• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Inhil

Paus 4 Ton Nyasar ke Hutan Mangrove Inhil, Ujung Tubuhnya Jadi Bangkai

Redaksi

Rabu, 23 September 2026 21:02:49 WIB
Cetak
Paus 4 Ton Nyasar ke Hutan Mangrove Inhil, Ujung Tubuhnya Jadi Bangkai
Seekor paus raksasa terdampar di pantai bakau di Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Empat ton bangkai mamalia laut raksasa tiba-tiba menghentikan aktivitas warga pesisir Inhil. Bangkai diduga paus itu tersangkut di antara akar mangrove Sungai Bahale. Lokasinya berada di Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir.

Warga menemukan bangkai tersebut pada Rabu malam, 23 September 2026. Ukurannya membuat penemuan itu terasa seperti adegan film laut. Tubuh hewan diperkirakan memiliki panjang sekitar delapan meter.

Bobotnya diperkirakan mencapai empat ton berdasarkan pengamatan awal. Sebagian tubuh bangkai sudah terbenam dalam lumpur kawasan mangrove. Bagian lainnya masih terlihat di antara pepohonan bakau.

Laporan penemuan diterima aparat sekitar pukul 22.40 WIB. Polisi kemudian mendatangi kawasan tersebut untuk memastikan kondisi lapangan. Namun, gelap membuat pemeriksaan menyeluruh belum bisa dilakukan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto membenarkan temuan tersebut. Ia menyebut medan lokasi cukup sulit ditembus petugas. “Proses identifikasi mendalam belum bisa langsung dilakukan pada malam penemuan,” kata Donny, Kamis, 24 September 2026.

Kawasan tersebut bukan tempat biasa untuk pemeriksaan malam hari. Lokasinya relatif terisolasi dan jauh dari permukiman warga. Vegetasi mangrove juga membuat pergerakan petugas semakin terbatas.

Ada persoalan lain yang membuat aparat harus berhitung. Kawasan Sungai Bahale menjadi habitat sejumlah satwa liar. Buaya muara dan biawak termasuk satwa yang bisa ditemukan di kawasan tersebut.

Bangkai berukuran raksasa juga berpotensi mengundang satwa pemakan bangkai. Karena itu, warga diminta tidak mendekati lokasi penemuan. Aparat memilih mengutamakan keselamatan warga dan petugas.

Kondisi bangkai turut memperlihatkan tanda proses pembusukan. Aroma tidak sedap mulai muncul dari tubuh mamalia laut tersebut. Kondisi itu menguatkan dugaan kematian terjadi beberapa hari sebelumnya.

Namun, jenis paus dan penyebab kematiannya belum dipastikan. Identifikasi membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang. Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kemungkinan faktor lingkungan.

Polres Inhil kemudian berkoordinasi dengan instansi teknis terkait. BKSDA dan dinas kelautan akan dilibatkan dalam proses tersebut. Tim ahli nantinya menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Polres Inhil segera berkoordinasi dengan instansi teknis,” ujar Donny. Koordinasi itu diperlukan untuk memastikan spesies serta penyebab kematian. Proses tersebut juga mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar lokasi.

Polisi saat ini lebih fokus menjaga kawasan dari aktivitas warga. Bangkai tersebut tidak boleh dipotong ataupun diambil bagian tubuhnya. Langkah itu diperlukan sebelum pemeriksaan ilmiah dilakukan.

Penanganan bangkai tidak bisa dilakukan sembarang orang. Tubuh hewan laut besar dapat membawa risiko biologis setelah membusuk. Karena itu, proses evakuasi menunggu arahan tenaga berkompeten.

“Hal ini dilakukan demi mengantisipasi penyebaran bakteri,” jelas Donny. Risiko kesehatan menjadi salah satu alasan kawasan perlu dibatasi. Aparat juga menghindari kontak langsung warga dengan bangkai.

Bagi warga pesisir, kemunculan paus seperti ini jelas bukan pemandangan harian. Mangrove yang biasanya hanya menyimpan lumpur dan akar kini menyimpan misteri. Empat ton tubuh laut terdampar tanpa membawa jawaban.

Pertanyaan terbesar kini bukan hanya bagaimana paus itu sampai ke sana. Penyebab kematian dan perjalanan terakhirnya juga masih menjadi teka-teki. Jawabannya menunggu pemeriksaan tim yang memiliki keahlian khusus.

Warga diminta segera melapor jika menemukan kejadian serupa. Mereka juga diminta tidak menyentuh atau memindahkan bangkai. Pemerintah berharap proses pemeriksaan berlangsung aman tanpa mengganggu ekosistem mangrove.

Sementara itu, bangkai raksasa tersebut masih berada di kawasan Sungai Bahale. Identifikasi resmi menjadi tahap penting sebelum keputusan berikutnya dibuat. Untuk sementara, misteri paus empat ton itu masih tertinggal di lumpur.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Perbaikan Jembatan Leighton Siak I dan III Ditargetkan Selesai Akhir 2026

Kamis, 24 September 2026 - 20:57:25 WIB

BEDELAU.COM --Perbaikan Jembatan Leighton atau Jemba.

Daerah

BPJS Kesehatan Minta Warga Lapor RS yang Bedakan Pasien, Sanksi Menanti

Kamis, 24 September 2026 - 20:54:16 WIB

BEDELAU.COM --Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jami.

Daerah

Dorong Swasembada Pangan, Polsek Tandun Gerakkan Penanaman Jagung di Desa Tapung Jaya

Kamis, 24 September 2026 - 19:29:25 WIB

BEDELAU.COM — Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran.

Daerah

Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak

Selasa, 22 September 2026 - 19:35:41 WIB

BEDELAU.COM --Hujan lebat disertai angin kencang men.

Daerah

Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum

Selasa, 22 September 2026 - 19:25:52 WIB

BEDELAU.COM --Jalan lingkungan di kawasan perumahan .

Daerah

Galian di Jalan Kayu Manis Viral, PUPR Pekanbaru: Sekarang Saluran Air, Tahun Depan Overlay

Selasa, 22 September 2026 - 19:23:13 WIB

BEDELAU.COM --Video yang memperlihatkan sejumlah pek.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Kasus Kebun Sawit dalam Kawasan Hutan, Anggota DPRD Kampar Fahmil Jadi Tersangka
24 September 2026
Perbaikan Jembatan Leighton Siak I dan III Ditargetkan Selesai Akhir 2026
24 September 2026
BPJS Kesehatan Minta Warga Lapor RS yang Bedakan Pasien, Sanksi Menanti
24 September 2026
Tak Temui Titik Terang, Perselisihan Keluarga Kesultanan Siak Masuk Ranah Hukum
24 September 2026
Oknum PNS Pemprov Riau Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Pensiunan Guru
24 September 2026
Dorong Swasembada Pangan, Polsek Tandun Gerakkan Penanaman Jagung di Desa Tapung Jaya
24 September 2026
Paus 4 Ton Nyasar ke Hutan Mangrove Inhil, Ujung Tubuhnya Jadi Bangkai
23 September 2026
Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak
22 September 2026
Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan
22 September 2026
Sengketa Lahan di Rumbai, Warga Diduga Diteror hingga Meninggal
22 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
  • 2 Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
  • 3 Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
  • 4 Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Pimpin Sertijab Lima Perwira, Dorong Penguatan Kinerja Kepolisian
  • 5 Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
  • 6 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 7 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved