• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Siak

Lahan Gambut Jadi Kebun Melon, Petani Siak Buktikan Bisa Berbuah Manis

Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 17:00:34 WIB
Cetak
Lahan Gambut Jadi Kebun Melon, Petani Siak Buktikan Bisa Berbuah Manis

BEDELAU.COM --Hamparan lahan gambut yang selama ini identik dengan kawasan rawan kebakaran ternyata mampu menghadirkan harapan baru bagi sektor pertanian.

Di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, sekelompok petani berhasil membuktikan bahwa lahan gambut dengan kedalaman lebih dari lima meter mampu menghasilkan buah melon berkualitas, sekaligus menjadi sentra berbagai tanaman hortikultura.

Keberhasilan tersebut terlihat saat panen melon yang dilakukan Kelompok Tani Cemerlang di kawasan gambut yang berdekatan dengan Taman Nasional Zamrud.

Di tengah hamparan kebun, buah-buah melon bergelantungan dengan ukuran yang cukup besar, menjadi bukti bahwa gambut bukan lagi lahan yang identik dengan keterbatasan.

Panen tersebut turut dihadiri Bupati Siak Afni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Siak Kaharuddin, Camat Dayun Wahyudi, Penghulu Kampung Dayun Nasya Nugrik, serta sejumlah perwakilan organisasi lingkungan (NGO).

Bupati Siak Afni mengapresiasi kreativitas petani yang mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap lahan gambut.

"Ini adalah kreativitas masyarakat petani kita di Siak. Ternyata lahan gambut bisa dimanfaatkan untuk budidaya tanaman hortikultura. Artinya, tidak ada masalah meskipun sebagian besar wilayah kita berupa lahan gambut, yang penting petaninya serius mengelola dan membudidayakan komoditas yang dipilih," kata Afni, Senin (13/07/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa keterbatasan karakter lahan bukanlah penghalang untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Afni mengatakan, apabila sekitar 70 persen lahan yang dimiliki merupakan gambut, maka sebagian di antaranya tetap dapat dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura secara optimal.

"Bukan luas lahannya yang paling penting, tetapi bagaimana budidayanya berhasil sampai panen. Itu yang patut kita apresiasi. Potensinya juga ternyata tidak kalah dengan tanaman yang dibudidayakan di tanah mineral," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pengelolaan lahan gambut harus dilakukan secara ramah lingkungan tanpa membuka lahan dengan cara membakar.

"Lahan gambut tidak boleh dibakar karena jika terbakar apinya menyebar ke bawah dan sangat sulit dipadamkan. Justru dengan bercocok tanam seperti ini, lahan menjadi terkelola dan sekaligus membantu mengendalikan kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, Afni telah meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk membantu kebutuhan petani, termasuk penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Kami sudah minta dinas agar membantu petani yang ingin mengelola lahan gambut. Apa yang dibutuhkan, silakan diajukan sehingga bisa kita upayakan bantuan alat untuk mengolah lahan," katanya.

Ia meyakini masih banyak komoditas hortikultura yang dapat dikembangkan di atas lahan gambut dan berpotensi menjadi produk unggulan khas Kabupaten Siak.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Cemerlang, Yusuf, mengatakan pihaknya sengaja mengembangkan budidaya hortikultura di lahan gambut karena melihat potensi jangka panjang yang dimiliki Kabupaten Siak.

Menurutnya, lahan mineral kini semakin terbatas akibat berkembangnya sektor perkebunan, sedangkan lahan gambut melalui skema perhutanan sosial masih memiliki peluang untuk dimanfaatkan secara produktif tanpa merusak lingkungan.

"Pandangan kami lima tahun ke depan, lahan mineral akan semakin sulit dimanfaatkan untuk pertanian karena banyak beralih menjadi perkebunan. Sementara di lahan gambut masih ada peluang. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa gambut juga menjanjikan untuk budidaya hortikultura," ujar Yusuf.

Ia menjelaskan, kunci keberhasilan budidaya bukan terletak pada banyaknya pupuk kimia, melainkan pengelolaan kondisi tanah.

"Yang paling penting adalah memperbaiki tingkat keasaman tanah menggunakan dolomit. Kalau pH tanah sudah stabil, tanaman mampu menyerap nutrisi dengan baik sehingga hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang ditanam di tanah mineral. Justru penggunaan pupuk kimia relatif sedikit," jelasnya.

Saat ini, kelompok tani tersebut membudidayakan sekitar 250 batang melon, 300 batang mentimun, dan 600 batang semangka dengan sistem tumpang sari. Sebelumnya mereka juga telah mencoba berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.

Dari berbagai percobaan yang dilakukan, tanaman merambat dinilai paling cocok dikembangkan di lahan gambut.

"Karakter gambut itu dingin dan mampu menyimpan air cukup lama. Kondisi ini sangat cocok untuk tanaman menjalar yang membutuhkan kelembapan tinggi dan penyiraman rutin. Berbeda dengan cabai, tomat atau terong yang hasilnya tidak sebaik tanaman merambat," katanya.

Selain menghasilkan komoditas pertanian, pengelolaan lahan tersebut juga memberi manfaat ekologis. Kelompok tani membangun embung sebagai cadangan air untuk kebutuhan tanaman sekaligus sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi kami bukan hanya bercocok tanam, tetapi juga ikut mengendalikan kebakaran lahan. Air di embung kami siapkan untuk menyiram tanaman dan bisa menjadi cadangan jika sewaktu-waktu terjadi karhutla," ujarnya.

Keberhasilan Kelompok Tani Cemerlang menjadi bukti bahwa dengan teknologi budidaya yang tepat, pengelolaan pH tanah, serta komitmen menjaga lingkungan, lahan gambut mampu menjadi sumber pangan sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan semakin terbatasnya lahan mineral, gambut kini mulai menunjukkan wajah baru sebagai kawasan pertanian hortikultura yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Dua Korban Diterkam, BKSDA Tengah Pastikan Harimau Sumatera yang Sama

Senin, 13 Juli 2026 - 17:18:53 WIB

BEDELAU.COM --Peristiwa Harimau Sumatera terkam masy.

Daerah

Pemko Pekanbaru Resmi Operasikan Bus Sekolah Gratis, Pelajar Tak Perlu Lagi Naik Motor

Senin, 13 Juli 2026 - 17:10:41 WIB

BEDELAU.COM --Hari pertama masuk sekolah tahun ajara.

Daerah

Harimau Sumatera Terkam Pekerja di Pelalawan, BBKSDA Riau Pasang Boxtrap

Senin, 13 Juli 2026 - 16:53:41 WIB

BEDELAU.COM --Konflik antara manusia dan Harimau Sum.

Daerah

Walikota Minta Seluruh Provider Internet Wajib Ikut Tertibkan Kabel FO Ilegal di Pekanbaru

Ahad, 12 Juli 2026 - 21:01:59 WIB

BEDELAU.COM --Walikota Pekanbaru Agung Nugroho meneg.

Daerah

Perbaikan Jalan Melati Dimulai, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Overlay Jalan Garuda dan Jalan Guru

Ahad, 12 Juli 2026 - 20:51:17 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mel.

Daerah

Tokoh Masyarakat Desa Sei Rokan Jaya Sampaikan Aspirasi Plasma 20 Persen ke H Achmad Anggota DPR RI

Ahad, 12 Juli 2026 - 12:00:00 WIB

ROKAN HULU – Tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta aparat .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Dua Korban Diterkam, BKSDA Tengah Pastikan Harimau Sumatera yang Sama
13 Juli 2026
Mayat Pria Tersangkut Batu di Sungai Rokan, Polisi Bergerak Bongkar Misterinya
13 Juli 2026
Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Bagaimana Nasib Satgas PKH?
13 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Resmi Operasikan Bus Sekolah Gratis, Pelajar Tak Perlu Lagi Naik Motor
13 Juli 2026
Polisi Gulung Dua Bandar Narkoba di Kampung Dalam dan Pangeran Hidayat
13 Juli 2026
Lahan Gambut Jadi Kebun Melon, Petani Siak Buktikan Bisa Berbuah Manis
13 Juli 2026
Kakek di Dumai Ditangkap Polisi Usai Cabuli Anak Dibawah Umur
13 Juli 2026
Harimau Sumatera Terkam Pekerja di Pelalawan, BBKSDA Riau Pasang Boxtrap
13 Juli 2026
Karyawan Kontraktor Perkebunan di Pelalawan Tewas, Diduga Diterkam Harimau Sumatera
12 Juli 2026
BUMN Sumber Korupsi, Prabowo Marah Lagi: Rakyat Tak Bodoh!
12 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Sekda Fauzi Efrizal Ingatkan OPD Rohil Kebut Administrasi Gaji ke-13
  • 2 KPK Bongkar Dugaan Jual Beli Jabatan, Bupati dan Sekda Kuansing Masih Hilang
  • 3 Disdik Pekanbaru Tunda Pengumuman Hasil SPMB Tingkat SMP, Ini Alasannya
  • 4 Indro Tumbang! Gajah Legendaris Penjaga Tesso Nilo Mati Setelah 22 Tahun Hadapi Konflik
  • 5 Bupati Kuansing Suhardiman Amby Dikabarkan Diperiksa KPK
  • 6 Hadirkan Masjid Ramah Bagi Pemudik, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Menag
  • 7 Cukup Telepon 112! TRC Pekanbaru, Warga Kini Lebih Cepat Dapat Bantuan Darurat

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved