BEDELAU.COM --Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM, mengingatkan 38 perusahaan peserta Job Fair Rohul 2026 agar memberikan kepastian hasil rekrutmen kepada seluruh pelamar. Perusahaan diminta mengumumkan hasil seleksi secara terbuka, baik secara online maupun offline, sehingga pencari kerja tidak dibiarkan menunggu tanpa kejelasan.
Penegasan itu disampaikan Anton saat membuka Job Fair perdana Kabupaten Rohul di halaman Kantor Bupati Rohul, Sabtu (17/10/2026).
Anton menyoroti ketimpangan antara jumlah pelamar dan lowongan yang tersedia. Dari 3.385 pencari kerja yang mendaftar secara online, hanya tersedia 1.295 lowongan dari 38 perusahaan.
Menurutnya, tingginya jumlah pelamar menunjukkan besarnya harapan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan melalui program yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul tersebut.
“Atas nama Pemkab Rohul, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada 38 perusahaan yang mengikuti Job Fair perdana ini. Kita tekankan agar perusahaan memberikan kepastian kepada seluruh pencari kerja, diterima atau tidak,” tegas Anton.
Ia menegaskan, hasil seleksi harus diumumkan secara terbuka agar pelaksanaan Job Fair tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“Pengumuman bisa dilakukan secara online maupun offline agar kegiatan ini tidak hanya dianggap seremonial atau pencitraan saja,” ujarnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rohul itu mengatakan, keterbukaan hasil seleksi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap para pelamar yang telah mengikuti proses rekrutmen.
Dengan kepastian tersebut, pencari kerja dapat mengetahui hasil seleksi dan menentukan langkah berikutnya dalam mencari pekerjaan.
Anton berharap Job Fair tidak hanya menjadi tempat menyerahkan lamaran, tetapi benar-benar membuka peluang kerja bagi masyarakat Rohul melalui proses rekrutmen yang transparan dan akuntabel.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rohul itu merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, memperluas akses lapangan kerja, serta menekan angka pengangguran.
“Job Fair ini bukan sekadar ajang mengajukan lamaran. Kita ingin proses rekrutmen berjalan transparan dan memberikan kepastian kepada para pencari kerja,” tutup Anton yang bergelar Datuk Seri Setia Amanah Baginda Jabaringin itu.
Sumber: cakaplah.com