• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik

Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 18:56:26 WIB
Cetak
Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi Riau menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menjadi penyebab turunnya retribusi kantin sekolah seperti yang beredar beberapa hari terakhir. Klarifikasi disampaikan setelah ditemukan kekeliruan data dalam laporan Dinas Pendidikan Provinsi Riau kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan penjelasan tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026. Ia mengatakan informasi yang menghubungkan MBG dengan penurunan retribusi kantin sekolah tidak sesuai dengan hasil penelusuran terbaru.

Menurut SF Hariyanto, angka retribusi kantin sekolah sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Nilainya bahkan berada di kisaran 0,01 persen atau jauh di bawah satu persen dari total penerimaan daerah.

Di tengah berkembangnya berbagai informasi, Pemprov Riau memilih membuka duduk persoalan secara lengkap. Langkah itu dilakukan agar tidak muncul pemahaman yang keliru mengenai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Riau, saya menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat penyampaian data yang menimbulkan kesalahpahaman. Penjelasan ini perlu disampaikan agar informasi yang beredar tetap akurat,” kata SF Hariyanto.

Cerita bermula ketika muncul laporan mengenai penurunan pendapatan retribusi kantin sekolah. Dalam laporan awal, program MBG disebut menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya penerimaan tersebut. Informasi itu kemudian berkembang luas dan memunculkan anggapan bahwa kehadiran MBG berdampak terhadap pemasukan daerah dari sektor kantin sekolah.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, hasilnya menunjukkan sumber persoalan bukan berasal dari pelaksanaan MBG. Penelusuran menemukan adanya kesalahan input data pada laporan kontribusi retribusi kantin sekolah.

Data tersebut berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan diteruskan kepada Bapenda. Informasi yang belum diverifikasi secara menyeluruh kemudian menjadi dasar penjelasan yang berkembang ke publik.

“Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya kekeliruan data yang disampaikan. Karena itu, kami tegaskan tidak ada pengaruh Program Makan Bergizi Gratis terhadap penurunan retribusi daerah,” ujar SF Hariyanto.

Ia menambahkan, Pemprov Riau tetap berada dalam barisan pendukung pelaksanaan MBG. Program tersebut dinilai memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih luas dibandingkan dengan nilai retribusi kantin sekolah.

Menurutnya, MBG menggerakkan banyak sektor secara bersamaan. Aktivitas ekonomi tumbuh mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, usaha mikro, kecil, menengah, distribusi bahan pangan, hingga jasa pendukung lainnya.

Perputaran ekonomi itu dinilai memberi dampak berantai bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan MBG dipandang sebagai salah satu instrumen yang ikut mendorong aktivitas ekonomi daerah. SF Hariyanto juga mengungkapkan adanya manfaat lain yang dirasakan Pemerintah Provinsi Riau setelah program tersebut berjalan. 

Ia menjelaskan anggaran makan dan minum untuk sekolah berasrama dapat ditekan cukup signifikan. Efisiensi tersebut mencapai sekitar Rp45 miliar dalam satu tahun anggaran. “Program ini sejalan dengan semangat efisiensi daerah. Anggaran yang dapat dihemat selanjutnya bisa dialihkan untuk kebutuhan prioritas lain,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan kantin sekolah juga disebut tidak akan ditinggalkan. Pemprov Riau mendukung rencana Badan Gizi Nasional untuk kembali mengoptimalkan aktivitas kantin di lingkungan sekolah. Dengan skema yang sedang disiapkan, kantin sekolah tetap memiliki ruang dalam ekosistem penyediaan makanan bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Teza Darsa mengakui adanya kekeliruan dalam laporan yang disampaikan kepada Bapenda. Pengakuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses klarifikasi yang dilakukan pemerintah daerah.

Teza Darsa menjelaskan laporan prognosis yang dikirim sebelumnya tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. Akibatnya muncul kesimpulan yang keliru terkait hubungan antara MBG dan retribusi kantin sekolah. 

“Kami mengakui telah keliru dalam menyampaikan laporan tersebut sehingga muncul informasi yang tidak tepat terkait Program Makan Bergizi Gratis,” kata Teza Darsa.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada SF Hariyanto, Bapenda Provinsi Riau, serta masyarakat atas kesalahan penyampaian data tersebut. Menurutnya, evaluasi internal akan dilakukan agar proses penyusunan dan pelaporan data dapat berjalan lebih akurat pada masa mendatang.

