BEDELAU.COM --Belanja dapur warga Pekanbaru pekan ini belum sepenuhnya ramah kantong. Cabai merah keriting masih bertengger di kisaran Rp95 ribu per kilogram, sementara harga beras premium mencapai lebih dari Rp17 ribu. Di tengah mahalnya sejumlah komoditas, sebagian besar harga pangan terpantau stabil.
Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pekanbaru per Jumat, 16 Oktober 2026, pemantauan dilakukan di 13 pasar tradisional. Hasilnya, delapan komoditas mengalami penurunan harga, tidak ada komoditas yang naik, sedangkan 34 lainnya tercatat stabil.
Cabai menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan konsumen. Harga rata-rata cabai merah keriting tercatat Rp95.346 per kilogram, sedangkan cabai merah besar mencapai Rp81.962. Cabai rawit merah atau cabai nano berada di kisaran Rp88.846 per kilogram.
Perbedaan harga tetap terlihat di setiap pasar. Cabai merah keriting mencapai Rp100 ribu per kilogram di sejumlah lokasi, sedangkan harga terendahnya tercatat Rp85 ribu. Selisih tersebut membuat konsumen perlu membandingkan harga sebelum memenuhi kebutuhan dapur.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras premium Topi Koki tercatat Rp17.350 per kilogram. Beras premium Belida berada di kisaran Rp17.313 per kilogram berdasarkan rata-rata pemantauan kota. Angka tersebut menunjukkan beras premium masih menjadi pengeluaran penting rumah tangga.
Di kelompok protein, harga daging ayam ras tercatat Rp27.900 per kilogram. Telur ayam berada di kisaran Rp28.480 per kilogram atau Rp53.400 per papan berdasarkan satuan pemantauan. Adapun daging sapi murni mencapai rata-rata Rp147.917 per kilogram.
Minyak goreng curah terpantau sekitar Rp20.583 per liter, sementara Minyakita berada di kisaran Rp16.242 per liter. Meski beberapa komoditas relatif stabil, harga eceran di lapangan dapat berbeda menurut pasar, merek, dan kondisi pasokan.
Perlu dicatat, angka tersebut merupakan data pemantauan Kota Pekanbaru, bukan rata-rata seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Data juga mencerminkan kondisi hingga 16 Oktober, sehingga perubahan pada akhir pekan belum seluruhnya terwakili.
Bagi warga, langkah paling praktis ialah membandingkan harga antarpasar dan menyusun daftar belanja berdasarkan kebutuhan. Bagi pemerintah daerah, pemantauan rutin tetap penting untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama pada komoditas yang masih mahal seperti cabai.
Sumber: SM News.com