Pukul 23.30 Polisi Bergerak, Tempat Hiburan Pekanbaru Diperiksa Sampai Dini Hari!

Ahad, 11 Oktober 2026

Apel personil Satresnarkoba Polresta Pekanbaru sebelum melakukan razia narkoba di sejumlah tempat hiburan malam. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Saat sebagian warga mulai memejamkan mata, polisi justru menyisir tempat hiburan malam di Pekanbaru. Sebanyak 29 personel bergerak memeriksa Angkasa Food Court pada Sabtu malam. Hasilnya, tujuh pengunjung yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Razia berlangsung pukul 23.30 WIB hingga Minggu pukul 01.00 WIB. Operasi tersebut melibatkan Satresnarkoba Polresta Pekanbaru, Tim RAGA, dan personel Dokkes. Petugas menyasar dugaan penyalahgunaan narkoba serta potensi gangguan keamanan lainnya.

Sebelum bergerak, personel mengikuti apel persiapan di halaman Mapolresta Pekanbaru. Wakasat Resnarkoba AKP Safril memimpin pelaksanaan operasi di lapangan. Kegiatan tersebut merupakan arahan Kasat Resnarkoba AKP Noki Loviko.

Angkasa Food Court di Jalan Angkasa, Kecamatan Payung Sekaki, menjadi lokasi pemeriksaan. Petugas memeriksa pengelola, pengunjung, ruangan, serta fasilitas tempat hiburan. Pemeriksaan badan dan barang bawaan turut dilakukan untuk mencari barang terlarang.

Tim Dokkes kemudian mengambil sampel urine dari tujuh pengunjung. Seluruh sampel menunjukkan hasil negatif berdasarkan pemeriksaan saat razia. Petugas juga tidak menemukan barang bukti narkotika di lokasi tersebut.

Wakasat Resnarkoba AKP Safril menegaskan operasi serupa dapat berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya. “Tidak ada satu pun tempat di Pekanbaru yang boleh menjadi zona aman bagi pengedar maupun pengguna,” tegasnya. Ia meminta pengelola segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Pesan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan pengunjung semata. Pengelola tempat hiburan juga diminta memperketat pengawasan terhadap aktivitas di dalam lokasi. Kepolisian ingin mencegah tempat hiburan menjadi ruang transaksi atau penyalahgunaan narkotika.

Razia kali ini berbeda dari operasi Polda Riau pada akhir September. Dalam operasi terpisah, petugas menyisir 12 tempat hiburan malam di Pekanbaru. Dari 57 orang yang menjalani tes urine, dua terindikasi positif narkotika.

Perbedaan hasil tersebut menunjukkan setiap operasi memiliki temuan tersendiri. Hasil negatif di satu lokasi tidak otomatis menggambarkan kondisi seluruh tempat hiburan. Pengawasan berkala tetap diperlukan untuk menekan risiko peredaran narkotika.

Pada September, Polresta Pekanbaru juga memeriksa 17 pengunjung dalam razia terpisah. Seluruhnya dinyatakan negatif, sementara petugas tidak menemukan barang bukti narkotika. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Kehadiran polisi pada jam rawan diharapkan mempersempit ruang gerak pelaku. Pengawasan juga membutuhkan keterlibatan pengelola, karyawan, pengunjung, serta masyarakat sekitar. Informasi dini dapat membantu petugas menindaklanjuti dugaan pelanggaran secara tepat.

Bagi pengunjung, hasil negatif tentu menjadi kabar melegakan setelah pemeriksaan malam itu. Bagi pengelola, pemeriksaan tersebut menjadi pengingat untuk menjaga tempat usahanya. Kepatuhan tidak cukup ditunjukkan saat petugas datang, tetapi perlu dijaga setiap hari.

Polresta Pekanbaru menegaskan pengawasan tempat hiburan akan terus dilakukan. Masyarakat diminta melaporkan dugaan penyalahgunaan atau peredaran narkoba melalui saluran kepolisian resmi. Sebab, hasil razia yang bersih perlu dijaga agar bukan sekadar kabar semalam.

 

 

 

Sumber: SM News.com