• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Bengkalis

Drama Heroin Rp 68 Miliar di Kebun Cabai Riau: Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Tengah Sawit

Redaksi

Kamis, 05 Maret 2026 23:18:15 WIB
Cetak
Drama Heroin Rp 68 Miliar di Kebun Cabai Riau: Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Tengah Sawit
Ilustrasi pengungkapan kasus heroin oleh Polda Riau di Bengkalis. Foto: AI/SM News.com

BEDELAU.COM --- Kebun cabai dan kelapa sawit di Kabupaten Bengkalis, Riau menjadi saksi bisu. Tanah yang tampak biasa itu ternyata menyimpan rahasia besar. Di balik gumpalan tanah dan dedaunan, aparat kepolisian menemukan puluhan bungkus heroin, barang haram bernilai puluhan miliar rupiah yang sengaja dikubur untuk mengelabui petugas.

Temuan itu menjadi puncak operasi panjang Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau yang membongkar peredaran heroin dalam jumlah besar di wilayah pesisir provinsi tersebut. Dari pengungkapan ini, polisi menyita 42 bungkus heroin dengan berat bersih sekitar 22,7 kilogram dan nilai diperkirakan mencapai Rp68 miliar. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira saat ekspos perkara menyatakan, operasi ini bukan penangkapan biasa. Dimulai dari penyelidikan senyap, transaksi rahasia, hingga penggalian barang bukti yang disembunyikan di tengah kebun pada tiga lokasi berbeda di Kabupaten Bengkalis pada Selasa, 24 Februari 2026 lalu. 

Hadir dalam ekspos di Mapolda Riau, Kamis (5/3/2026), Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Kabid Humas Kombes Pol Zaheani Pandra Arsyad, Kabid Propam Kombes Pol Harissandi, dan perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau.

Penyamaran Berisiko Tinggi

Pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen mengenai adanya transaksi heroin di wilayah Bengkalis pada akhir Februari 2026. Tim Subdirektorat III Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kemudian bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Untuk membongkar jaringan tersebut, polisi menggunakan metode undercover buy, operasi penyamaran dengan berpura-pura menjadi pembeli narkoba.

Strategi ini tergolong berisiko tinggi. Petugas harus berhadapan langsung dengan para pelaku tanpa pengawalan terbuka. Jika penyamaran terbongkar, nyawa aparat bisa menjadi taruhan.

Namun operasi itu membuahkan hasil. Seorang tersangka berinisial K berhasil diamankan dengan barang bukti lima bungkus heroin. Saat transaksi berlangsung, harga yang disepakati mencapai sekitar Rp147 juta untuk setiap bungkus. Penangkapan K membuka pintu ke jaringan yang lebih besar.

Jejak Mengarah ke Kebun Cabai

Dari pemeriksaan awal, tersangka K mengaku hanya berperan sebagai perantara penjualan. Ia menerima perintah dari seorang pria berinisial SK.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh tim penyidik. Polisi kemudian membekuk SK di kediamannya di wilayah Bengkalis.

Namun penangkapan ini belum menjadi akhir. Justru dari sinilah polisi menemukan fakta yang lebih mengejutkan.

Sekitar 300 meter dari rumah SK, petugas menemukan satu bungkus heroin yang dikubur di sebuah kebun cabai. Barang itu sengaja ditanam di dalam tanah untuk menghindari kecurigaan. 

Bagi aparat, temuan ini menandakan bahwa lokasi perkebunan sengaja digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara narkotika.

Drum Berisi Heroin

Penyelidikan kemudian berlanjut lebih jauh. Dari pengakuan tersangka, polisi kembali melakukan pencarian di kawasan lain yang tak jauh dari rumahnya.

Sekitar 800 meter dari lokasi pertama, tim menemukan sesuatu yang lebih besar: sebuah drum yang ditimbun di area perkebunan kelapa sawit.

