Kanal

Korban Diikat dalam Mobil, Tiga Pembunuh Supir Ekspedisi Ditangkap Polresta Pekanbaru

BEDELAU.COM ---Akhirnya polisi berhasil mengupas kematian HS yang merupakan sopir ekspedisi yang mayatnya ditemukan di mobil box beberapa waktu lalu. HS menjadi korban pembunuhan yang tiga orang pelaku telah berhasil di bekuk polisi. 

Awal Mei lalu, korban ditemukan dengan kondisi yang mengenaskan. Badan korban terikat lakban di mobil box yang berada di gudang di Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. 

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta mengatakan, kasus ini mulai terkuak usai petugas melakukan olah TKP. Dimana setelah melakukan penyelidikan, akhirnya menangkap tiga tersangka masing-masing berinisial FG, ZN dan AS pada 21 hingga 22 Mei 2026 di lokasi berbeda. 

FG ditangkap di Binjai, Sumatera Utara, ZN diamankan di Langkat, sedangkan AS ditangkap di wilayah Mandau, Riau. Sementara satu pelaku lainnya berinisial AN kini masih masuk daftar pencarian orang (DPO). 

"FG adalah otak pelaku sekaligus rekan kerja korban sesama sopir ekspedisi. Motif pembunuhan diduga karena para pelaku ingin menguasai muatan minyak goreng yang dibawa korban untuk dijual kembali," paparnya. 

Awalnya lanjut Muharman, FG mengajak korban menggelapkan muatan, namun korban menolak. Karena itu pelaku kemudian menyusun rencana pembunuhan dengan skenario seolah-olah terjadi perampokan. 

Aksi keji itu telah direncanakan sejak perjalanan truk berangkat dari Medan pada 30 April 2026. Dalam perjalanan, FG mulai menyusun komplotan dengan mengajak tersangka lain ikut menumpang di truk. 

ZN diketahui naik di wilayah Kandis Utara dengan alasan menumpang, sementara AN naik di kawasan Tol Pekanbaru–Dumai dengan modus serupa. 

Saat menjalankan aksinya, korban diikat dan dilakban hingga seluruh wajah tertutup sehingga korban tidak dapat bernapas. Hasil visum juga menemukan adanya kekerasan benda tumpul pada tubuh korban. 

“FG ikut mengikat dan melakban korban. ZN dan AN membantu pengikatan, sedangkan AS menyediakan lakban serta airsoft gun untuk mendukung skenario perampokan,” ungkapnya. 

Kemudian para pelaku berencana menjual muatan minyak goreng yang ada di dalam truk. Namun aksi tersebut gagal setelah pihak perusahaan ekspedisi curiga terhadap pergerakan GPS kendaraan yang tidak sesuai jalur pengiriman. 

Truk yang seharusnya menuju Lampung dari Medan justru terdeteksi berputar-putar di wilayah Riau sebelum akhirnya sinyal GPS hilang total. 

Kecurigaan itu kemudian dilaporkan pihak perusahaan ke Polsek Payung Sekaki. Saat polisi mendatangi lokasi terakhir kendaraan, petugas menemukan jasad korban di dalam mobil box. 

“Saksi sempat melihat ada orang yang melarikan diri dari sekitar TKP,” tuturnya. 

Kini ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.*

 

 

 

Sumber: Riauterkini.com

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER