BEDELAU.COM --Peristiwa Harimau Sumatera terkam masyarakat kembali terjadi di salah satu areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kabupaten Pelalawan. Kali ini seorang laki-laki bernama Eko Prastio diinformasikan meninggal dunia akibat serangan satwa dilindungi tersebut pada Jumat (10/07/26) kemarin.
Pria 29 tahun itu ditemukan meninggal dunia di dalam semak belukar dengan jarak sekitar 650 meter dari lokasi terakhir korban diketahui berada.
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau hingga saat ini tengah memastikan apakah HS yang menerkam korban merupakan Hal yang sama yang sebelumnya juga telah menerkam bocah 12 di lokasi yang sama.
"Kita berupaya untuk mengantisipasi terjadinya kembali interaksi negatif satwa liar Harimau Sumatera tersebut dengan memasang boxtrap. Kemudian juga meminta perusahaan agar menerapkan SOP secara ketat serta menghimbau seluruh masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan. Kemudian tidak melakukan aktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari, memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik, serta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi," ujar Pelaksana Harian Kepala Balai Besar KSDA Riau, Laskar Jaya Permana.
Tidak hanya itu, pihaknya juga komitmen untuk melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian Harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi.
Untuk diketahui, peristiwa kedua ini terjadi pada saat Tim WRU BKSDA Riau masih berada di lokasi tersebut. Dimana peristiwa diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB.
Ceritanya, pukul 19.15 WIB, korban berpamitan kepada rekan satu kamar untuk mencari sinyal telepon guna menyampaikan agenda pekerjaan esok hari melalui grup WhatsApp kru pekerja. Namun hingga Pukul 24.00 WIB korban belum kembali ke Mess sehingga rekan satu kamar bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian di sekitar mess.
Dalam proses pencarian di lokasi yang biasa digunakan korban untuk menelepon, tim menemukan sejumlah barang milik korban berupa sandal dan headset, disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak. Di lokasi yang sama juga ditemukan jejak Harimau Sumatera dan jejak anjing yang mengarah ke titik ditemukannya barang-barang milik korban.
Sekitar Pukul 02.30 WIB, petugas keamanan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim WRU Balai Besar KSDA Riau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Petugas kemudian langsung melakukan observasi serta penyisiran. Hasil pemeriksaan kembali menemukan sandal korban, headset, ceceran darah, serta jejak Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar panjang 16 cm dan lebar 15 cm, yang mengarah dari lokasi korban terakhir berada.
Pencarian korban kemudian dilakukan dalam radius sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian dengan memanfaatkan drone thermal serta pemantauan menggunakan sorotan lampu halogen hingga pukul 04.00 WIB. Mengingat kondisi gelap dan keterbatasan jarak pandang, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah kondisi terang.
Keesokan paginya, pencarian kembali dilanjutkan dan berhasil menemukan korban dengan jarak 6,5 km dengan keadaan meninggal dunia.
"Tim saat ini tengah menganalisa apakah individu Harimau Sumatera tersebut sama dengan individu Harimau Sumatera pada TKP sebelumnya," tandanya.**
Sumber: Riauterkini.com