Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Waspada Super El Niño, Kapolda Riau Minta Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
BEDELAU.COM --Memasuki April yang menjadi fase awal kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Riau meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini menyusul munculnya sinyal kuat fenomena super El Niño yang diprediksi berdampak signifikan sepanjang 2026.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan perhatian khusus terhadap potensi peningkatan karhutla tahun ini. Ia menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu kebakaran meluas.
“Potensi tahun ini tidak bisa dianggap biasa. Seluruh jajaran harus bergerak lebih awal dengan mengedepankan pencegahan sebelum kebakaran terjadi,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).
Pengalaman sebelumnya menunjukkan fenomena El Niño kuat kerap menjadi pemicu utama kekeringan ekstrem yang berujung pada kebakaran besar.
Pada peristiwa 1997–1998, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai sekitar 10–11 juta hektare serta menimbulkan dampak kesehatan akibat kabut asap.
Ahli kebakaran hutan, Bambang Hero Saharjo, menilai sinyal super El Niño 2026 berpotensi memperpanjang durasi karhutla dibandingkan tahun normal.
“Berdasarkan pola sebelumnya, kebakaran dapat terjadi sejak pertengahan tahun hingga tahun berikutnya. Artinya, durasi kejadian lebih panjang dengan intensitas meningkat,” ujar Herry.
Ia menambahkan, risiko karhutla akan semakin tinggi apabila tidak diimbangi kesiapan sarana dan prasarana, terutama di wilayah gambut yang rentan terbakar saat kering.
Sejumlah wilayah diprediksi menjadi daerah rawan karhutla, khususnya kawasan dengan hamparan gambut luas dan wilayah yang memasuki musim kemarau, seperti Provinsi Riau. Kawasan pesisir dan lahan gambut menjadi perhatian karena mudah terbakar serta sulit dipadamkan.
Herry menekankan langkah preventif terpadu harus segera dioptimalkan, meliputi patroli terpadu dan deteksi dini titik panas (hotspot), optimalisasi serta perawatan sarana dan prasarana pemadaman.
Selain itu, mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, serta sinergi lintas sektor bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah.
“Jangan sampai kita mengulang kejadian besar. Pencegahan adalah kunci utama,” kata jenderal polisi bintang dua itu.
Memasuki April, kampanye pencegahan karhutla menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama. Dengan sinyal super El Niño yang mulai menguat, tahun 2026 dipandang sebagai ujian kesiapsiagaan seluruh pihak.
“Kita harus lebih siap dari sebelumnya. Lebih baik mencegah daripada menghadapi dampak kabut asap yang luas,” tutup Herry.*
Sumber: cakaplah.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








