Sinergi BRMP Riau dan PT PLN Nusantara Power UP Tenayan: Manfaatkan Fly Ash untuk Tingkatan Hasil Pertanian

Selasa, 22 September 2026

PEKANBARU – Langkah strategis guna mewujudkan swasembada pangan di Provinsi Riau terus digesa. Pada Selasa (22/9/2026), Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau resmi berkolaborasi dengan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Tenayan untuk memanfaatkan material Fly Ash (abu terbang) sebagai pendukung produktivitas sektor pertanian.

Kesepakatan tersebut diteken secara langsung oleh Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si., M.Si., bersama Manager PT PLN Nusantara Power UP Tenayan, Khoirul Huda. Fokus utama dari sinergi ini adalah mengaplikasikan Fly Ash sebagai amelioran atau bahan pembenah tanah. Secara teknis, material ini diyakini ampuh untuk menetralisasi keasaman (pH) lahan, memperkaya unsur hara, serta memulihkan struktur fisik tanah pertanian yang ada di wilayah Riau.

Kepala BRMP Riau, Dr. Agus Wahyana Anggara, sangat optimistis terhadap potensi pemanfaatan sisa pembakaran batu bara tersebut dalam merestorasi lahan kritis. Ia menyebutkan bahwa hal ini bukan sekadar teori. "Penggunaan Fly Ash di kawasan IP2MP Siak maupun IP2MP Kubang Jaya sudah terbukti secara nyata mampu memperbaiki kualitas lahan serta menetralkan pH tanah yang masam," ungkap Agus usai penandatanganan kerja sama.

Inovasi pemanfaatan sumber daya ini memberikan keuntungan ganda. Dari sisi lingkungan, langkah ini menjadi solusi ekonomi sirkular dalam mengelola limbah FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) dari operasional pembangkit listrik. Sementara dari sisi agrikultur, pemanfaatan ini diproyeksikan mampu mendongkrak hasil panen demi terciptanya ketahanan pangan berkelanjutan di Riau.

Kabar baiknya, material penyubur lahan ini bisa diakses tanpa biaya oleh masyarakat tani. "FABA ini kami sediakan secara gratis untuk para petani. Syaratnya cukup mudah, silakan buat proposal pengajuan dan siapkan sendiri armada pengangkutannya," tegas Khoirul Huda. Keterbukaan akses ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani lokal guna memajukan pertanian daerah.

Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh para ketua tim kerja (katimker) dan tenaga penyuluh pertanian se-Provinsi Riau yang bergabung secara virtual melalui ruang Zoom. Diskusi interaktif juga sempat berlangsung, terutama menyoroti mekanisme distribusi material tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pihak BRMP Riau akan segera merumuskan petunjuk teknis operasional, penunjukan personel pengawas, serta menyusun format baku proposal permohonan ke pihak PLN agar prosedur pengambilan FABA berjalan tertib dan terpadu di lapangan. (Red)