• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Jurus KDM Jaga Hutan dan Cegah Warga Lokal Diperalat Pemodal

Redaksi

Ahad, 27 September 2026 22:46:24 WIB
Cetak
Jurus KDM Jaga Hutan dan Cegah Warga Lokal Diperalat Pemodal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap strategi menjaga kawasan hutan dan perkebunan, Foto: Istimewa

BEDELAU.COM --Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan pola pengelolaan lahan perkebunan dan kehutanan dengan melibatkan langsung masyarakat setempat. Skemanya antara lain menyewa lahan perkebunan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat, mempertahankan fungsi lahan, melakukan penanaman kembali, serta memberikan upah bulanan kepada petani penggarap.

Langkah itu disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan Ground Talk dan Bebersih Leuweung di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026). Ia mengatakan kebijakan tersebut ditempuh setelah melihat perubahan fungsi kebun teh yang mulai digunakan untuk berbagai kegiatan bisnis lain yang dinilai mengancam ekosistem perkebunan.

"Saya ketika melihat kebun teh mengalami perubahan, lahan disewakan, dibangun lahan bisnis-bisnis yang lain yang mengancam ekosistem kebun teh, maka sekuat tenaga saya mengubah," kata Dedi.

Menurut Dedi, salah satu pendekatan yang akan dilakukan pada lahan perkebunan adalah mengarahkan agar lahan tidak disewakan kepada pihak lain untuk kegiatan yang berpotensi mengubah fungsi kawasan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, dapat menyewa lahan tersebut dan mempertahankan kegiatan perkebunan.

Pemetik teh dan petani yang melakukan penanaman kemudian akan mendapatkan upah secara rutin setiap bulan dari pemerintah provinsi. Dengan pola tersebut, masyarakat tetap memperoleh penghasilan sekaligus terlibat dalam menjaga keberlanjutan lahan perkebunan.

Dedi juga menyoroti posisi warga lokal yang menurutnya kerap dimanfaatkan oleh pemodal untuk melakukan aktivitas yang berujung pada kerusakan lingkungan.

"Rakyat kita ini sering kali diperalat oleh para pemodal untuk melakukan kerusakan." ucapnya.

Karena itu, ia memilih memberikan pekerjaan dan penghasilan kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan. Skema tersebut diarahkan agar warga memiliki sumber pendapatan yang lebih pasti tanpa harus bergantung pada aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Petani Penggarap Digaji Rp1,5 Juta-Rp2 Juta

Untuk kawasan kehutanan, Dedi mengatakan penghijauan akan dilakukan melalui penanaman kembali. Program tersebut tidak hanya menyasar satu kawasan, tetapi telah diarahkan hingga Gunung Ciremai.

Petani penggarap akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka diberikan upah antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan dan penghijauan lahan.

Dedi menjelaskan pola tersebut berbeda dengan sistem kerja buruh tani harian. Dalam skema yang disiapkan pemerintah, penggarap mendapatkan penghasilan bulanan sehingga memiliki kepastian pendapatan.

"Penggarapnya tidak boleh ngerjain lagi yang lain, digaji Rp 1,5 juta, Rp 2 juta per bulan," kata dia.

Dengan pola itu, pemerintah tidak hanya menempatkan penghijauan sebagai kegiatan menanam pohon, tetapi juga menghubungkannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Dedi menjaga fungsi perkebunan dan kehutanan Jawa Barat. Lahan yang dinilai rentan berubah fungsi diarahkan kembali pada kegiatan yang mempertahankan fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang mengelolanya.

Bagi Dedi, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hutan dan kebun. Masyarakat yang selama ini berada di sekitar kawasan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi tenaga yang menjalankan penanaman dan pemeliharaan kawasan.

Melalui skema sewa lahan, penanaman kembali, dan pemberian upah bulanan kepada petani penggarap, Pemprov Jawa Barat berupaya menggabungkan kepentingan pelestarian lingkungan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Safari Dakwah Syekh Anas Al Masry di Pidie Jaya, Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Kepedulian Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 09:51:10 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM — Rangkaian Safari Dakwah .

Nasional

Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan

Selasa, 22 September 2026 - 19:33:18 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah akan menyusun peraturan pem.

Nasional

KPK Menggedor Kementerian ATR/BPN, Golkar Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur

Ahad, 20 September 2026 - 20:40:57 WIB

BEDELAU.COM --Di tengah sorotan Komisi Pemberantasan.

Nasional

Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan

Jumat, 18 September 2026 - 08:54:03 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM – Semangat berbagi kembali.

Nasional

Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun

Senin, 14 September 2026 - 18:56:44 WIB

BEDELAU.COM --Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar set.

Nasional

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru

Senin, 14 September 2026 - 19:03:31 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto mencopot Pur.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Warga Temukan Jenazah Pria di dalam Togok Jaring Ikan di Sungai Batang, Inhil
27 September 2026
Janji Prabowo Kuliah Gratis di Kampus Negeri, Jalur Mandiri Dihapus?
27 September 2026
Jurus KDM Jaga Hutan dan Cegah Warga Lokal Diperalat Pemodal
27 September 2026
Pemko Pekanbaru Petakan Titik Rawan Banjir dan Genangan Jelang Musim Hujan
27 September 2026
Job Fair Perdana Rohul Buka Lebih 300 Lowongan Kerja, Prioritaskan Warga Lokal
27 September 2026
Jambret Bersenpi Beraksi di Pekanbaru, Rampas HP korban dan Lepaskan Tembakan
27 September 2026
Diduga Curi Pipa Tembaga AC, Pria Ini Diikat Warga di Pagar Sebelum Diserahkan ke Polisi
27 September 2026
Belasan Remaja Diduga Rampas HP Warga di Air Dingin Pekanbaru
27 September 2026
Tim KKP dan Polres Inhil Evakuasi Diduga Bangkai Paus di Perairan Sungai Bahale Mandah
25 September 2026
Pendapatan Daerah Anjlok, Pemkab Siak Kembali "Ikat Pinggang" di RAPBD-P 2026
25 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum Putusan MK, Kawal Demokrasi dan Keadilan Pemilu
  • 2 Masyarakat Desak Pemkab Bengkalis Turun Tangan Kasus Lahan Chua Cin Heng di Rupat
  • 3 3.391 Hektare Lahan di Riau Hangus, Polisi Sudah Tetapkan 63 Tersangka Karhutla
  • 4 Dituduh Buka Rahasia Rumah Tangga, Pria di Dumai Hantam Kepala Buruh
  • 5 APBD Perubahan Riau Tahun 2026 Diprediksi Turun Jadi Rp8 Triliun
  • 6 Tiga Jam Dicari, Pemuda yang Nyebur ke Kolam Eks Green City Ditemukan Tak Bernyawa
  • 7 Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved