• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Polisi Bunuh Ibu Kandung Idap Skizofrenia, Pernah Dirawat di RSJ

Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026 19:17:35 WIB
Cetak
Polisi Bunuh Ibu Kandung Idap Skizofrenia, Pernah Dirawat di RSJ

BEDELAU.COM --Riwayat gangguan kejiwaan Brigadir WP, anggota polisi yang melakukan pembunuhan ibu kandungnya, terungkap. WP diketahui memiliki riwayat skizofrenia dan terakhir menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa (RSJ) pada Oktober 2025.

Kabiddokkes Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon mengatakan, kondisi kejiwaan Brigadir WP masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Untuk itu, penyidik telah meminta pemeriksaan psikiatri forensik guna mendapatkan gambaran mengenai kondisi kejiwaan yang bersangkutan.

Menurut Parluhutan, penilaian kondisi kejiwaan tidak cukup dilakukan hanya melalui wawancara. Diperlukan observasi untuk melihat kondisi pasien secara lebih menyeluruh.

"Skizofrenia merupakan gangguan yang dapat memengaruhi proses berpikir, emosi, persepsi, dan keyakinan seseorang. Gejalanya dapat berupa waham (delusi), halusinasi, gangguan persepsi, hingga disorientasi dalam berpikir," ujar Luhut, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan informasi medis yang disampaikan Parluhutan, Brigadir WP telah memiliki riwayat pengobatan skizofrenia sejak bertugas di lingkungan di Mabes Polri. Ia kemudian dipindah ke Bidang Dokkes Polda Riau sejak 2019.

Meski memiliki riwayat gangguan kejiwaan, Parluhutan menjelaskan, seseorang dengan kondisi tersebut tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari ketika kondisinya sedang baik. WP masih dapat menjalankan tugas piket dan melakukan aktivitas rutin.

Parluhutan mengatakan, faktor yang dapat memicu kekambuhan gangguan kejiwaan bersifat multifaktor. Di antaranya tekanan psikologis dan sosial, gangguan tidur, serta masalah metabolik.

"Namun, untuk mengetahui kondisi yang dialami (WP), diperlukan penilaian lebih lanjut oleh psikiater," tutur Parluhutan.

Karena itu, lanjut Parluhutan, riwayat skizofrenia tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kondisi kejiwaan Brigadir WP saat peristiwa pembunuhan terjadi.

Parluhutan menyebutkan, penentuan kondisi kejiwaan yang berkaitan dengan proses hukum tidak bisa dilakukan secara sepihak. 

Penilaiannya harus mengikuti prosedur yang berlaku dan mempertimbangkan hasil pemeriksaan serta proses hukum selanjutnya.

Sementara itu, mengenai temuan pada tubuh korban, Parluhutan menyebut terdapat luka di sisi kiri leher yang disebut sebagai luka tangkis.  

"Namun, rincian hasil autopsi berada dalam kewenangan penyidik sehingga perlu dikonfirmasi kepada pihak yang menangani perkara," ucapnya.

Sebelumnya korban Farida Hanum (64), ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Jalan Gajah Mada, RT 03 RW 07, Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (27/10/2026) aekitar pukul 06.00 WIB.

Kondisi korban mengenaskan. Tubuh korban dalam posisi telungkup di atas kasur di ruang televisi. Ceceran darah terlihat di sekitar tubuh dan pakaian korban.

Tindakan WP terungkap setelah gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan warga. "Sekitar pukul 06.30 WIB, WP keluar rumah dan sempat mengatakan kepada saksi Afrina Ramayana Daulay bahwa ibunya “tidur dengan nyaman”," jelas Kosmos.

Setelah mengucapkan kalimat tersebut, WP pergi meninggalkan lokasi. Ia kemudian mendatangi tetangganya untuk meminta uang tunai dan mengantarkannya ke kawasan Pasar Sungai Apit dengan tergesa-gesa.

Polisi selanjutnya menelusuri keberadaan WP. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas menerima informasi dari seorang sopir travel yang mengetahui keberadaan WP di sekitar Jalan Hang Tuah, Kelurahan Sungai Apit, dan menangkapnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu bilah pisau bergagang hijau yang berbercak darah, satu pisau lipat yang juga berbercak darah.

Polisi juga mengamankan satu tas ransel hitam, satu tas tangan merek Aidebam, satu gelang emas, dan sepasang anting emas milik korban.

Brigadir WP sendiri telah ditahan di Polda Riau. Selain proses pidana, yang bersangkutan juga menghadapi proses pemeriksaan etik kepolisian.*

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Kejari Kampar Siapkan DPO untuk Irwan Saputra dalam Kasus Korupsi KUR Rp83,9 M di Kampar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:12:05 WIB

BEDELAU.COM --Mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar, .

Hukrim

Ayah di Bengkalis Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak 2025

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36:47 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial BS (47), warga.

Hukrim

Oknum Anggota Polri Diduga Bunuh Ibu Kandungnya di Siak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34:49 WIB

BEDELAU.COM --Seorang oknum anggota Polri berinisial.

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Audiensi PAC Laskar RMRB Tandun ke PT KCL, Usulkan Pengembangan UMKM dan Lapangan Kerja
28 Oktober 2026
Singapura Ancam Putus Internet RI, Komdigi Ingatkan Kabel Laut Mereka Lewat Perairan Indonesia
28 Oktober 2026
Aman Menjangkau 200 Ribu Orang, Agung Nugroho Perkuat Layanan Darurat Terpadu untuk Warga
28 Oktober 2026
Izin Bar dan Diskotik HW Live House Dicabut Tahun Lalu, Pemprov Riau Koordinasi dengan Pemko
28 Oktober 2026
Coming Soon Pekan Raya Biologi 2027 "Saintis Muda, Cerdas Berkarya"
28 Oktober 2026
Polisi Bunuh Ibu Kandung Idap Skizofrenia, Pernah Dirawat di RSJ
28 Oktober 2026
Polda Riau Pasang 260 Plang, Lahan Bekas Terbakar Tak Boleh Diolah
28 Oktober 2026
Kejari Kampar Siapkan DPO untuk Irwan Saputra dalam Kasus Korupsi KUR Rp83,9 M di Kampar
28 Oktober 2026
Wako Agung Minta OPD Tingkatkan Respon Cepat Tangani Persoalan Masyarakat
28 Oktober 2026
Nilai Putusan Komisi Informasi Riau Kontradiktif, Warga Gugat ke PTUN Pekanbaru
28 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Nilai Putusan Komisi Informasi Riau Kontradiktif, Warga Gugat ke PTUN Pekanbaru
  • 2 Ketua PAC RMRB Kabun Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades Giti dan Aliantan
  • 3 Kawal Instruksi Wali Kota, Kabid SD Pastikan Gotong Royong Massal Bulanan Berjalan Penuh Semangat
  • 4 Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
  • 5 Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
  • 6 Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
  • 7 Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved