• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Padamkan Karhutla di Kerumutan

Redaksi

Kamis, 20 Agustus 2026 19:37:22 WIB
Cetak
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Padamkan Karhutla di Kerumutan
Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai turun langsung padamkan karhutla di Pelalawan. (sumber: Polda Riau)

BEDELAU.COM --Asap Karhutla di Kerumutan, Pelalawan, tak cuma dipantau dari langit. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung memadamkan api. Keduanya menyusuri medan bersama personel gabungan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Patroli udara sebelumnya memetakan sejumlah titik panas di wilayah Pelalawan. Kerumutan menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian serius. Dari udara, kondisi lapangan terlihat lebih jelas sebelum pasukan darat bergerak.

Kapolda dan Pangdam kemudian turun menuju lokasi terdampak. Personel Polres Pelalawan, Kodim, BPBD, dan Manggala Agni ikut bergerak. Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus pendinginan pada area yang terbakar.

Langkah tersebut menunjukkan perubahan dari sekadar memantau menjadi tindakan langsung. Api tidak diberi kesempatan berlari mencari lahan baru. Setiap sumber panas dikejar sebelum berubah menjadi kebakaran lebih luas.

Kapolda Riau mengatakan pemantauan udara membantu membaca kondisi secara faktual. Namun, informasi tersebut harus segera diterjemahkan menjadi tindakan lapangan. Karena itu, ia memilih turun langsung bersama personel di Kerumutan.

“Dari udara kami melihat kondisi dan sebaran wilayah terdampak,” kata Herry. Ia menekankan pentingnya pergerakan seluruh sumber daya secara bersamaan. Kecepatan respons menjadi kunci menghadapi lahan yang mudah terbakar.

Karhutla memang bukan lawan yang gemar menunggu. Api kecil dapat berpindah mengikuti kondisi angin dan vegetasi kering. Karena itu, keterlambatan beberapa jam dapat mengubah pekerjaan sederhana menjadi operasi panjang.

Herry menilai penanganan membutuhkan kerja lintas instansi. Polisi tidak dapat bekerja sendirian menghadapi kebakaran kawasan luas. TNI, pemerintah daerah, pemadam, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing.

“Begitu api terdeteksi, respons harus cepat dan terukur,” ujar Herry. Setelah api padam, tim tetap harus melakukan pendinginan. Tahapan tersebut mencegah bara tersembunyi kembali menyala.

Polda Riau juga memperkuat langkah pencegahan di kawasan rawan. Patroli, deteksi dini, edukasi, dan penegakan hukum menjadi bagian strategi. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memutus kebiasaan pembakaran lahan sejak awal.

Herry membawa konsep Green Policing dalam penanganan lingkungan. Konsep tersebut menempatkan kepolisian sebagai bagian dari upaya perlindungan alam. Penegakan hukum berjalan bersama pencegahan dan keterlibatan masyarakat.

“Menjaga lingkungan berarti menjaga keselamatan masyarakat,” kata Herry. Ia ingin pengamanan lingkungan tidak berhenti ketika api padam. Kesadaran menjaga lahan harus tumbuh sebelum musim kebakaran kembali datang.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo memperkuat dukungan TNI. Personel militer terus dikerahkan bersama kepolisian dan pemerintah daerah. Medan berat tidak menjadi alasan mengurangi kekuatan operasi.

“Kondisi seperti ini membutuhkan kekuatan terpadu,” ujar Agus. Ia memastikan personel di lapangan mendapat dukungan selama menjalankan tugas. Fokus utama tetap memastikan api benar-benar terkendali.

Personel yang berada di garis depan menghadapi panas dan asap. Mereka juga harus bekerja pada medan yang tidak selalu mudah ditembus. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap kerja pasukan tersebut.

Agus mengapresiasi personel gabungan yang terus bekerja di lapangan. Operasi pemadaman membutuhkan stamina dan koordinasi yang kuat. Kesalahan kecil dapat membuat bara kembali menyala setelah api utama padam.

Kalaksa BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal melihat patroli udara sebagai alat penting. Pemantauan tersebut membantu menentukan lokasi dan kebutuhan penanganan. Tim darat kemudian dapat bergerak menuju titik yang paling membutuhkan tenaga.

“Pemantauan udara memberi gambaran lebih luas bagi tim,” ujar Edy. Setelah lokasi teridentifikasi, personel langsung melakukan pemadaman. Pendinginan menjadi tahap berikutnya untuk mencegah munculnya api baru.

Koordinasi antarlembaga terus dilakukan selama operasi berlangsung. Personel, peralatan, dan sumber daya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Wilayah dengan kebutuhan tinggi mendapat dukungan lebih besar.

Kerumutan menjadi salah satu medan penting dalam penanganan Karhutla Pelalawan. Kawasan tersebut membutuhkan respons cepat karena karakter lahannya rentan terbakar. Pemadaman dini menjadi cara paling efektif membatasi perluasan api.

Patroli udara juga memberi gambaran mengenai sebaran ancaman secara lebih luas. Tim tidak hanya mengejar api yang terlihat dari permukaan. Titik panas lain tetap dipantau untuk mencegah kebakaran susulan.

Operasi gabungan tersebut masih berlanjut di sejumlah wilayah rawan. Pemadaman dilakukan bersamaan dengan pendinginan dan pemantauan ulang. Tujuannya menjaga api tetap terkendali hingga seluruh sumber panas benar-benar aman.

Karhutla di Riau kembali menguji kecepatan koordinasi berbagai pihak. Kali ini, pimpinan tertinggi di daerah ikut turun ke medan. Pesannya tegas: api harus dipadamkan sebelum sempat tumbuh menjadi bencana lebih besar.

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved