Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Diduga Usai Duel dengan Teman, Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal
BEDELAU.COM --Seorang siswa SMK berinisial MF (17) di Kota Pekanbaru meninggal dunia setelah diduga usai terlibat perkelahian dengan teman sepermainannya. Sebelum meninggal, korban disebut mengalami pendarahan otak dan patah tulang leher berdasarkan hasil pemeriksaan medis.
Kuasa hukum keluarga korban, Lyanson TM Siagian, mengatakan MF merupakan warga Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Peristiwa itu terungkap setelah korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak sehat pada 12 Juli 2026.
Kecurigaan keluarga semakin kuat ketika melihat urine korban berwarna hitam saat hendak buang air kecil. MF kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.
Menurut Lyanson, berdasarkan hasil pemeriksaan dan CT scan, korban diketahui mengalami pendarahan pada otak dan patah tulang leher.
Kepada keluarganya, MF disebut sempat menceritakan bahwa sebelum pulang ke rumah, dirinya terlibat perkelahian dengan seorang teman berinisial B. B disebut merupakan teman sepermainan korban.
"Terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban," kata Lyanson, Rabu (22/7/2026).
MF kemudian menjalani perawatan selama dua hari. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.
Keluarga MF selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Riau pada 18 Juli 2026. Laporan disampaikan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau terkait dugaan tindak pidana yang dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa pihak-pihak yang mengetahui kejadian, termasuk B yang disebut terlibat perkelahian dengan korban.
"Kami memohon perhatian dari pihak kepolisian, khususnya Direktorat Reskrimum, agar mempercepat proses pemeriksaan terhadap pelaku maupun saksi-saksi. Korban sudah dimakamkan. Apabila nantinya diperlukan ekshumasi, kami khawatir proses pembusukan jenazah akan menjadi kendala bagi pemeriksaan forensik," ujar Lyanson.
Lyanson juga mengungkapkan pihak keluarga B sempat berupaya membuka komunikasi untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, keluarga korban belum memberikan keputusan atas upaya tersebut.
"Keluarga pelaku berupaya meminta berdamai, tapi kita belum bisa memberikan jawaban karena kita lihat juga itikadnya memakai perantara," katanya.
Keluarga korban kini berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang rangkaian kejadian hingga penyebab kematian MF.
"Kami meminta kepada Polda Riau untuk segera mengusut perkara ini dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan pihak korban," tutup Lyanson.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak kepolisian maupun pihak B terkait laporan dan dugaan perkelahian tersebut.
Sumber: Riauaktual.com
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.
Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.
Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.
Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .








