Dewi mendapat perhatian dari BRK Syariah Kedai Bantan. Sebagai bentuk apresiasi, Pimpinan Kedai BRK Syariah Bantan, Nofri Suyono, mengunjungi kediaman Dewi di Desa Berancah. 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan dukungan kepada Dewi yang berhasil membawa inovasi dari Bantan ke panggung nasional. 

“Kami sangat bangga melihat salah satu nasabah BRK Syariah Kedai Bantan mampu membawa inovasi dari desa hingga ke tingkat nasional. Kami datang untuk memberikan apresiasi sekaligus semangat agar inovasi ini terus dikembangkan,” ujar Nofri. 

Menurut Nofri, capaian Dewi menunjukkan bahwa masyarakat di daerah memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan inovasi. Dukungan terhadap masyarakat produktif dan pelaku usaha lokal, kata dia, menjadi bagian dari peran perbankan dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah. 

Bagi BRK Syariah, keberhasilan nasabah seperti Dewi juga menjadi gambaran bahwa layanan perbankan tidak berhenti pada transaksi, tetapi dapat berjalan beriringan dengan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Dari Desa Berancah, inovasi biji getah kini menembus panggung nasional. Sebuah gagasan yang berawal dari potensi lokal, tetapi memiliki peluang untuk memberi nilai lebih bagi pangan dan ekonomi masyarakat Bengkalis.*