• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Sedimentasi Ancam Danau PLTA Koto Panjang, WWF dan RSF Dorong Penghijauan

Redaksi

Ahad, 30 Agustus 2026 20:38:33 WIB
Cetak
Sedimentasi Ancam Danau PLTA Koto Panjang, WWF dan RSF Dorong Penghijauan

BEDELAU.COM --Persoalan sedimentasi atau pendangkalan menjadi salah satu ancaman terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak memperkuat upaya konservasi melalui pemulihan vegetasi di kawasan sekitar bendungan. 

World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia bersama Rimba Satwa Foundation (RSF) dan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mengambil langkah awal dengan melakukan penanaman pohon di salah satu kawasan yang dinilai membutuhkan pemulihan vegetasi. 

Penanaman tersebut tidak sekadar untuk menghijaukan kawasan. Vegetasi di sekitar danau diharapkan mampu membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan laju sedimentasi yang masuk ke kawasan perairan PLTA Koto Panjang. Program ini merupakan bagian dari Biodiversity Safeguard, sebuah kolaborasi untuk mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati dalam pengelolaan infrastruktur energi. 

Tahap awal program dilakukan melalui kajian biodiversitas terestrial dan akuatik pada 18 grid di kawasan Koto Panjang. Kajian tersebut dilakukan untuk memetakan kondisi ekosistem, mengidentifikasi kawasan bernilai konservasi, sekaligus melihat berbagai tekanan terhadap keanekaragaman hayati. 

Hasil kajian kemudian menjadi dasar penyusunan rekomendasi pengelolaan dan Biodiversity Management Plan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan sekitar bendungan yang kondisi vegetasinya mulai kritis dan memiliki potensi terhadap persoalan sedimentasi. 

Aren Dipilih untuk Pulihkan Vegetasi Sebagai langkah awal, sejumlah bibit tanaman ditanam, salah satunya pohon aren. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. 

Sistem perakaran tanaman diharapkan dapat membantu memperkuat tanah dan menahan material tanah yang terbawa aliran air menuju kawasan danau. Dengan demikian, penghijauan di kawasan tangkapan air diharapkan ikut berkontribusi dalam mengurangi laju sedimentasi. 

Team Leader Sipil Bendungan dan Lingkungan PLN NP Unit Layanan PLTA Koto Panjang, Yauma Adina, mengatakan penanaman tersebut merupakan langkah awal dari rencana aksi biodiversitas yang disusun bersama WWF Indonesia dan RSF. “Kita pilih grid yang bisa kita lestarikan terlebih dahulu di titik ini dan ini bisa menjadi contoh untuk kegiatan selanjutnya,” kata Yauma saat kegiatan penanaman bibit aren di salah satu grid kawasan Danau PLTA Koto Panjang, Sabtu (29/8/26). 

Menurutnya, pemilihan tanaman tidak hanya mempertimbangkan aspek ekologis, tetapi juga manfaat bagi masyarakat. PLN NP akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait agar kegiatan penghijauan dapat berjalan beriringan dengan program pemerintah. 

Sementara itu, Project Leader RSF, Git Fernando, mengatakan lokasi penanaman ditentukan berdasarkan hasil kajian biodiversitas terestrial dan akuatik. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tingginya sedimentasi di kawasan PLTA Koto Panjang. 

“Sedimentasi termasuk tinggi juga di PLTA Koto Panjang. Jadi kita berharap dengan permulaan penanaman ini, stakeholder lainnya ikut andil untuk menjaga PLTA Koto Panjang,” ujar Git. 

Bukan Sekadar Menanam Pohon Git mengatakan, penghijauan menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk menjaga keberlangsungan ekosistem Danau PLTA Koto Panjang. 

Selain aren, rekomendasi penanaman juga mencakup meranti rawa dan sejumlah jenis pohon lokal lainnya. Sementara untuk ekosistem perairan, terdapat sejumlah jenis tumbuhan yang dapat menjadi tempat berlindung sekaligus sumber makanan bagi ikan. 

Menurut Git, kawasan PLTA Koto Panjang masih menyimpan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Berbagai satwa seperti kijang, rusa, landak dan beragam jenis burung, termasuk burung migrasi, masih ditemukan di kawasan tersebut. Tim peneliti bahkan pernah menemukan jejak harimau. 

“Kalau satwanya masih banyak dan tumbuhannya masih ada yang dilindungi, berarti habitat itu termasuk bagus juga,” paparnya. 

Meski demikian, kondisi 18 grid yang diteliti tidak seluruhnya kritis. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik yang membutuhkan pemulihan vegetasi. 

Upaya tersebut juga mendapat dukungan Pemerintah Desa Pulau Gadang dan pemangku adat Kenegerian Pulau Gadang. Kawasan hutan adat yang mencakup wilayah Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Masjid tersebut memiliki luas sekitar 23 ribu hektar. 

Hutan Adat Jadi Benteng Ekosistem Danau Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, mengatakan sebagian kawasan hutan adat telah tersentuh aktivitas manusia. Untuk mencegah kerusakan semakin meluas, pemerintah desa bersama pemangku adat tengah menyiapkan aturan adat yang nantinya diperkuat melalui Peraturan Desa (Perdes). 

Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembentukan Satgas Tanah Ulayat untuk menjaga flora, fauna serta ekosistem Danau PLTA Koto Panjang. 

“Paling tidak ada dua fungsi besar, pertama menjaga kehidupan flora dan fauna di atas tanah ulayat, kemudian juga menjaga ekosistem Danau PLTA Koto Panjang,” kata Syofian. 

Ia menegaskan aktivitas penebangan liar, termasuk tebang pilih, serta perburuan satwa tidak diperbolehkan. Perlindungan tersebut penting untuk mempertahankan populasi satwa yang masih ditemukan di kawasan tersebut, seperti rusa, kijang dan landak. 

Di sisi lain, masyarakat tetap didorong memperoleh manfaat ekonomi dari kawasan hutan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui pengembangan tanaman aren dengan pola tumpang sari di kawasan yang tidak terlalu lebat. 

Penanaman aren telah dilakukan di sejumlah titik sekitar Danau PLTA Koto Panjang. Pemerintah desa berharap WWF Indonesia dan RSF terus memberikan dukungan terhadap penghijauan sekaligus penguatan konservasi. 

Syofian menilai perlindungan hutan adat dan ekosistem danau tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah desa, pemangku adat, masyarakat, aparat penegak hukum, PLN serta lembaga pemerhati lingkungan perlu bergerak bersama. 

Ke depan, Pemerintah Desa Pulau Gadang juga mendorong pembentukan posko lingkungan di kawasan PLTA Koto Panjang. Posko tersebut diharapkan menjadi pusat pemantauan sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga hutan, satwa dan ekosistem danau. “Banyak masyarakat belum teredukasi tentang akibat kerusakan hutan. Itu penting sekali bagi kita,” pungkasnya. **

 

 

 

Sumber: Riauterkini.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved