Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Beruang Liar Nongol di Dekat Rumah Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap
BEDELAU.COM --Seekor beruang berkeliaran di sekitar permukiman warga Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Kemunculan satwa liar itu berlangsung sejak Sabtu malam hingga Rabu pagi, 2 September 2026. Situasi tersebut mendorong BBKSDA Riau mengirim tim ke lokasi.
Petugas membawa box trap untuk menangani keberadaan beruang tersebut. Tim tiba di lokasi pada Rabu dan langsung berkoordinasi dengan aparat setempat. Petugas kemudian memeriksa sejumlah titik yang dilaporkan warga.
Kemunculan beruang berlangsung cukup lama untuk membuat warga meningkatkan kewaspadaan. Satwa itu dilaporkan berada di sekitar permukiman selama beberapa hari. Jalur pergerakannya kemudian menjadi perhatian petugas konservasi.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan laporan warga menjadi dasar penanganan. Petugas menerima informasi kemunculan beruang sejak Sabtu malam. Satwa tersebut masih terlihat hingga Rabu pagi.
“Menurut laporan warga, beruang tersebut berada di sekitar permukiman sejak Sabtu malam hingga Rabu pagi,” kata Ujang, Kamis, 3 September 2026.
Tim kemudian menentukan lokasi pemasangan box trap berdasarkan potensi jalur kemunculan satwa. Perangkat tersebut dipasang pada titik yang dinilai strategis. Langkah itu menjadi bagian dari upaya mengamankan warga dan satwa.
Kemunculan beruang dekat permukiman memang bukan urusan yang bisa dianggap remeh. Satwa liar dapat berubah agresif ketika merasa terancam. Warga karena itu diminta menjaga jarak dari lokasi kemunculannya.
Petugas BBKSDA Riau juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kuntu. Warga diminta tidak mendekati beruang jika kembali terlihat. Mereka juga dilarang melakukan tindakan yang dapat memancing reaksi satwa.
Imbauan tersebut penting karena rasa penasaran kadang lebih cepat berlari daripada akal sehat. Beruang bukan hewan peliharaan yang bisa diajak berfoto. Jarak aman menjadi pilihan paling masuk akal ketika satwa kembali muncul.
Warga juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri untuk mengusir beruang. Informasi mengenai kemunculan satwa perlu segera diteruskan kepada pihak berwenang. Laporan cepat dapat membantu petugas menentukan langkah berikutnya.
“Segera laporkan kepada perangkat desa atau pihak BKSDA jika kembali melihat keberadaan beruang,” pesan Ujang.
Pemasangan box trap kini menjadi strategi BBKSDA Riau menangani situasi tersebut. Petugas tetap memantau lokasi setelah perangkat dipasang. Penanganan diarahkan agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa membahayakan satwa.
Kemunculan beruang di sekitar permukiman juga mengingatkan warga soal ruang hidup satwa liar. Perubahan kondisi habitat dapat mendorong satwa mendekati kawasan manusia. Karena itu, kewaspadaan warga menjadi bagian penting dalam penanganan.
Untuk sementara, warga Desa Kuntu diminta tidak mengambil risiko. Jika beruang muncul lagi, jangan mendekat apalagi mengejar. Cukup laporkan lokasi kemunculannya dan biarkan petugas menangani tamu berbulu tersebut.
Sumber: SM News.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








