• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kuansing

Gagal Terima SPMT 1 Oktober, CPNS di Kuansing Sementara Kerja Serabutan

Redaksi

Kamis, 02 Oktober 2025 19:16:43 WIB
Cetak
Gagal Terima SPMT 1 Oktober, CPNS di Kuansing Sementara Kerja Serabutan
Ilustrasi (foto:cakaplah.com)

BEDELAU.COM --Sebanyak 171 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) yang telah diserahkan secara simbolis SK pengangkatannya 2 Juni 2025 lalu, gagal mendapatkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) pada 1 Oktober kemarin.

"Gagal terbit SPMT 1 Oktober kemarin, pak," kata MF, salah seorang CPNS asal luar Kuansing kepada CAKAPLAH.com, Kamis (2/10/2025).

Meski telah direkomendasikan Komisi I DPRD Kuansing supaya 1 Oktober telah diterbitkan SPMT kepada para CPNS ini, namun Pemkab Kuansing mengabaikan rekomendasi tersebut. Apalagi, sudah lebih 4 bulan para CPNS ini menunggu kepastian nasib.

Kegagalan menerima SPMT 1 Oktober kemarin, membuat MF hanya pasrah. Dan berharap, bisa bertatap muka langsung dengan Bupati dan Ketua DPRD Kuansing agar suara hatinya bisa langsung didengar setelah aspirasi kepada jajaran kedua pimpinan instansi ini diabaikan saja.

"Saya pribadi sudah pasrah, pak. Sedih rasanya meratapi nasib ini. Pengen sekali rasanya jumpa Pak Bupati ataupun Ketua DPRD untuk bicara dari hati ke hati apa yang sudah kami lewati selama 4 bulan menunggu kepastian ini," tutur MF.

"Jujur, saya orang luar. Tidak ada kepentingan apapun disini, hanya ingin mencari nafkah untuk keluarga kecil kami dengan cara mengabdi menjadi CPNS di sini. Yang kami lakukan sejauh ini hanya ingin menuntut hak kami karena sudah lebih dari 4 bulan ini digantung kepastiannya," keluhnya lagi.

MF sendiri mengaku heran dengan kebijakan Bupati Kuansing bersama Ketua DPRD Kuansing yang mengangkat CPNS secara bertahap baru sekarang. Padahal dirinya sudah keluar atau berhenti dari pekerjaan lama.

"Itu yang saya sayangkan, kenapa usulan bertahap ini baru diinformasikan saat ini, ketika kami sudah resign dari pekerjaan lama," tanya MF.

Sudah 4 bulan lebih meninggalkan kampung halaman dan pekerjaan lama, MF yang berharap segera jadi pamong, namun kini nasibnya terkatung-katung. Ia pun memilih mencari kerjaan serabutan untuk bertahan hidup di negeri jalur.

"Sekarang kami hanya kerja serabutan untuk menghidupi keluarga. Tidak sedikit CPNS yang sudah banting setir menjadi pekerja serabutan karena penundaan ini. Harapan kami, semoga Bapak-bapak pejabat dan pemimpin negeri ini mendengar jeritan kami ini," ujarnya.

"Jika memang bisa, kami ingin sekali berdiskusi dari hati ke hati untuk mengeluarkan isi hati kami secara langsung kepada bapak pimpinan daerah ini," harapnya pasrah.

Ia mendoakan agar pemimpin di negeri ini bisa mengangkat mereka sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan segera. 

"Saya pribadi selalu berdoa semoga Allah membukakan pintu hati pemimpin kami agar bisa mengangkat kami (ASN) dengan segera dan serentak semuanya. Aamiin," ucap MF yang meminta identitasnya disembunyikan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kuansing Ike Krisnawati yang dihubungi terpisah juga kaget rekomendasi yang dikeluarkan lembaga DPRD Kuansing tak diindahkan Pemkab Kuansing.

"Saya akan komunikasikan dulu dengan Bupati. Kenapa tak jadi 1 Oktober kemarin," katanya.

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
  • 3 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 4 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 5 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 6 Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini
  • 7 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved