Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Pria Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Ilegal Tenayan Raya
BEDELAU.COM --Seorang pria ditemukan tewas di lokasi aktivitas galian C di Jalan Simpang Jengkol, RT 03 RW 05, Kelurahan Sialang Sakti, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Rabu (18/3/2026) sore. Temuan korban, viral di media sosial dan kembali menyoroti aktivitas tambang ilegal yang dinilai masih lemah pengawasan.
Korban diketahui bernama Farisman Laiya (46), warga setempat. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telungkup di ujung jalan sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut saksi, Walidiu Laila (52), korban ditemukan saat dilakukan pencarian oleh keluarga karena tidak pulang selama satu hari.
“Awalnya kami mencari karena korban tidak pulang. Saat menyisir lokasi, saya melihat seseorang tergeletak tidak bergerak. Setelah didekati, ternyata korban yang kami cari,” ujarnya.
Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak keluarga dan diteruskan ke kepolisian. Sadarman Laiya (26), yang merupakan anak korban, mendatangi lokasi sebelum melapor ke Polsek Kulim.
Kapolsek Kulim Kompol Didi Antoni, mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
"Personel langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan saksi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
“Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gejala stroke. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi,” katanya.
Meski demikian, perhatian publik tidak hanya tertuju pada peristiwa kematian tersebut. Lokasi penemuan jasad diketahui merupakan kawasan aktivitas galian C yang diduga ilegal dan telah berulang kali menelan korban jiwa.
Sebelumnya, dua anak, Martha (11) dan Jefri (8), meninggal dunia setelah ditemukan mengapung di genangan air bekas galian C di Jalan Badak Ujung, Kecamatan Tenayan Raya, pada 8 September 2025.
Saat itu, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyatakan bahwa aktivitas galian C di kawasan tersebut ilegal dan telah berlangsung lama. Ia juga meminta adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.*
Sumber: cakaplah.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








