Kanal

Warga Panik, Ular Sanca Raksasa Masuk Kandang dan Santap Induk Kambing

BEDELAU.COM --Warga Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, dibuat geger oleh kemunculan seekor ular sanca raksasa. Reptil sepanjang tujuh meter itu ditemukan berada di dalam kandang kambing milik warga. Kondisinya membuat warga khawatir karena ular tersebut berada dekat kawasan permukiman.

Laporan pertama datang dari seorang warga bernama Eki, 32 tahun. Ia melihat keberadaan ular besar tersebut di area kandang kambing. Temuan itu langsung dilaporkan kepada Satpol PP-PKP Kuansing untuk segera ditindaklanjuti.

Tak menunggu lama, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak delapan personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Mereka membawa satu unit kendaraan operasional serta perlengkapan khusus penangkap ular.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati ular sanca itu tengah menggulung di dalam kandang. Ukurannya yang sangat besar membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Situasi di sekitar kandang juga diamankan agar tidak membahayakan warga.

Pemandangan yang ditemukan petugas cukup mengejutkan. Perut ular terlihat membesar dan menonjol. Kondisi itu menandakan reptil tersebut baru saja memangsa hewan berukuran besar.

Kepala Bidang terkait di Satpol PP-PKP Kuansing, Rio Kasyter Wandra, membenarkan temuan tersebut. Menurutnya, ular itu telah berhasil memangsa satu ekor induk kambing milik warga. Kejadian itu diduga berlangsung tidak lama sebelum petugas tiba.

"Keberadaan satwa liar di dekat permukiman perlu ditangani cepat agar tidak memicu risiko yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Rio.

Proses penangkapan berlangsung dengan pengamanan ketat. Delapan personel bekerja sama mengendalikan pergerakan ular yang memiliki tenaga sangat kuat. Setelah beberapa waktu, ular akhirnya berhasil dilumpuhkan tanpa menimbulkan korban.

Keberhasilan evakuasi itu disambut lega warga sekitar. Sejumlah warga yang menyaksikan proses penangkapan tampak berkumpul di sekitar lokasi. Mereka mengaku khawatir jika ular tersebut kembali memangsa ternak atau bahkan mengancam keselamatan manusia.

Rio mengatakan ukuran ular yang ditemukan tergolong sangat besar. Karena itu, penanganan harus dilakukan oleh petugas yang memiliki pengalaman. Keselamatan personel dan warga menjadi prioritas utama selama proses berlangsung.

"Koordinasi yang baik antara masyarakat dan petugas menjadi kunci dalam penanganan kejadian seperti ini," katanya.

Setelah berhasil diamankan, ular sanca tersebut dibawa ke Markas Satpol PP-PKP Kuansing. Di lokasi itu, reptil raksasa tersebut ditempatkan sementara sambil menunggu proses penyerahan. Petugas juga memastikan kondisi ular tetap terkontrol.

Satpol PP-PKP Kuansing kemudian berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Riau. Langkah itu dilakukan agar satwa liar tersebut dapat ditangani sesuai prosedur konservasi. Hasil komunikasi menunjukkan BKSDA akan menjemput ular tersebut.

Menurut Rio, penyerahan kepada BKSDA menjadi solusi terbaik. Satwa liar yang masih hidup perlu ditempatkan di lokasi yang lebih aman dan sesuai habitatnya. Dengan begitu, potensi konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalkan.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal dekat area perkebunan maupun semak belukar. Kemunculan ular berukuran besar bisa terjadi ketika satwa mencari makanan atau berpindah habitat. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan.

Warga juga diimbau segera melapor apabila menemukan satwa liar berbahaya. Tindakan cepat akan membantu petugas melakukan evakuasi sebelum muncul risiko yang lebih besar. Keselamatan warga dan perlindungan satwa tetap menjadi tujuan utama.

Kini suasana di Desa Seberang Taluk kembali tenang. Namun kisah ular sanca tujuh meter yang berhasil menelan seekor induk kambing masih menjadi perbincangan hangat warga. Kejadian itu menjadi salah satu evakuasi satwa liar paling mencolok yang terjadi di Kuansing tahun ini.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER