Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Karyawan Kontraktor Perkebunan di Pelalawan Tewas, Diduga Diterkam Harimau Sumatera
BEDELAU.COM --Seorang karyawan kontraktor perkebunan PT Aghi Putra Perdana, Eko Prastio (29), ditemukan meninggal dunia setelah diduga diserang harimau Sumatera di area Camp TPK PT Madukoro Lestari Estate Tasik, Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat malam (10/7/2026). Korban diketahui keluar dari camp sekitar pukul 19.00 WIB menuju area depan camp yang memiliki jaringan telepon seluler. Namun, korban tidak kembali hingga malam hari.
Rekan kerja korban kemudian melakukan pencarian. Sekitar pukul 21.00 WIB, Rofi Hudzil Affa bersama sejumlah pekerja lain dan pihak manajemen perusahaan menyisir area sekitar camp untuk mencari keberadaan korban.
Pencarian berlanjut hingga Sabtu pagi. Sekitar pukul 06.00 WIB, tim menemukan bercak darah sekitar 100 meter dari depan camp. Jejak tersebut mengarah ke dalam kawasan hutan dan diduga menyeret korban hingga sekitar 2 kilometer dari lokasi awal.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan hutan Grembel. Jenazah kemudian dievakuasi ke Klinik Estate Tasik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Kampar Kiri Tengah guna proses pemakaman.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K Kapolsubsektor Pelalawan, Ipda Fernando Purba, menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, mengamankan area, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Polisi juga mengarahkan pihak perusahaan agar segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau terkait penanganan satwa liar dan langkah mitigasi untuk mencegah kejadian serupa.
"Kami mengimbau perusahaan dan pekerja yang beraktivitas di kawasan perkebunan maupun hutan agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian pada malam hari, serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar," ujar Ipda Fernando Purba.
Pihak kepolisian bersama BKSDA Riau dan perusahaan akan melakukan langkah lanjutan, termasuk patroli bersama serta pemasangan imbauan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan kepolisian melalui Call Center 110 apabila menemukan keberadaan satwa buas atau mengalami situasi darurat.*
Sumber: Riauterkini.com
Mobil Terbang ke Jurang 40 Meter, Ayah dan Anak Selamat dari Maut di Kelok Sembilan
BEDELAU.COM --Mobil yang melaju di kawasan Flyove.
Surat Tanah Hilang, Pemilik Tanah Melaporkan Ke Pihak Yang Berwajib
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Surat berharga milik Hary.
Remaja 15 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Kuansing
BEDELAU.COM --Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupa.
Niat Tangkap Ular, Warga Rohil Malah Dililit hingga Koma
BEDELAU.COM --Niat Alsuhaimi, warga Kecamatan Rantau.
Tapir Tewas Diduga Ditabrak Kendaraan di Areal Konsesi Hutan di Kuansing
BEDELAU.COM --Seekor tapir jantan dewasa ditemukan m.
Tragis! Ibu Muda di Siak Meninggal Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai
BEDELAU.COM --Duka mendalam menyelimuti keluarga Kol.








