• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Jangan Coba Perpeloncoan di MPLS! Pemprov Riau Pasang Alarm Keras

Redaksi

Selasa, 07 Juli 2026 19:55:31 WIB
Cetak
Jangan Coba Perpeloncoan di MPLS! Pemprov Riau Pasang Alarm Keras
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto

BEDELAU.COM --Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di Riau mendapat pengawasan serius. Pemerintah Provinsi Riau menegaskan seluruh sekolah wajib menjalankan kegiatan ramah anak. Perpeloncoan dan segala bentuk kekerasan dinyatakan terlarang.

Penegasan itu disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto. Ia meminta seluruh sekolah mematuhi pedoman pelaksanaan MPLS. Orientasi siswa harus berisi pendidikan, bukan intimidasi.

"MPLS harus menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Sekolah wajib menjamin keamanan seluruh peserta didik," tegas SF Hariyanto, Selasa, 7 Juli  2026. 

Pemprov Riau menilai MPLS merupakan pintu awal membangun karakter siswa. Masa orientasi menjadi kesempatan mengenalkan budaya sekolah. Nilai kedisiplinan juga ditanamkan sejak hari pertama.

Menurut SF Hariyanto, tujuan utama MPLS adalah membantu siswa beradaptasi. Peserta didik harus mengenal lingkungan sekolah. Mereka juga perlu memahami kurikulum dan tata tertib.

Ia mengingatkan seluruh sekolah menghindari atribut berlebihan. Tradisi senioritas tidak boleh dibungkus kegiatan pengenalan. Semua aktivitas wajib mengedepankan aspek edukatif.

"Kegiatan pengenalan harus memperkuat kepercayaan diri siswa. Jangan menciptakan rasa takut sejak awal," ujarnya.

Pemerintah juga meminta kepala sekolah mengambil peran utama. Guru diminta mengawasi seluruh rangkaian kegiatan. Pengurus OSIS wajib menjadi teladan bagi peserta didik baru.

Pengawasan dinilai menjadi kunci keberhasilan MPLS. Semua pihak harus memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan. Pelanggaran tidak boleh dianggap sebagai tradisi.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS diarahkan membentuk karakter. Nilai kebangsaan menjadi bagian penting kegiatan. Pendidikan antikorupsi juga dikenalkan sejak dini.

Langkah tersebut diharapkan membangun budaya sekolah positif. Siswa baru dapat memahami hak dan kewajiban mereka. Adaptasi berlangsung tanpa tekanan maupun ancaman.

Pemprov Riau juga mengajak orang tua berpartisipasi aktif. Masyarakat diminta tidak ragu melapor. Setiap dugaan perpeloncoan harus segera ditindaklanjuti.

"Pengawasan terbaik lahir dari kepedulian bersama. Orang tua memiliki peran penting melindungi anak," kata SF Hariyanto.

Menurutnya, siswa merupakan aset masa depan daerah. Hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman berkesan. Trauma akibat kekerasan harus dicegah sejak awal.

Komitmen itu sekaligus menjadi peringatan bagi sekolah. Seluruh kegiatan wajib mengikuti aturan resmi. Tidak ada toleransi terhadap tindakan perundungan.

Pemprov berharap seluruh sekolah menjaga suasana kondusif. Hubungan guru dan siswa harus dibangun melalui keteladanan. Budaya saling menghormati harus menjadi kebiasaan baru.

MPLS 2026 diharapkan menjadi awal perjalanan pendidikan yang positif. Sekolah tidak hanya mencetak prestasi akademik. Lingkungan aman juga menjadi ukuran keberhasilan pendidikan.

Dengan pengawasan lebih ketat, pemerintah ingin menghapus stigma negatif MPLS. Orientasi siswa baru harus identik dengan pembelajaran. Bukan lagi cerita tentang hukuman dan perpeloncoan.

Jika seluruh pihak menjalankan perannya, tujuan tersebut dinilai realistis. Sekolah menjadi tempat bertumbuh yang sehat. Anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved