
BEDELAU.COM --Bupati Siak, Afni Zulkifli secara lantang dan tegas mengatakan, bahwa suatu saat orang Melayu akan kembali ke akarnya, yaitu kembali ke pesisir, ke maritim, ke sungai, ke laut.
Pernyayaan itu disampaikannya saat melakukan Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas untuk PT Oriental Resouces Indonesia (PT ORI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kamis (9/10/2026). PT ORI adalah investor hilirisasi pertama berbasis kelapa sawit di KITB.
"Kalau minyak kita habis di darat, akasia memberikan sedikit saja pemasukan, sawit hanya memberikan sekitar Rp3 miliar nyo tahun depan, maka kembalilah orang Melayu kepada akarnya. Apa itu? Kita kembali ke pesisir, ke Maritim, ke sungai, ke laut," ujar Afni.
Afni juga meyakinkan, agar masyarakat Melayu di Siak dan Pesisir tak usah risau atas "musibah" pemotongan dana bagi hasil (DBH) migas yang terus turun dan disunat oleh pusat.
"Kita usah risau. Dana bagi hasil kita, yang kita tak tahu apa rumus yang dipakai, terus turun, usah risau. Ini negeri bertuah, negeri beradap, negeri para sultan yang alim. Allah akan menjaga negeri ini. Allah akan limpahkan rezeki yang barokah pada negeri ini."
Untuk diketahui PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI), perusahaan swasta dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), memulai realisasi investasi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Investasi tahap pertama PT ORI diproyeksikan mencapai Rp1,6 Triliun dengan rencana pengembangan awal senilai Rp800 miliar, dan pembangunan lanjutan senilai Rp800 miliar.
Realisasi investasi tersebut ditandai dengan dimulainya pekerjaan pembangunan fasilitas industri PT ORI di kawasan KITB. Proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan kegiatan industri yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2026. **
Sumber: cakaplah.com