Profil dan Jejak Karier Wahyu Hadiningrat, dari Reserse hingga Wakapolri

Kamis, 01 Oktober 2026

Dari reserse, Wakabareskrim hingga Astamarena, Wahyu Hadiningrat kini dipercaya menjadi Wakapolri. Foto: Istimewa

BEDELAU.COM --Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjabat Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Wahyu menggantikan Komjen Dedi Prasetyo yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Pada hari yang sama, Prabowo melantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pelantikan Wahyu dan Suyudi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97 Tahun 2026 tentang pengangkatan Kapolri dan Wakapolri.

Dalam prosesi tersebut, Wahyu dan Suyudi mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dipandu Presiden Prabowo.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya," kata Suyudi dan Wahyu mengikuti ucapan Prabowo.

Profil Wahyu Hadiningrat

Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Juni 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1992.

Selain Akpol, Wahyu tercatat mengikuti sejumlah pendidikan pengembangan kepolisian, antara lain Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti).

Karier Wahyu di kepolisian dimulai pada 1993 sebagai Perwira Pertama di Polda Jawa Barat.

Setahun kemudian, ia mendapat tugas sebagai Wakapolsekta Cirebon Selatan. Pada 1995, Wahyu dipercaya menjadi Kapolsek Soreang, Polres Bandung.

Dari Jawa Barat, perjalanan karier Wahyu berkembang ke sejumlah posisi strategis di tingkat kewilayahan hingga Mabes Polri.

Ia juga mendapat penugasan dalam penanganan kasus Bom Bali II pada 2005. Setelah itu, Wahyu pernah mendapat penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN).

Dari Kapolres hingga Wakabareskrim

Pengalaman Wahyu di bidang operasional dan reserse terus berkembang. Pada 2011, ia dipercaya menjadi Kapolres Metro Bekasi. Setahun kemudian, Wahyu menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Pengalaman tersebut berlanjut ketika Wahyu dipercaya menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2016. 

Pada 2018 hingga 2020, ia menjabat Wakapolda Metro Jaya. Setelah itu, Wahyu masuk ke tingkat Mabes Polri dan dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri pada 2020.

Setelah cukup lama berada di bidang operasional dan reserse, Wahyu kemudian beralih ke bidang perencanaan dan anggaran.

Pada 2021, ia dipercaya menjabat Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri.

Posisi tersebut kemudian berubah setelah restrukturisasi organisasi Polri. Pada September 2024, Wahyu dikukuhkan sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena).

Pada periode yang sama, pangkat Wahyu naik dari Inspektur Jenderal (Irjen) menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), atau jenderal bintang tiga. Perubahan tersebut berkaitan dengan restrukturisasi organisasi Polri berdasarkan Perpres Nomor 90 Tahun 2024.

Menjadi Wakapolri

Dari posisi Astamarena, Wahyu kemudian dipercaya mengisi jabatan Wakapolri.

Ia dilantik Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026 dan kini mendampingi Suyudi Ario Seto yang menjabat Kapolri.

Pergantian tersebut terjadi setelah Dedi Prasetyo meninggalkan posisi Wakapolri untuk mendapat penugasan baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Dedi sebelumnya menjabat Wakapolri sejak 2025 setelah menggantikan Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri.

Sebelum menjadi Wakapolri, Dedi pernah menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri pada 2024 dan Kepala Divisi Humas Polri pada 2021. Ia merupakan lulusan Akpol 1990.

Penunjukan Dedi sebagai Kepala BRAN berlangsung setelah DPR dan pemerintah mengesahkan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria pada September 2026.

Dalam proses pembahasannya, nomenklatur lembaga tersebut sempat dibahas sebagai Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA). Namun, dalam pelantikan Presiden, Dedi ditetapkan sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Dengan perpindahan Dedi tersebut, posisi Wakapolri kemudian diisi Wahyu Hadiningrat.

 

 

Sumber: SM News.com