Kanal

Mayat Bertato Gegerkan Siak, Polisi Temukan Baju Pemuda Pancasila Bertuliskan "Agus Lelo"

BEDELAU.COM --Warga Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, mendadak heboh setelah sesosok pria ditemukan meninggal dunia dekat Gereja HKBP Libo Waduk KM 15, Kamis sore, 21 Mei 2026. Polisi menemukan tas berisi pakaian dan baju organisasi Pemuda Pancasila bertuliskan nama “Agus Lelo” yang kini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas korban misterius tersebut.

Sore itu suasana Jalan Libo Waduk masih terlihat tenang seperti biasanya. Kendaraan sesekali melintas di jalan perkebunan yang cukup sepi. Namun, suasana mendadak berubah saat warga melihat seorang pria tergeletak di area parkir gereja.

Awalnya warga mengira pria tersebut sedang tertidur karena kelelahan. Namun, rasa curiga mulai muncul setelah tubuh pria itu tidak bergerak sama sekali. Warga kemudian mendekat sambil mencoba memanggil korban beberapa kali.

Pria tersebut tetap diam tanpa jawaban. Tubuhnya juga sudah terasa dingin dan kaku saat disentuh warga sekitar. Kepanikan langsung menyebar dan warga segera melapor kepada ketua RT setempat.

Informasi itu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kandis. Polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Beberapa petugas datang sambil membawa garis polisi dan perlengkapan pemeriksaan TKP.

Kapolsek Kandis, Kompol Herman Pelani, turun langsung bersama jajaran kepolisian lainnya. Kanit Reskrim AKP Putra Amor dan Kanit Intelkam AKP Stedy Akhda ikut melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Area sekitar gereja langsung dipasangi garis polisi.

Petugas kemudian memeriksa tubuh korban dan mencari petunjuk di sekitar lokasi. Dari situlah polisi menemukan sebuah tas tidak jauh dari posisi korban. Isi tas itu kemudian membuat penyelidikan semakin menarik.

Di dalam tas terdapat empat helai pakaian dan satu handuk warna donker. Polisi juga menemukan baju organisasi Pemuda Pancasila bertuliskan nama “Agus Lelo” pada bagian dada. Nama itu kini menjadi petunjuk utama pencarian identitas korban.

“Petugas menemukan tas berisi pakaian dan baju organisasi bertuliskan Agus Lelo,” ujar Kompol Herman Pelani, Sabtu, 23 Mei 2026.

Meski begitu, polisi belum memastikan apakah nama tersebut benar merupakan identitas korban. Warga sekitar juga mengaku tidak mengenal pria yang ditemukan meninggal dekat gereja itu. Hingga kini polisi masih terus menelusuri asal-usul korban.

Tim medis dari Puskesmas Kandis kemudian datang melakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan dipimpin dr Noprah bersama tenaga kesehatan lainnya. Warga sekitar ikut menyaksikan proses pemeriksaan dengan rasa penasaran.

Hasil pemeriksaan sementara membuat polisi sedikit lega. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ada luka akibat penganiayaan maupun benda tajam di tubuh pria tersebut.

Meski begitu, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Jenazah kemudian dibawa menuju Puskesmas Kandis sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau. Pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan untuk mencari identitas korban.

Pada Jumat, 22 Mei 2026, tim identifikasi Ditreskrimum Polda Riau mulai bekerja di kamar jenazah RS Bhayangkara. Polisi menggunakan alat MAMBIS dan IPS untuk memeriksa sidik jari korban. Pemeriksaan dilakukan dengan cukup teliti demi membuka identitas pria misterius tersebut.

Ciri-ciri korban kemudian diumumkan kepada masyarakat. Korban diperkirakan berusia di atas 40 tahun dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Rambut korban ikal, berhidung mancung, dan memiliki telinga cukup besar.

Tubuh korban juga memiliki beberapa tato mencolok. Pada lengan kanan atas terdapat tato perempuan dan ular. Lalu di lengan kiri terdapat tato abstrak, sedangkan bagian punggung kanan bergambar wanita.

Tato tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting polisi. Petugas berharap ada warga yang mengenali ciri tubuh korban maupun nama pada pakaian yang ditemukan dekat lokasi. Hingga Sabtu malam, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. “Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban,” kata Kompol Herman Pelani.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri serupa. Polisi membuka layanan informasi selama proses identifikasi berlangsung. Harapan terbesar muncul agar keluarga korban segera ditemukan.

Kasus ini langsung menjadi pembicaraan warga Kandis. Banyak warga penasaran bagaimana korban bisa berada dekat gereja dalam kondisi meninggal dunia. Sebagian warga menduga korban sudah beberapa hari berada di sekitar lokasi.

Namun, hingga kini polisi belum menemukan tanda mengarah pada tindak kriminal. Semua kemungkinan masih didalami sambil menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar.

Dinas Sosial ikut diajak berkoordinasi terkait penanganan jenazah. Langkah itu dilakukan jika dalam beberapa hari belum ada keluarga yang datang mengakuinya. Polisi tidak ingin korban terlalu lama berada di kamar jenazah tanpa identitas jelas.

Kini kawasan Gereja HKBP Libo Waduk memang sudah kembali tenang. Namun, cerita soal pria bertato tanpa identitas masih ramai dibicarakan warga. Nama “Agus Lelo” pun berubah menjadi teka-teki yang belum menemukan jawaban pasti.

 

 

 

Sumber: SM News.com

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER