Kanal

Dua Begal Pembunuh Pemuda di Pelalawan Ditangkap Polisi

BEDELAU.COM ---Kasus begal sadis yang menewaskan seorang pemuda di Kabupaten Pelalawan, Riau, akhirnya menemui titik terang.

Dua pria yang diduga sebagai pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah sempat melarikan diri hingga ke Pulau Jawa.

Kedua terduga pelaku ditangkap tim Satreskrim Polres Pelalawan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Penangkapan itu pun menyita perhatian publik setelah video proses penangkapan hingga pemulangan pelaku beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak dua pria berkepala plontos digiring ketat personel Unit I dan Tim Opsnal Satreskrim Polres Pelalawan saat tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas dan terukur karena diduga mencoba melawan saat proses pengembangan kasus berlangsung.

Namun, polisi belum memberikan penjelasan rinci terkait tindakan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, kedua pelaku ditangkap di wilayah Pandeglang, Banten," kata Bayu saat dikonfirmasi.

Meski demikian, pihak kepolisian belum mengungkap identitas para pelaku maupun kronologi lengkap penangkapan.

Sebelumnya, kasus begal maut ini menggemparkan warga Pelalawan. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di areal perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan.

Korban diketahui bernama Julfan Setia Hulu (21). Ia tewas setelah mengalami penganiayaan brutal. Sementara adiknya, Jelvon Hulu (15), selamat meski mengalami luka lebam di tubuhnya.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menjelaskan, sebelum kejadian kedua korban baru selesai memanen kelapa sawit dan hendak pulang menggunakan sepeda motor Honda Revo.

Di tengah perjalanan, keduanya dihampiri seorang pria tak dikenal yang meminta bantuan menarik sepeda motor miliknya yang disebut rusak di dalam kebun sawit. Setelah sempat menolak, korban akhirnya bersedia membantu karena dijanjikan imbalan.

Tanpa menaruh curiga, kakak beradik itu mengikuti pelaku masuk ke areal kebun sawit. Namun setibanya di lokasi, mereka tidak menemukan sepeda motor yang dimaksud.

Kecurigaan muncul saat Jelvon melihat seorang pria lain duduk di bawah pohon sawit sambil memegang senjata tajam. Menyadari situasi berbahaya, keduanya berusaha melarikan diri, namun gagal.

Para pelaku kemudian menyerang kedua korban. Jelvon dipukuli hingga terluka lalu diikat menggunakan lakban. Dalam kondisi terikat, ia mendengar jeritan sang kakak yang diduga disiksa para pelaku.

Setelah keadaan sepi, Jelvon berhasil melepaskan diri dan mencari keberadaan kakaknya. Ia menemukan Julfan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat serta mengalami luka parah di bagian kepala.

Korban sempat meminta adiknya mencari bantuan warga. Namun saat pertolongan datang, nyawa Julfan tidak berhasil diselamatkan.

Tak hanya menganiaya korban, para pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER