• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi
  • Pekanbaru

Cegah Petani Beralih ke Sawit, Pemprov Riau Siapkan Strategi Hilirisasi Kelapa

Redaksi

Kamis, 05 November 2026 19:29:16 WIB
Cetak
Cegah Petani Beralih ke Sawit, Pemprov Riau Siapkan Strategi Hilirisasi Kelapa

BEDELAU.COM --Hilirisasi komoditas kelapa dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Rencana hilirisasi ini sekaligus mempertahankan posisi Riau sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi, usai membuka kegiatan The 3rd Bedelau dengan tema Hilirisasi Kelapa bagi Perekonomian Riau Makin Beragam di Aula Lancang Kuning Bank Indonesia (BI) perwakilan Riau, Rabu (4/11/2026), mengatakan, kajian hilirisasi kelapa yang dilakukan BI menjadi langkah penting bagi Pemprov Riau dalam menyusun strategi pengembangan komoditas tersebut. Nantinya, hasil kajian itu dapat menjadi landasan bagi Pemprov Riau dan pemerintah kabupaten, khususnya daerah penghasil kelapa, dalam mengembangkan industri hilir.

Tiga daerah yang menjadi sentra utama produksi kelapa di Riau yakni Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Meranti, dan Pelalawan. Dari ketiga daerah tersebut, Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan perkebunan kelapa terluas, yakni lebih dari 300 ribu hektare.

"Di Provinsi Riau ada sekitar 400 ribu hektare perkebunan kelapa. Dengan adanya kajian ini, kami berharap potensi tersebut bisa dikembangkan dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani," cakap Helmi.

Hilirisasi menjadi alternatif penting. Karena, harga kelapa masih jauh di bawah harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit saat ini. Kini, harga kelapa berada di kisaran Rp2.300 per kilogram. Sedangkan harga TBS kelapa sawit mencapai sekitar Rp3.200 per kilogram.

"Selain perbedaan harga, frekuensi panen juga menjadi faktor yang memengaruhi pendapatan petani," ujar Helmi.

Pada umumnya, kelapa dipanen tiga bulan sekali. Sementara, kelapa sawit dapat dipanen dua kali dalam sebulan.

Dengan kondisi tersebut, pendapatan petani kelapa dari lahan seluas satu hektare diperkirakan belum mencapai Rp2,5 juta per bulan. Angka itu terpaut cukup jauh dibandingkan petani sawit yang berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp4 juta per bulan dari lahan dengan luas yang sama.

"Ini menjadi tantangan bagi petani kelapa. Karena itu, hilirisasi merupakan salah satu solusi terbaik. Agar, nilai tambah komoditas kelapa bisa meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan petani," sebut Helmi.

Diharapkan, kajian yang dilakukan BI bersana akademisi ini tidak hanya menjadi dokumen perencanaan. Tetapi, kajian ini juga dapat dimanfaatkan Pemprov Riau untuk menyusun langkah konkret pengembangan industri pengolahan kelapa.

"Keberlanjutan perkebunan kelapa di Riau harus kita jaga. Kesenjangan pendapatan antara petani kelapa dan sawit berpotensi memengaruhi pilihan petani dalam menentukan komoditas perkebunan," tutur Helmi

Jika tidak diantisipasi, petani dikhawatirkan beralih dari kelapa ke kelapa sawit. Karena, harga jual TBS dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi.

"Kami tentu tidak ingin suatu saat ikon Riau sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Indonesia berubah. Karena, para petani mulai meninggalkan perkebunan kelapanya. Ini yang harus kita hindari," ujarnya.

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Pekerja Prioritas Penerima BSU Rp 900.000, Ini Syarat dan Ketentuannya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:53:46 WIB

BEDELAU.COM --Pekerja yang berharap menerima Bantuan.

Ekonomi

Harga Cabai Pekanbaru Bikin Geleng Kepala

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:50:09 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur warga Pekanbaru pekan in.

Ekonomi

IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:52:20 WIB

BEDELAU.COM --Pasar saham Indonesia sedang meminta j.

Ekonomi

Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:47:56 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur tak harus membuat dompet.

Ekonomi

Cabai di Pekanbaru Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:16:37 WIB

BEDELAU.COM --Di Pekanbaru, cabai merah keriting kin.

Ekonomi

Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya

Ahad, 04 Oktober 2026 - 19:05:41 WIB

BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pa.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
RSUD Bengkalis Siapkan Layanan Jantung, Ditargetkan Beroperasi 2027
05 November 2026
Benda Misterius Melintas di Langit Inhil, Terlihat Seperti Meteor atau UFO
05 November 2026
Jokowi Ungkap Alasan Tak Tunjukkan Ijazah Asli ke Publik Selama Ini
05 November 2026
Cegah Petani Beralih ke Sawit, Pemprov Riau Siapkan Strategi Hilirisasi Kelapa
05 November 2026
Niat Jatuhkan Rezim Ayatullah, Serang Iran Malah Tumbangkan Trump
05 November 2026
Polda Riau Ungkap Peredaran 45,8 Ton Pupuk di Bawah Mutu, Pemilik Ditangkap
05 November 2026
Pemko Pekanbaru Bentuk 2 OPD Baru, Mulai Aktif 2027
05 November 2026
Polisi Gerebek Pondok Diduga Jadi Tempat Budidaya Ganja di Pekanbaru
05 November 2026
Polemik Denda Siswa SMAN 1 Kabun Berakhir Damai, Uang Dikembalikan
05 November 2026
DPRD Komisi II Bersama Pemkab Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
05 November 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 GMNI Rohul Sukses Gelar PPAB Lintas Komisariat, Cetak Kader Berjiwa Nasionalis
  • 2 Singapura Ancam Putus Internet RI, Komdigi Ingatkan Kabel Laut Mereka Lewat Perairan Indonesia
  • 3 Aman Menjangkau 200 Ribu Orang, Agung Nugroho Perkuat Layanan Darurat Terpadu untuk Warga
  • 4 Izin Bar dan Diskotik HW Live House Dicabut Tahun Lalu, Pemprov Riau Koordinasi dengan Pemko
  • 5 Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 "Saintis Muda, Cerdas Berkarya"
  • 6 Polisi Bunuh Ibu Kandung Idap Skizofrenia, Pernah Dirawat di RSJ
  • 7 Polda Riau Pasang 260 Plang, Lahan Bekas Terbakar Tak Boleh Diolah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved