Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya

Ahad, 04 Oktober 2026

Ilustrasi aktivitas di pasar tradisional. (sumber: istimewa/SM News.com)

BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pasar terasa panas. Cabai merah keriting Pekanbaru mencapai Rp97.500 per kilogram. Di sejumlah pasar, harganya bahkan menyentuh Rp100.000. 

Angka itu muncul ketika harga pangan nasional juga bergerak. PIHPS mencatat seluruh jenis cabai mengalami kenaikan pada Minggu pagi. Cabai rawit merah menjadi yang paling mahal secara nasional.

Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp100.700 per kilogram. Angkanya naik Rp4.250 atau 4,41 persen. Cabai merah keriting nasional naik 7,87 persen menjadi Rp74.700.

Cabai merah besar juga ikut melompat cukup tajam. Harganya naik 10,02 persen menjadi Rp63.150 per kilogram. Kenaikan mencapai Rp5.750 dibandingkan harga sebelumnya.

Pekanbaru punya cerita lebih pedas dari angka nasional tersebut. Cabai merah keriting rata-rata mencapai Rp97.500 per kilogram. Pasar Lima Puluh mencatat harga tertinggi Rp100.000. 

Cabai merah besar Pekanbaru berada pada level Rp75.000 per kilogram. Cabai rawit merah juga bertahan di Rp80.000. Kedua komoditas itu masih jauh dari kata murah. 

Peta harga tersebut memperlihatkan tekanan pangan belum merata. Cabai menjadi komoditas paling agresif menggerakkan harga pasar. Komoditas lain masih bergerak lebih jinak.

BPS Riau mencatat inflasi September mencapai 0,64 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi andil besar. Cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi bulanan. 

BPS mencatat cabai merah memberi andil inflasi sebesar 0,49 persen. Harga cabai merah Pekanbaru ketika itu mencapai Rp80.000. Kini, pantauan pasar menunjukkan angkanya bergerak lebih tinggi. 

Tekanan cabai juga muncul bersama kenaikan ayam hidup. Cabai rawit ikut menambah tekanan terhadap inflasi September. Polanya membuat pasar pangan Riau perlu diawasi lebih ketat. 

Di tengah cabai yang berlari, beras justru relatif tenang. Seluruh varian beras nasional tercatat stabil dalam data PIHPS. Beras kualitas bawah berada pada kisaran Rp14.700-Rp14.900.

Beras medium juga bertahan pada Rp16.400 per kilogram. Beras premium super I mencapai Rp17.950. Super II berada sedikit lebih rendah pada Rp17.350.

Pekanbaru juga mencatat harga beras premium relatif stabil. Beras Premium Belida berada sekitar Rp17.250 per kilogram. Harga tersebut masih lebih rendah dari beberapa beras premium nasional. 

Harga bawang juga belum menunjukkan tekanan sebesar cabai. PIHPS mencatat bawang putih sedang mencapai Rp39.050. Bawang merah sedang justru turun tipis menjadi Rp37.400.

Minyak goreng memperlihatkan pergerakan yang lebih beragam. Minyak kemasan merek dua naik menjadi Rp23.550. Minyak curah justru turun menjadi Rp20.300 per kilogram.

Daging ayam ras nasional sedikit melemah menjadi Rp41.950. Telur ayam ras juga turun menjadi Rp29.900. Dua komoditas ini memberi napas kecil bagi konsumen.

Pemerintah Riau sudah menyiapkan jalur pasokan dari Sumatera Utara. Kerja sama tersebut menyasar beras, cabai merah, dan bawang merah. Transaksi perdana menjadi bagian strategi stabilisasi pangan. 

Pasokan perdana mencakup enam ton beras dan 200 kilogram cabai merah. Komoditas itu berasal dari kelompok tani Sumatera Utara. Distribusinya diarahkan memperkuat pasokan Riau. 

Langkah tersebut terasa penting ketika harga cabai mulai berlari. Sumatera Utara sendiri mencatat harga cabai merah tingkat petani Rp55.000. Data provinsi itu juga menunjukkan rata-rata Rp57.333. 

Jarak pasokan membuat kerja sama antardaerah menjadi pilihan logis. Riau membutuhkan pasokan saat produksi lokal belum mencukupi. Cabai menjadi contoh paling jelas dari kebutuhan tersebut.

Bagi konsumen, kenaikan cabai terasa langsung di dapur. Sambal sederhana kini membutuhkan anggaran yang tidak sederhana. Sepiring nasi pun ikut merasakan efek pergerakan pasar.

Pemerintah menghadapi pekerjaan rumah sebelum permintaan akhir tahun meningkat. Stok perlu dijaga bersama distribusi antardaerah. Kalau pasokan tersendat, harga bisa kembali meloncat.

Data Pekanbaru menunjukkan cabai masih berada di zona intervensi. Harga acuan cabai merah keriting berada pada Rp37.000-Rp55.000. Harga pasar mencapai Rp97.500 atau jauh di atas rentang tersebut. 

Situasi ini membuat cabai menjadi alarm paling keras pasar Riau. Beras masih tenang, ayam relatif melandai, dan bawang lebih terkendali. Cabai justru terus mencari ruang untuk naik.

Perburuan harga pangan kini bukan sekadar urusan pedagang. Konsumen ikut menghitung ulang isi keranjang belanja. Pemerintah harus memastikan cabai tidak berubah menjadi barang mewah.

 

 

 

Sumber: SM News.com