
RSUD Arifin Ahmad, foto: cakaplah.com
BEDELAU.COM --RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau terus meningkatkan pelayanan penanganan pasien stroke dengan menerapkan sistem code stroke. Sistem ini memungkinkan tim medis bergerak cepat dan terkoordinasi begitu pasien dengan gejala stroke tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Direktur RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau drg Yusi Prastiningsih mengatakan, penanganan pasien stroke sangat bergantung pada kecepatan mendapatkan tindakan medis. Pasalnya, pasien memiliki waktu emas (golden time) selama 4,5 jam sejak munculnya gejala stroke. Hal ini guna mendapatkan penanganan optimal.
"Untuk pelayanan golden time pasien stroke itu empat setengah jam. Kami memiliki sistem yang namanya code stroke. Begitu pasien stroke datang, alarm berbunyi dan seluruh tim langsung bergerak," cakapnya, Ahad (1/11/2026).
Sistem code stroke diterapkan di IGD. Agar pasien segera mendapatkan pemeriksaan dan tindakan sesuai kondisi medisnya.
"Jika pasien datang dalam rentang waktu golden time, penanganan masih dapat kamk lakukan tanpa harus melalui tindakan invasif atau operasi," jelas Yusi.
Salah satu tindakan yang dapat dilakukan adalah pemberian terapi untuk melarutkan atau menghancurkan sumbatan pada pembuluh darah otak. Dengan demikian, aliran darah ke otak dapat kembali berjalan tanpa harus melakukan operasi.
"Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, tindakan dapat dilakukan di ruang catheterization laboratory (Cath Lab) dengan melibatkan dokter spesialis terkait, termasuk dokter bedah saraf," ujar Yusi.
Selain fasilitas penanganan darurat, RSUD Arifin Achmad juga menyediakan ruang perawatan bagi pasien stroke di lantai empat. Sementara itu, pasien yang memasuki tahap pemulihan akan mendapatkan pelayanan rehabilitasi medik.
"Fasilitas rehabilitasi tersebut berada di lantai bawah dan dilengkapi berbagai peralatan terapi, termasuk treadmill. Fasilitas itu untuk membantu proses pemulihan pasien," sebut Yusi.
Sumber: cakaplah.com