BEDELAU.COM --Dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi dengan materi "Pencegahan HIV pada Lingkungan Kampus". Kali ini, kampus yang pertama menjadi tempat sosialisasi tersebut yakni Universitas Riau (Unri), Sabtu (1/8/2026).
Dalam sosialisasi pencegahan HIV tersebut, hadir langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli SKep MH, yang menjadi pembicara pada acara penutupan PKKMB Universitas Riau. Turut hadir Rektor Universitas Riau Ibu Prof Dr Sri Indarti SE Msi, serta jajaran dan 7.600 mahasiswa baru Universitas Riau.
Zulkifli mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bersempena HUT ke-69 Provinsi Riau. Dalam rangka HUT Riau ini, Dinas Kesehatan Provinsi Riau akan melaksanakan acara serupa pada 8 kampus besar di Provinsi Riau, salah satunya Universitas Riau.
Dalam paparannya, Kadinkes Riau, Zulkifli, menekankan bahwa dalam penanggulangan HIV, upaya pencegahan merupakan poin penting yang harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan serta kolaborasi dengan lintas sektor, salah satunya perguruan tinggi.
"Human Immunodeficiency Virus atau HIV ini merupakan virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia," ujar Zulkifli.
Ia menyebut, penyakit HIV hingga saat ini belum bisa disembuhkan. Sekali terkena HIV maka akan tersandang sampai akhir hayat. Bahkan nanti beresiko menularkan ke pasangan jika sudah menikah, dan jika punya anak beresiko menularkan ke anaknya.
Dikatakannya, saat Indonesia menjadi negara peringkat ke-11 dengan infeksi baru HIV terbanyak di Dunia. Bahkan Indonesia merupakan daerah tertinggi peringkat pertama kasus HIV di Asia Tenggara.
"Berdasarkan data sistem informasi HIV AIDS/SIHA, di Provinsi Riau tercatat sebanyak 11.784 orang dengan HIV. Data ini terhitung sejak tahun 1997 hingga Juni 2026," ungkapnya.
Bahkan di tiga tahun terakhir, situasi HIV di Provinsi Riau menunjukkan tren peningkatan. Pada periode itu ditemukan 1.000 lebih orang positif HIV setiap tahun. Dan Kota Pekanbaru dengan kasus terbanyak yaitu 6.855 orang atau 58 persen dari total kasus HIV di Riau.
Ia menambahkan, sebaran kasus HIV di Riau sebanyak 83 persen berada pada usia produktif 25-49 tahun. Dimana laki-laki 2 kali lebih banyak dari perempuan.
"Bayangkan diusia yang masih muda, laki-laki sebagai tulang punggung keluarga jika tertular HIV atau perempuan yang akan melahirkan anak-anaknya tertular HIV, cukup besar dampaknya dalam kehidupan seseorang," sebutnya.
Kemudian berdasarkan stadium AIDS, kata Zulkifli, ditemukan kelompok pelajar dan mahasiswa lebih banyak dari pada penjaja sek.
Pada tahun 2025 lalu, dinas kesehatan telah melakukan testing HIV sebanyak 195.298 tes, dengan hasil positif sebanyak 1.170, Dimana 462 orang atau sebesar 40 persen di antaranya berasal dari kelompok lelaki seks lelaki atau homoseksual.
Kemudian tahun 2026 telah melakukan testing sebanyak 93.524 tes dengan hasil positif sebanyak 522 orang dengan kelompok paling banyak yaitu lelaki seks lelaki sebanyak 170 orang atau 33 persen.
Ia menegaskan bahwa kondisi dan situasi HIB ini sudah sangat memprihatinkan. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan pencegahan HIV di lingkungan kampus.
"Semoga upaya ini bisa meningkatkan penanggulangan dan mencegah perkembangan HIV di Provinsi Riau," harapnya.
Sumber: Riauaktual.com