Permintaan maaf itu sekaligus menutup polemik yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Fokus pemerintah saat ini diarahkan pada penguatan pelaksanaan MBG serta perbaikan tata kelola data antarorganisasi perangkat daerah.

Di tengah kebutuhan efisiensi anggaran dan peningkatan kualitas gizi peserta didik, program MBG tetap menjadi salah satu agenda yang terus didorong di Riau.

Dengan klarifikasi yang disampaikan pada Rabu, 24 Juni 2026, Pemprov Riau menegaskan tidak ada hubungan antara Program Makan Bergizi Gratis dan penurunan retribusi kantin sekolah. Sumber persoalan berasal dari kesalahan pelaporan data yang kemudian memicu kesimpulan berbeda dari kondisi sebenarnya.

Kini, angka Rp77 juta yang sempat menjadi bahan perbincangan telah menemukan asal-usulnya. Cerita yang semula mengarah ke MBG berbelok ke meja administrasi, tempat satu data keliru mampu memunculkan gelombang informasi yang cukup panjang.

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Bocah 6 Tahun Terjatuh di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:11:15 WIB

BEDELAU.COM --Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Nu.

Daerah

Warga Panik, Ular Sanca Raksasa Masuk Kandang dan Santap Induk Kambing

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:56:23 WIB

BEDELAU.COM --Warga Desa Seberang Taluk, Kecamatan K.

Daerah

Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Pekanbaru, Pelaku Diburu Polisi

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:50:12 WIB

BEDELAU.COM --Pria bernama Samin bersama anaknya, Ti.

Daerah

Ketua RT-RW di Pekanbaru Segera Dilantik Serentak, Wako Kumpulkan di Danau Buatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:47:03 WIB

BEDELAU.COM --Pemilihan Ketua RT dan RW serentak di .

Daerah

Bupati Zukri Pimpin Tanam Pohon Aren di Pangkalan Kerinci, Dorong Ekonomi Masyarakat

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:39:05 WIB

BEDELAU.COM --Bupati Pelalawan H. Zukri memimpin keg.

Daerah

242 Tahun Pekanbaru: PAD Melejit, Parkir Murah hingga Bus Gratis

Selasa, 23 Juni 2026 - 00:17:03 WIB

BEDELAU.COM --Kota Pekanbaru menandai usia ke-242 ta.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bocah 6 Tahun Terjatuh di Dermaga TPI Purnama Dumai Ditemukan Meninggal Dunia
24 Juni 2026
Ahli Soroti Saksi Mahkota di Kasus Abdul Wahid, Sebut Unsur Dakwaan Tak Terpenuhi
24 Juni 2026
Prabowo Bongkar Dugaan Aktor Demo Berbayar, Klaim Sudah Kantongi Nama-Namanya
24 Juni 2026
Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik
24 Juni 2026
Warga Panik, Ular Sanca Raksasa Masuk Kandang dan Santap Induk Kambing
24 Juni 2026
Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Lokasi, Ini Waktunya!
24 Juni 2026
Ayah dan Anak Ditusuk OTK di Pekanbaru, Pelaku Diburu Polisi
24 Juni 2026
Ketua RT-RW di Pekanbaru Segera Dilantik Serentak, Wako Kumpulkan di Danau Buatan
24 Juni 2026
Bupati Zukri Pimpin Tanam Pohon Aren di Pangkalan Kerinci, Dorong Ekonomi Masyarakat
23 Juni 2026
Apartemen Jadi Gudang Narkoba, Polisi Sita Uang Rp115 Juta dan Senpi
23 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Kuansing
  • 2 Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS
  • 3 Motor Listrik MBG Rp1 Triliun yang Diduga Dimark-up Dadan Sudah Dirakit, Kini Mau Dipakai Buat Apa?
  • 4 Terkuak! Ini Daftar SMA-SMK Negeri di Pekanbaru yang Rekrut 953 Siswa di Luar Sistem SPMB 2025
  • 5 PETI Kuansing Digerebek Beruntun
  • 6 Angin Kencang Melanda Desa Api Api, SMPN 1 Banlak Rusak Parah
  • 7 Besok Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Jangan Langgar 10 Pelanggaran Ini

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved