Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
BEDELAU.COM --Pekanbaru sedang menghadapi udara yang membuat belajar dari rumah belum otomatis berarti aman. Anak-anak tetap bisa menghirup asap jika keluar setelah kelas daring. Karena itu, pengawasan orangtua kini menjadi benteng kedua setelah sekolah diliburkan.
Pemerintah Kota Pekanbaru memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh hingga Sabtu, 10 Oktober 2026. Kebijakan tersebut berlaku bagi peserta didik PAUD hingga SMP. Langkah ini ditempuh karena kualitas udara masih sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Masalahnya muncul setelah layar pembelajaran ditutup. Sejumlah anak justru memilih bermain di luar rumah. Padahal, asap tidak mengenal jam pelajaran atau bel sekolah.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar meminta orangtua memperketat pengawasan anak. Ia mengingatkan aktivitas luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara. “Tolong dijaga anak-anak agar bermain di dalam rumah saja,” ujar Markarius.
Pesan tersebut terasa penting karena ancaman asap sudah menyentuh urusan kesehatan keluarga. Data Pemko mencatat hampir 10 ribu warga terdampak hingga 5 Oktober. Kelompok rentan mencakup balita, anak-anak, serta lanjut usia.
Sehari kemudian, angka paparan dilaporkan menembus lebih dari 10 ribu warga. Keluhannya mencakup ISPA, asma, pneumonia, serta iritasi mata dan kulit. Pada 7 Oktober, kunjungan terkait dampak asap mencapai 374 pasien.
Situasi udara Pekanbaru juga sempat bergerak ke kategori berbahaya. Pengukuran pada Rabu siang menunjukkan kondisi pencemaran memburuk tajam. Pemko kemudian mempertahankan pembelajaran dari rumah demi mengurangi paparan luar ruang.
Dinas Kesehatan juga meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan. Masker dianjurkan ketika warga terpaksa keluar rumah. Sebanyak 21 puskesmas tetap disiagakan menghadapi keluhan kesehatan akibat asap.
Kini, rumah berubah menjadi ruang belajar sekaligus ruang perlindungan. Orangtua perlu memastikan anak menyelesaikan pembelajaran tanpa berlanjut menjadi aktivitas luar. Sebab, PJJ kehilangan makna perlindungannya jika anak kembali mengejar udara berasap.
Asap memang tidak terlihat seperti pagar tinggi di depan rumah. Ia justru masuk melalui celah kecil dan mengikuti aktivitas warga. Karena itu, menjaga anak tetap berada di dalam rumah menjadi langkah sederhana.
Kondisi tersebut membuat PJJ bukan sekadar urusan sekolah. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko kesehatan anak. Pemko pun meminta keluarga ikut menjaga disiplin selama kualitas udara belum membaik.
Sumber: SM News.com
Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
BEDELAU.COM --Kabut asap akibat kebakaran hutan dan .
Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!
BEDELAU.COM --Antrean BBM kembali mengular di sejuml.
Kabut Asap Semakin Pekat, Pemko Pekanbaru akan Gelar Salat Istisqa
BEDELAU.COM --Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anw.
Forkopimda Meranti Tinjau Langsung Pilkades Serentak 2026, Pastikan Pemungutan Suara Aman dan Kondusif
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Pelaksanaan Pemilihan Kep.
19 Pejabat Pemko Pekanbaru Dirotasi, Inspektur hingga Lurah Bergeser
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mela.
Udara Riau Masih Bikin Paru-Paru Deg-degan, Pekanbaru Tembus AQI 254
BEDELAU.COM --Pagi ini udara Riau belum benar-benar .