Ketika dibuka, isi drum itu membuat petugas terkejut. Di dalamnya terdapat puluhan bungkus heroin yang disembunyikan rapi. Total barang bukti dari tersangka SK mencapai 37 bungkus heroin. Jika digabungkan dengan temuan sebelumnya, jumlah keseluruhan yang disita polisi mencapai 42 bungkus. 

Jaringan Internasional

Polisi meyakini kasus ini bukan sekadar peredaran lokal. Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat dua pelaku lain yang diduga berperan penting dalam jaringan tersebut dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Salah satunya berinisial A yang diduga bertugas menjemput heroin dari luar negeri. Sementara pelaku lain berinisial HF diduga menjadi pengendali jaringan yang berada di luar Indonesia. Pola ini mengindikasikan adanya jaringan narkotika lintas negara.

Wakapolda Riau Brigjend Pol Hengky Hariyadi menyebut heroin bukan jenis narkotika yang umum beredar di Indonesia. Biasanya barang ini berasal dari kawasan produksi opium dunia seperti Golden Triangle atau Golden Crescent di Asia. 

Karena itu, kemunculan heroin dalam jumlah besar di Riau memperkuat dugaan bahwa provinsi tersebut menjadi salah satu jalur masuk jaringan narkotika internasional.

Riau dan Jalur Perdagangan Narkoba

Secara geografis, Riau memang berada di wilayah strategis. Provinsi ini memiliki garis pantai panjang yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Kondisi ini membuat wilayah pesisirnya rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan berbagai barang ilegal, termasuk narkotika.

Kabupaten Bengkalis sendiri memiliki banyak pulau kecil dan pelabuhan tradisional yang sulit diawasi secara ketat. Dalam beberapa kasus sebelumnya, daerah ini kerap menjadi titik masuk narkoba yang berasal dari luar negeri sebelum didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia.

Karena itu, keberhasilan pengungkapan jaringan heroin kali ini dinilai penting untuk memutus rantai distribusi narkotika di wilayah barat Indonesia.

Selamatkan Lebih dari 100 Ribu Jiwa

Dari sisi dampak, jumlah heroin yang disita polisi tergolong sangat besar. Polda Riau memperkirakan nilai barang bukti mencapai sekitar Rp68 miliar. Jika beredar di masyarakat, narkotika tersebut berpotensi membahayakan lebih dari 113 ribu orang. 

Angka ini dihitung berdasarkan estimasi jumlah pengguna yang bisa dilayani oleh satu kilogram heroin setelah dibagi ke dalam paket kecil.

Dengan kata lain, operasi ini tidak hanya mengungkap jaringan kejahatan, tetapi juga mencegah dampak sosial yang lebih luas.

Perburuan Belum Usai

Meski dua tersangka sudah diamankan, penyelidikan belum berhenti. Polisi masih memburu dua pelaku lain yang diduga menjadi bagian penting dari jaringan tersebut. Penangkapan mereka dianggap krusial untuk mengungkap jalur distribusi dan sumber heroin yang masuk ke Indonesia.

Aparat juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus ini.

Sebab dalam banyak kasus narkotika lintas negara, pengedar di tingkat lokal hanya merupakan bagian kecil dari organisasi yang jauh lebih besar.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan narkotika terus mencari cara baru untuk menyembunyikan barang haram mereka.

Jika sebelumnya narkoba kerap disembunyikan di kapal atau rumah kontrakan, kini lokasi yang tampak biasa seperti kebun cabai dan sawit pun dapat berubah menjadi tempat penyimpanan sementara.

Di mata warga sekitar, kebun tersebut mungkin hanya lahan pertanian biasa. Namun bagi jaringan kejahatan, tanah itu menjadi ruang persembunyian yang dianggap aman.

Operasi Polda Riau menunjukkan di tempat paling sunyi sekalipun bisa menyimpan jejak kejahatan besar. Rahasia yang terkubur di tanah itu akhirnya terungkap di Bengkalis

 

 

 

Sumber: SM News.com

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved